Showing posts with label Pengharapan. Show all posts
Showing posts with label Pengharapan. Show all posts

Monday, March 27, 2017

Melepas Cincin Pernikahan


Ayat Bacaan Matius 19:1-12

Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia." (Matius 19:6)

27 Maret 2017

Kepada.
Setiap Suami/Istri
yang
Melepaskan Cincin Pernikahan


Jujur saja, saya tidak pernah berani bertanya langsung pada Anda yang telah memutuskan berpisah dengan pasangan Anda. Mengapa? Karena saya takut dituding tidak mengerti, tidak memahami, tidak berada di posisi Anda. Namun saya sebenarnya kepo sekali pengen tau apakah masalah Anda sehingga Anda ingin melepaskan cincin pernikahan sakral itu?

Ijinkan saya bercerita, saya dan suami mengalami kisah yang hampir tidak dapat dipercaya. Kami dekat tapi kami tidak langsung memutuskan untuk pacaran. Kami beribadah bersama tetapi masih dalam status sahabat. Ketika itu, saya dikasi feeling yang jelas sekali oleh Tuhan untuk berdoa puasa bagi dia selama 40 hari konsisten mendukung pergumulannya. Tidak ada seorang pun yang mengetahui untuk siapa saya melakukan hal tersebut. Rahasia itu antara saya dan Tuhan. Namun saat saya dan dia berdoa untuk hubungan kami apakah hubungan ini dikenan olehNya atau tidak, Tuhan menjawab dengan ajaibNya. Suami yang saat itu sahabat saya sering pengen tahu siapa yang saya doa puasakan, namun saya hanya berkata kepada Tuhan, "bila pun Engkau ingin dia mengetahuinya, baiklah bila Engkau Tuhan Yesus yang memberitahunya." sambil saya berdoa seperti itu, saya juga meminta konfirmasi apakah dia pasangan yang Tuhan sediakan dalam kehidupanku jika iya, maka Tuhan akan memberitahukannya dengan caraNya. Dan Tuhan lakukan seperti yang saya doakan. Dia berkata padanya dalam tidur bahwa saya berdoa puasa bagi dia dengan sangat jelas, singkat, dan padat. Saat itu, kami berdua merasakan bagaimana ajaibNya Tuhan diantara kami.

Semasa pacaran saya dan suami sangat banyak pergumulan yang jikalau diceritakan mungkin bisa jadi cerita bersambung yang seru banget. Namun bahkan ditengah pergumulan yang terasa sangat berat, Tuhan Yesus menyelamatkan hubungan kami berpuluh-puluh kali (saya gak hitung ding :p). Itu karena saya selalu membungkus setiap hubungan kami dengan doa setiap waktu, setiap saat teduh karena saya selalu diingatkan dan percaya dengan kekuatan doa. Apakah Anda sudah melakukannya dengan sungguh-sungguh? Menjerit dari hati? Lakukanlah... Tuhan bukan Allah yang menutup mataNya. baca Tujuh Kali Memohon.

Sampai pada detik-detik pernikahan, saya masih berdoa menyerahkan pernikahan dalam tangan Tuhan. Jika Dia berkenan, maka semuanya akan lancar namun akan terjadi sebaliknya jika Dia tidak berkenan. Suamipun mendapat hikmat dari Tuhan untuk benar-benar menguduskan hati dan hubungan sampai pada pernikahan meskipun ada saja hal-hal yang menghalangi namun jelas sekali dia mendapat hikmat bahwa pernikahan akan diberkati dan dikenan apabila kami melakukan seperti yang dikehendakiNya, dan semuanya menjadi luar biasa.

Saya masih ingat, ketika saya memasuki pintu gereja, saya merasa "disentuh" dan "dilawat" disepanjang iringan lagu pernikahan dan tarian, Hari itu, rasanya suasana gereja sangat berbeda, mirip sekali ibadah lawatan yang sering ada di gereja. Saya sungguh merasa sangat kagum dengan Tuhan Yesus atas karya dan janji indahNya. Saya sungguh merasa seluruh tubuh saya dipenuhi dengan hadiratNya yang luar biasa. Apalagi saat ayat pernikahan sakral yang selalu saya dengar di setiap pemberkatan pernikahan Matius 19:6 yang memberi pengharapan, ikatan, dan penghargaan kepada setiap manusia untuk menghargai, menghormati, dan mengusahakan selalu pernikahan sekali seumur hidup.

