Saturday, January 24, 2015

Setelah bertobat



“Apabila roh jahat keluar dari manusia, ia pun mengembara ke tempat-tempat yang tandus mencari perhentian. Tetapi ia tidak mendapatkannya. Lalu ia keluar dan mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat dari padanya dan mereka masuk dan berdiam di situ. (Matius 12:43,45a)

Mendapat hidup yang baru, kita perlu bertobat dan dipermandikan sebagai kelahiran roh. Namun apabila yang terjadi adalah ketika setelah bertobat, kita masih juga melakukan kesalahan-kesalahan orang fasik?

Friday, January 23, 2015

Bercermin



Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui? (Matius 7:3)

Kitab Matius 7:3 menjelaskan tentang orang yang dapat melihat kesalahan-kesalahan orang-orang di sekelilingnya namun tidak dapat melihat kesalahannya sendiri. Seringkali, tanpa sengaja kita berbuat kesalahan yang sama tetapi kita malah mengkritik orang lain atas kesalahan mereka. Bahkan mungkin saja kesalahan yang kita perbuat jauh lebih besar dibandingkan orang lain.
http://www.renunganhariankristen.net/cermin-cekung-dan-cermin-cembung/

Monday, January 12, 2015

Menarik perhatian Tuhan



Karena mereka tidak dapat membawanya masuk berhubung dengan banyaknya orang di situ, naiklah mereka ke atap rumah, lalu membongkar atap itu, dan menurunkan orang itu dengan tempat tidurnya ke tengah-tengah orang banyak tepat di depan Yesus. (Lukas 5:19)

http://www.renunganharianonline.com
Sudahkah di antara kita yang memiliki sanak saudara yang sakit berbuat seperti yang mereka lakukan? Bukan perkara tentang membongkar atap atau apapun, tetapi tentang perkara bagaimana mereka mencari jalan dengan “ngotot” ingin mencari keselamatan dan kesembuhan kepada Tuhan Yesus.

Saturday, January 10, 2015

Berbuat terlebih dahulu



Dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka. (Lukas 6:31)

Si A mengeluh tentang pacarnya yang tidak pernah sekalipun memberi kabar padanya ketika ke luar berkumpul dengan teman-temannya. Sementara si B mengeluh kepada sahabatnya yang tidak pernah tepat waktu kalau mereka ada janjian ke luar bareng.

Pacar si A menjawabnya bahwa si A pun sering diam-diam ke luar tanpa memberi kabar kepadanya. Sementara sahabat si B pun membalikkan omongannya dan mengatakan si B selalu terlambat kalau dia mengajak si B ke luar.

Friday, January 9, 2015

Aibkah itu?



“Inilah suatu perbuatan Tuhan bagiku, dan sekarang Ia berkenan menghapuskan aibku di depan orang.” (Lukas 1:25)


Entah mengapa setelah membaca kisah Zakharia dengan istrinya Elisabet tentang aib yang mereka derita yakni Elisabet yang mandul. Aibkah itu seseorang yang mandul?
http://ciricara.com/2012/10/25/ciricara-ciri-ciri-wanita-mandul/

Dewasa ini, setiap wanita yang berada di posisi yang sama dengan Elisabet karena mandul menjadi bahan gunjingan. Padahal kemandulan seseorang bukanlah berasas pada salah sang wanita. Apakah ada seorang wanita yang ingin menjadi mandul?

Monday, December 29, 2014

Menabur dalam kekurangan



Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya.” (Markus 12:44)

Banyak cara kita dalam memberi persembahan, entah persembahan dalam Gereja ataupun di luar sana. Namun seperti dalam kitab Markus 12 tentang persembahan janda miskin, dia bahkan rela memberi seluruh nafkahnya. Mengapa Tuhan mengatakan kalau itu menjadi yang terbesar?
http://intisari-online.com/read/pohon-baik-tak-berbuah-buruk

Orang-orang kaya dalam ukuran mereka yang berkelimpahan memang memberi dengan jumlah yang banyak, tetapi pastinya ketika dibandingkan dengan seberapa banyak yang mereka hasilnya, persembahan mereka hanyalah segelintir dari kelimpahannya. Sementara janda miskin yang hanya memiliki dua peser malah mempersembahkan semuanya meskipun apabila dibandingkan dengan persembahan orang lain, dialah yang paling sedikit. Namun dalam ukuran berkekurangannya, dia telah rela kehilangan makanannya saat itu.

Tuesday, December 23, 2014

Terlalu sibuk



Kamu mengharapkan banyak, tetapi hasilnya sedikit, dan ketika kamu membawanya ke rumah, Aku menghembuskannya. Oleh karena apa? Demikianlah firman TUHAN semesta alam. Oleh karena rumah-Ku yang tetap menjadi reruntuhan, sedang kamu masing-masing sibuk dengan urusan rumahnya sendiri. (Hagai 1:9)

Bait suci kediaman Tuhan, Allah kita tidak hanya berupa apa yang tampak, tetapi juga berupa yang tidak tampak. 
http://galaucerdas.com/galau/pacarku-cuek-karena-sibuk/


Tidak perlu jauh-jauh sampai Bait Suci di Yerusalem, janji iman untuk pembangunan Gereja saja tidak mudah diperoleh karena sebagian sifat ego manusia yang membatasinya menabur. Sementara sebagian orang mampu mendanai rumahnya untuk bermegah, masih ada tempat-tempat ibadah yang kurang layak di pelosok negeri. Sesungguhnya, benar apa yang difirmankan Tuhan bahwa orang berlimpah akan lebih sulit dari seekor unta masuk melalui lubang jarum. Sebab sebagian dari mereka lebih bermegah dalam keluarganya sendiri dibandingkan penaburan di luar “rumahnya”.