Showing posts with label Mujizat. Show all posts
Showing posts with label Mujizat. Show all posts

Friday, January 9, 2015

Aibkah itu?



“Inilah suatu perbuatan Tuhan bagiku, dan sekarang Ia berkenan menghapuskan aibku di depan orang.” (Lukas 1:25)


Entah mengapa setelah membaca kisah Zakharia dengan istrinya Elisabet tentang aib yang mereka derita yakni Elisabet yang mandul. Aibkah itu seseorang yang mandul?
http://ciricara.com/2012/10/25/ciricara-ciri-ciri-wanita-mandul/

Dewasa ini, setiap wanita yang berada di posisi yang sama dengan Elisabet karena mandul menjadi bahan gunjingan. Padahal kemandulan seseorang bukanlah berasas pada salah sang wanita. Apakah ada seorang wanita yang ingin menjadi mandul?

Tuesday, December 9, 2014

Saya ragu, saya tidak mengalami



Yesus menjawab mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu percaya dan tidak bimbang, kamu bukan saja akan dapat berbuat apa yang Kuperbuat dengan pohon ara itu, tetapi juga jikalau kamu berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! Hal itu akan terjadi. (Matius 21:21)
http://johnkrohn.blogspot.com/2013/07/when-there-is-no-miracle.html

Mengapa mujizat kesembuhan tidak diterima oleh setiap orang meskipun mereka sudah berusaha bergantung kepada Tuhan? Percaya kepada Tuhan saja tidak cukup dengan kata-kata dalam doa saja, tetapi butuh perbuatan untuk membuktikan perkataan iman kita.

Dalam iman kita kepada-Nya hendaknya kita tidak memelihara keraguan yang hanya akan menghambat mujizat bahkan menjatuhkan iman kita. Pengalaman pribadi saya ketika sedang berusaha meminta belas kasihan Tuhan, saya tidak percaya pribadi seperti saya boleh dan layak menerima mujizat Tuhan. Hal itu berdampak pada kejatuh-bangkit-jatuh iman saya yang terjadi sepanjang masa kelemahan saya.

Friday, December 5, 2014

Perubahan si Pendiam



Maka Yesus berkata kepada mereka: “Seorang nabi dihormati di mana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri, di antara kaum keluarganya dan di rumahnya.” (Markus 6:4)
http://upize.blogspot.com/2014/03/cerita-42-pendiam-vs-banyak-bicara.html

Apabila ada yang bertanya, “mengapa tidak ada mujizat yang terjadi di Nazaret?” atau “mengapa Yesus tidak mengadakan mujizat di tempat-Nya dibesarkan?”

Mari melihat pada Markus pasal ke 6, ayat 1-5 yang menjelaskan bahwa orang-orang Nazaret mengenal Yesus sebagai anak Yusuf dan Maria, memiliki beberapa adik-adik. Di sana, tidak ada yang percaya kalau Yesus adalah utusan-Nya untuk menyembuhkan orang yang ‘sakit’ dan untuk menolong manusia yang berdosa. Ketidakpercayaan mereka, menjauhkan orang-orang Nazaret dari mujizat, Tuhan Yesus tidak dapat mengadakan mujizat karena Dia tidak menemukan iman daripada mereka.

Friday, November 28, 2014

Berpaling pada Tuhan



Ayat bacaan (Hakim-hakim 10:10-16)
Dan mereka menjauhkan para allah asing dari tengah-tengah mereka, lalu mereka beribadah kepada TUHAN, maka TUHAN tidak dapat lagi menahan hati-Nya melihat kesukaran mereka. (Hakim-hakim 10:16)
http://guamaria-kaliori.com/berita-tuhan-memanggilku.html

Bangsa Israel tidak percaya sepenuhnya kepada Tuhan Allah mereka yang memilih mereka dari sejak permulaan. Mereka malah berpaling daripada Tuhan kemudian menyembah dewa-dewa asing meskipun mereka telah diselamatkan dan melihat mujizat Tuhan berkali-kali.

Allah Bapa tidak pernah meninggalkan mereka sekali pun mereka tidak pernah setia. Penyembahan terhadap dewa asing dengan maksud memperoleh nikmat duniawi itu suatu kali membawa mereka pada kesukaran.

Wednesday, November 26, 2014

Berdoa saja



Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mendengarkan kamu; (Yeremia 29:12)
http://imgarcade.com/1/berdoa-kristen/

“Berdoa saja.” Itu dua kata yang paling tepat ketika seseorang sedang dilanda masalah. Seperti kisah yang dialami seorang gadis di mana orang tuanya menentang pernikahannya dengan alasan yang tidak bisa ditawar lagi. Dia mulai menangis ketika bercerita bahwa orang tuanya memperlakukan dia tidak selayaknya seorang anak, bahkan untuk menikah saja dia dihalang-halangi sementara saudara lainnya diperbolehkan. Dia memendam semua itu sendirian tanpa berani menentang orang tuanya.

Thursday, November 20, 2014

[PhotoWords] Hanya berharap

Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu, hai semua orang yang berharap kepada TUHAN!  (Mazmur 31:24)

Mentari selalu terbit di pagi hari namun pelangi jarang muncul bersama fajar. 

Harapan itu seperti seseorang yang setiap hari berdiri menghadap langit. Setiap hari dia hanya memandang mentari datanag menyapa dan kemudian semuanya menjadi semu dan membosankan.
Saat itu, timbul harapan untuk sesuatu yang berbeda, dia tidak tahu itu apa. Dia juga tidak mengerti bagaimana membuat rona langit fajar menjadi berbeda.

Namun dia tetap berharap, dia menanti, terus menunggu. Dia tahu langit terlalu jauh untuk dia jangkau, hal mustahil yang tidak dapat dia lakukan itu memberi rona yang berbeda pada langit.
Namun kemudian ketika dia mulai menaruh pengharapan, tentu dia berharap keajaiban datang dan keajaiban itu hanya dari pencipta langit.

Dia menanti dengan menggantungkan harapan Pencipta akan memberi rona berbeda di langit fajar.
Dan suatu kali, pelangi yang jarang bersua dengan fajar pun menjalin warnanya yang terlihat indah dan tentu saja...

Berbeda.

Tuhan Yesus memberkati
----
Lily Zhang