Ketika pendeta atau sebutan kami Boksu tumpang tangan, seketika itu saya menangis karena saya percaya ada kuasa melalui tangan Boksu menyampaikan isi hati Tuhan Yesus, juga saya senang karena orang yang mengucap janji dengan saya adalah pilihanNya melalui berbagai pergumulan dan doa yang kami lalui. Ketika cincin pernikahan disematkan diantara jari-jari maka itu melambangkan keterikatan pasangan suami-istri, bahwa mereka sudah tidak lagi sendiri, terikat hingga maut memisahkan. Sehingga setiap orang yang melihatnya sadar bahwa orang yang memakai cincin sudah melalui suatu pernikahan yang sakral yang dihadiri oleh Tuhan sendiri, tentunya hubungan yang tidak dapat dengan mudah dipisahkan oleh manusia baik melalui kertas yang dimateraikan oleh pemerintah, maupun perpisahan yang melepaskan materai hatinya melalui melepas cincin pernikahan.

Hari ini, bila Anda melepaskan cincin dengan berbagai alasan mengartikan Anda dengan mudah melepaskan materai hati Anda atas pernikahan yang telah Tuhan materaikan. Anda berusaha menghapuskan kebahagiaan hari terbesar Anda dengan begitu mudah, Anda menolak ingat akan perasaan mula-mula Anda bersama pasangan Anda, rasa kasih dan sayang yang dahulu mempersatukan Anda karena mungkin keadaan sekarang yang menurut Anda tidak lagi sama. 

Jangan melepaskan cincin pernikahan saudara, Tuhan Yesus tidak berkenan, Dia tidak disenangkan. Jika Anda terlanjur melepaskannya dan telah resmi berpisah secara hukum, percayalah bagi Tuhan kalian masih sepasang suami-istri, pakailah cincin pernikahanmu meskipun pasanganmu tidak, berdoalah, berdoalah, dan berdoalah sampai sesuatu terjadi. Ampuni atas kesalahan Anda dan pasangan terlebih dahulu sebelum Anda berdoa untuk pasangan Anda, minta Tuhan campur tangan agar Anda dimampukan untuk mengampuni kesalahan sefatal apapun.

Jangan move on dari perpisahan, pakailah cincinmu dan tunjukkan imanmu, Tuhan Yesus akan menolong asal Anda tidak menyerah tetapi berserahlah karena kekuatanmu habis, biarkan Tuhan Yesus yang turun tangan menangani masalahmu. Setialah, berimanlah, berdoalah. Saya percaya akan banyak rumah tangga yang dipulihkan meski waktuNya tidak dapat saya mengerti. Saya rindu Tuhan pulihkan rumah tangga Anda.

Jika Tuhan Yesus bisa menyertai pernikahan kami yang penuh dengan pergumulan, maka Dia pun bisa mengabulkan keinginan hati Anda yang berdoa dan meminta dengan benar yakni pemulihan rumah tangga. Percayalah, Dia teramat baik. 

Saya bercerita bukan untuk bermegah atas pernikahan kami namun agar Anda kembali mengingat saat-saat indah pernikahan Anda yang tentu saja ada dalam memori Anda sehingga kasih mula-mula dan anggur yang baru boleh tercurah atas kehidupan pernikahan Anda. Sehingga Anda dan pasangan boleh menang atas perpisahan karena Anda adalah pemenang! yah, Anda pemenang selama Anda percaya, taat, dan tekun di dalamNya. 

Mari kita berdoa, Tuhan Yesus yang MahaBaik. Engkaulah Raja segala Raja, juga kehidupan kami ada dalam kedaulatanMu. Ya Tuhan, hari ini anak-anakMu memohon belas kasihanmu atas kehidupan rumah tangga mereka. Mereka rindu Tuhan seperti yang Engkau katakan bahwa Perceraian ataupun Perpisahan itu tidak pernah ada dalam rencanaMu, biarlah rumah tangga mereka Engkau pulihkan baik yang telah berpisah ataupun belum, tutup bungkus hubungan mereka dan menangkan hubungan mereka dalam bungkusan bilur-bilur darahMu yang ajaib, segala kemuliaan, hormat dan pujian hanya dalam nama Tuhan Yesus Kristus, amin.

Demikian juga kamu, hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, supaya jika ada diantara mereka yang tidak taat kepada Firman, mereka juha tanpa perkataan dimenangkan oleh kelakuan isterinya, (1 Petrus 3:1)

Demikian juga kamu, hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan isterimu, sebagai kaum yang lebih lemah! Hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan terhalang. (1 Petrus 3:7)

Salam Hormat dan Kasih,
Saya, yang belum mengerti apapun. 
Lily Zhang
Tuhan Yesus berkati


Saturday, February 20, 2016

Kursi Kosong

Ayat Bacaan Ibrani 13:1-25
Karena Allah telah berfirman: “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.” (Ibrani 13:5b)
http://sorotklaten.co/berita-klaten-213-puluhan-jabatan-kades-di-klaten-kosong.html



Suatu kali, pada satu pertemuan bersama sahabat-sahabat saya, kami membahas tentang kekosongan hati dimana salah satu sahabat saya berkata, “yah, saya merasa ada kekosongan hati yang terisi kembali,” ketika dia tengah membahas tentang persekutuan yang diikutinya. Kemudian dia segera mengajak sahabat saya yang lain untuk mengikuti persekutuan, kebetulan mereka memiliki denominasi yang sama.

Yah, pernahkah kamu merasa kehilangan arah? Apapun yang baik telah kamu lakukan dan terima namun tetap saja ada sesuatu yang terasa kosong dalam hatimu? Kamu punya pegangan keyakinan, keluarga yang perhatian, karir yang menghasilkan, sahabat yang baik. Semua rasanya tidak ada yang kurang bahkan melalui setiap hobimu, kamu pun bisa puas dan menghasilkan sesuai harapanmu, terlepas dari kesulitan yang terkadang mampir. Namun hatimu pun masih terasa kosong, seperti ada yang hilang namun kamu kesulitan menemukan apa yang hilang dalam sepanjang perjalananmu.
Kamu tahu apa yang hilang?

Kepenuhan damai suka cita yang diberikan Tuhan melalui Roh Penolong yang seringkali kita kenal sebagai Roh Kudus. Ada dua hal dimana Roh Kudus “terasa” tidak hadir dalam perjalanan kita.

Thursday, June 18, 2015

Curhat sama Tuhan Yesus


Ayat Bacaan Kejadian 23:1-20
Kemudian matilah Sara di Kiryat-Arba, yaitu Hebron, di tanah Kanaan, lalu Abraham datang meratapi dan menangisinya. Sesudah itu Abraham bangkit dan meninggalkan isterinya yang mati itu (Kejadian 23:2-3)
link

Pernah mendengar dalam lingkungan non-Kristen, “orang Kristen nggak sayang orang tua.” Perkataan ini sudah saya dengar jauh sebelum saya menjadi pengikut Kristus dengan alasan-alasan yang dibenarkan oleh sebagian tua-tua non-Kristen.

Dulu pada saat saya belum menerima Kristus, saya heran banget dengan semua teman-teman saya yang Kristiani ketika ada kerabat yang meninggal terlihat tidak menangis meraung-raung, hanya sisa sembab atau mata memerah. Padahal dalam tradisi cina setempat, anak-cucu dan kerabat yang ditinggalkan harus menangis untuk apa tepatnya saya tidak pernah tahu. Bahkan saya pernah mendengar dari orang tua saya bahwa jaman dulu orang-orang cina yang ditinggalkan itu rela membayar orang hanya untuk menangis siang-malam. Sampai sekarang saya tidak mengerti apa maksud dari tradisi tersebut karena saya tidak pernah mengalaminya sendiri. Walaupun saya berasal dari keluarga cina yang percaya dengan takhayul, saya sendiri terus meragukan hal tersebut. Kadang percaya, kadang tidak sewaktu saya belum menerima Kristus.


Sebab ada kekuatan-Nya dalam kelemahan saya. Ketika Mama saya berpulang seharusnya saya mengalami "raungan" tangisan yang tidak mampu saya tahan. Apalagi Mama sudah menjadi urat nadi kehidupan saya dimana semua kesedihan dan kegembiraan selalu ditumpahkan kepada Mama. Namun pada titik ketika saya mengalami kebaikan Tuhan Yesus dalam hidup, saya mampu berkata sambil tersenyum kecil, “ini semua karena ada Tuhan Yesus.” Tanpa memberikan penjelasan apapun, setiap orang Kristiani tentunya akan mengerti. Dan pertanyaan yang sering sekali ditanyakan adalah, “kok kamu bisa tegar banget?” atau “kamu baik-baik ajah yah kan?” bahkan banyak senyuman sahabat (yang terlihat lega dengan keadaan saya yang  porak-poranda) yang membuat saya mengucap syukur bahwa kekuatan Tuhan luar biasa, melebihi ekspektasi saya, apalagi saya terkenal sebagai orang yang mudah menangis bersinggungan dengan Mama yang saya sayangi. Yah, saya menangis dan meratap tanpa perlu saya tunjukkan kepada siapapun selain Tuhan Yesus pada saat itu. Itukah yang sering dihakimi bahwa orang Kristiani tidak menyayangi orang tua hanya karena mereka tidak memerlihatkan kesedihan yang berlebihan? Tidak ada seorang pun yang mengerti hati orang lain dengan begitu baik kecuali Tuhan Yesus.

Tentu, seperti Abraham setelah meratap dan menangis, dia bangkit kembali untuk mengurus jenazah Sara. Seperti itu pula baiknya pekerjaan Tuhan dalam hidup saya ketika saya dimampukan untuk mengurus semua itu dengan baik. Kekuatan yang tidak pernah terlintas dan kita mengerti, sampai ketika kita mengalaminya sendiri. Pastinya, itu bukan kekuatan saya. 

Kebanyakan orang berpendapat terhadap situasi saya dimana sebagian dari mereka mungkin akan menangis meraung-raung, kebingungan, atau apapun yang bisa melemahkan kekuatan, pikiran dan perasaan mereka. Tetapi Tuhan tidak memberikan roh lemah kepada anak-anakNya dan bersyukur bahwa kami (saya dan keluarga) diberikan Roh Kuat di dalam Dia sehingga setiap orang-orang dapat melihat, ini loh karya kekuatan-Nya Tuhan (tidak ada maksud memegahkan saya dan keluarga tetapi lebih memegahkan Tuhan Yesus yang luar biasa). Meskipun ada kendala-kendala namun semuanya selesai dengan sangat baik dan lancar.

Kita tidak dikehendaki untuk berlarut-larut dalam ratapan dan tangisan. Seperti Abraham, kita diharapkan untuk bangkit dan melanjutkan hidup. Mungkin ada misi-misi memuliakan-Nya yang dirindukan oleh kerabat, orang tua, atau sahabat kita yang berpulang duluan, jika kita tergerak untuk melanjutkan misi dan kita mampu melakukannya, lakukanlah dan jadikan motivasi yang baik dalam hidup kita serta minta tuntunan-Nya yang benar.

Yah, menjawab orang-orang yang mengatakan Kristiani tidak menyayangi orang tuanya itu sepenuhnya salah. Saya sendiri menyanyangi orang tua dengan meminta tuntunan Tuhan karena saya sendiri mengetahui bahwa saya tidak sempurna. Kalaupun hari-hari ini, saya terlihat tegar itu sekali lagi karena Peran-Nya sehingga sesulit apapun saya hanya mencari Dia yang memelihara saya; menangis, meratap, dan mencari pertolongan di dalam Dia. Menyayangi orang tua dengan cara; tidak memerlihatkan beban dan tanggungan hidup yang mungkin sangat sulit untuk kita lewati. Hanya sekedar memberikan mereka ruang lega agar tidak ikut menanggung beban berat yang seharusnya menjadi tanggungan kita dan keluarga kecil kita sekarang ataupun nanti. Tanggungan beban kita pula dapat kita bawa ke dalam sharing dengan saudara seiman setelah meminta penyertaan Tuhan Yesus dalam hidup kita. God First!

Percayalah kepada-Nya setiap waktu, hai umat, curahkanlah isi hatimu di hadapan-Nya; Allah ialah tempat perlindungan kita. (Mazmur 62:8)
Tuhan Yesus memberkati
-----
Lily Zhang

Friday, May 29, 2015

Berharap-harap cemas



Ayat bacaan : Kejadian 18:1-15
Jadi tertawalah Sara dalam hatinya, katanya: "Akan berahikah aku, setelah aku sudah layu, sedangkan tuanku sudah tua?" (Kejadian 18:12)
link

Pernahkah kita mempertanyakan pekerjaan Tuhan yang terasa mustahil di pikiran kita? Hanya diri kita yang bisa menjawab di hati dengan jujur apa yang kita rasakan. Apakah kita sama dengan Sara dan Abraham (Kejadian 17:17) yang tidak ditemukan iman di dalamnya? Mereka bersikap seperti itu karena mereka membiarkan kelemahan mereka menguasai diri, itu yang dikenal kecemasan. Tuhan berjanji di usia senja mereka. Kecemasan menuntun langkah mereka bahkan membuat keduanya harus mengambil Hagar untuk melahirkan keturunan untuk Abraham. Di sini juga, Sara cemas dengan usianya yang tua dan tidak percaya dengan dirinya yang telah mati haid.

Thursday, February 19, 2015

Menghapus dosa yang besar



“Ada dua orang yang berhutang kepada seorang pelepas uang. Yang seorang berhutang lima ratus dinar, yang lain lima puluh. Karena mereka tidak sanggup membayar, maka ia menghapuskan hutang kedua orang itu. Siapakah di antara mereka yang akan terlebih mengasihi dia? (Lukas 7:41-42)
link

Banyak kesaksian yang sudah saya lihat tentang pertobatan pecandu narkoba, pekerja seks, bahkan dukun. Kadang kala, saya berpikir bagaimana mereka yang dahulu memiliki hidup seburuk itu kemudian berdiri menjadi seorang pengkhotbah, ada di antaranya menjadi pendeta? Mengapa mereka yang dipilih?

Namun semakin saya mendalami dengan membaca alkitab, berbagai jawaban muncul yakni pertama kasih karunia Allah kepada manusia, dan kedua adalah ayat-ayat yang selaras yaitu seseorang memberikan kasihnya besar karena Tuhan mengubahkan hidupnya, mendapat pengampunan besar dari Tuhan. Itu sama halnya seperti orang yang berhutang lima ratus dinar dan hutangnya dihapus. 

Tuesday, February 17, 2015

Mulai membaca


“Mengapa kamu berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan? (Lukas 6:46)
https://twitter.com/ayatdarialkitab

Apa bedanya antara orang yang mendirikan rumah dengan dasar yang tertancap dalam dengan orang yang tidak memiliki dasar? Jelas, ketika banjir datang yang satu akan selamat dan yang lain akan terhanyut dan roboh.

Begitu pula kehidupan rohani kita. Tidak hanya berteriak-teriak dan memuliakan Tuhan hanya dengan mulut sementara perbuatan masih sama dengan orang fasik. Seperti orang beriman yang masih sering berbohong, mencemooh, bahkan bermegah dalam harta duniawinya. 

Friday, February 13, 2015

Orang Kaya Orang Miskin



Tetapi celakalah kamu, hai kamu yang kaya, karena dalam kekayaanmu kamu telah memperoleh penghiburanmu. (Lukas 6:24)

Orang miskin memperoleh penghiburan dari janji-janji Tuhan, berharap penuh kepada Tuhan. Sebab mereka mengandalkan kekuatan Tuhan untuk menyertai sepanjang hari mereka. Sementara sebagian orang kaya bermegah karena kekuatan tangan mereka yang memberikan mereka kehidupan yang mewah.
http://pacificrim.wikia.com/wiki/File:Mammon.1.jpg

Orang-orang cenderung lupa kepada Tuhan saat mereka dalam kelimpahan, seperti itu pula yang terdapat pada Lukas 6:24 mengenai kelimpahan yang memiskinkan hubungan mereka dengan Tuhan. Orang-orang seperti itu dapat melakukan apa saja dengan uang mereka. Semua yang ada di dunia mampu mereka peroleh dengan uang dan segala masalah tidak begitu berarti, karena ada orang berkata “uang dapat membeli segalanya”.

Monday, December 15, 2014

[Short Fiction Story] Janji Sinterklas



“Mama!” jeritmu ketika langkah Mama semakin menjauh sementara tangan kokoh Papa memaksamu untuk tetap berada di sampingnya. Lonceng gereja maupun kidung natal tidak memeriahkan malammu. Kamu menangis tersedu-sedu meskipun bayangan Mamamu telah hilang ditelan kegelapan. Bahkan Papamu tidak peduli ketika kamu tidak juga ingin beranjak dari depan pagar.
 “Ma ... ma,” mulutmu tak berhenti bergumam dan matamu tak juga berhenti memandang di kegelapan malam. Malam sudah mulai membuatmu mengigil, namun tidak membuatmu enggan melangkah sedikit pun untuk menghangatkan diri di dalam rumah berdua bersama Papa.

Saturday, December 13, 2014

Datang dan kembali daripada-Nya



Maka janganlah kaukatakan dalam hatimu: Kekuasaanku dan kekuatan tangankulah yang membuat aku memperoleh kekayaan ini. (Ulangan 8:17)

Waktu-waktu sekarang, di mana orang-orang terus memeringatkan bahwa akhir zaman sudah begitu dekat. Muncul juga sifat-sifat egoisme yang membuat sebagian orang menganggap apa yang diperoleh saat ini merupakan kerja keras yang telah dia lakukan bertahun-tahun. Namun patut diingat, apabila semuanya tidak Tuhan ijinkan terjadi, maka sekeras apapun berusaha semuanya hanya akan sia-sia saja.
link di sini

Saya pernah bertemu dengan orang, “ndak perlu doa-doa buat jadi kaya, kalo nggak berusaha juga percuma” sambil mencibir bahwa doa seakan-akan usaha menjaring angin. Menurut saya itu SALAH BESAR. Memang doa tanpa usaha itu juga percuma karena Tuhan tidak pernah mengajarkan kita untuk berdiam diri dan hanya menunggu secara ajaib ‘hujan kelimpahan’ dalam hidup kita. Namun tentu saja tidak ada kelimpahan tanpa kesetiaan kita kepada Tuhan. Kalaupun orang-orang seperti itu hidup berkelimpahan dalam dunia, sesungguhnya dia hanya mendapat satu dari dua kelimpahan itu sendiri. Serta ada harga ‘mahal’ yang harus dia bayar. Semuanya bukan berasal dari kuasa Tuhan.

Tuesday, December 9, 2014

Saya ragu, saya tidak mengalami



Yesus menjawab mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu percaya dan tidak bimbang, kamu bukan saja akan dapat berbuat apa yang Kuperbuat dengan pohon ara itu, tetapi juga jikalau kamu berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! Hal itu akan terjadi. (Matius 21:21)
http://johnkrohn.blogspot.com/2013/07/when-there-is-no-miracle.html

Mengapa mujizat kesembuhan tidak diterima oleh setiap orang meskipun mereka sudah berusaha bergantung kepada Tuhan? Percaya kepada Tuhan saja tidak cukup dengan kata-kata dalam doa saja, tetapi butuh perbuatan untuk membuktikan perkataan iman kita.

Dalam iman kita kepada-Nya hendaknya kita tidak memelihara keraguan yang hanya akan menghambat mujizat bahkan menjatuhkan iman kita. Pengalaman pribadi saya ketika sedang berusaha meminta belas kasihan Tuhan, saya tidak percaya pribadi seperti saya boleh dan layak menerima mujizat Tuhan. Hal itu berdampak pada kejatuh-bangkit-jatuh iman saya yang terjadi sepanjang masa kelemahan saya.

Wednesday, November 26, 2014

Berdoa saja



Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mendengarkan kamu; (Yeremia 29:12)
http://imgarcade.com/1/berdoa-kristen/

“Berdoa saja.” Itu dua kata yang paling tepat ketika seseorang sedang dilanda masalah. Seperti kisah yang dialami seorang gadis di mana orang tuanya menentang pernikahannya dengan alasan yang tidak bisa ditawar lagi. Dia mulai menangis ketika bercerita bahwa orang tuanya memperlakukan dia tidak selayaknya seorang anak, bahkan untuk menikah saja dia dihalang-halangi sementara saudara lainnya diperbolehkan. Dia memendam semua itu sendirian tanpa berani menentang orang tuanya.

Thursday, November 20, 2014

[PhotoWords] Hanya berharap

Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu, hai semua orang yang berharap kepada TUHAN!  (Mazmur 31:24)

Mentari selalu terbit di pagi hari namun pelangi jarang muncul bersama fajar. 

Harapan itu seperti seseorang yang setiap hari berdiri menghadap langit. Setiap hari dia hanya memandang mentari datanag menyapa dan kemudian semuanya menjadi semu dan membosankan.
Saat itu, timbul harapan untuk sesuatu yang berbeda, dia tidak tahu itu apa. Dia juga tidak mengerti bagaimana membuat rona langit fajar menjadi berbeda.

Namun dia tetap berharap, dia menanti, terus menunggu. Dia tahu langit terlalu jauh untuk dia jangkau, hal mustahil yang tidak dapat dia lakukan itu memberi rona yang berbeda pada langit.
Namun kemudian ketika dia mulai menaruh pengharapan, tentu dia berharap keajaiban datang dan keajaiban itu hanya dari pencipta langit.

Dia menanti dengan menggantungkan harapan Pencipta akan memberi rona berbeda di langit fajar.
Dan suatu kali, pelangi yang jarang bersua dengan fajar pun menjalin warnanya yang terlihat indah dan tentu saja...

Berbeda.

Tuhan Yesus memberkati
----
Lily Zhang