Showing posts with label On Fire. Show all posts
Showing posts with label On Fire. Show all posts

Thursday, June 11, 2015

Deklarasi Kebanggaan

Ayat bacaan Kejadian 21:1-7
Lagi katanya: “Siapakah tadinya yang dapat mengatakan kepada Abraham: “Sara menyusui anak? Namun aku telah melahirkan seorang anak laki-laki baginya pada masa tuanya.” (Kejadian 21:7)
link

Kejadian 18:12 memerlihatkan bahwa betapa tidak percayainya Sara terhadap Firman Tuhan yang disampaikan kepada Abraham. Namun sebaliknya, pada ayat Kejadian 21:7 mencerminkan kebanggaan Sara akan pekerjaan Tuhan dalam hidupnya. Selama ini, Sara menyimpan kesedihan bahwa dia tidak akan bisa melahirkan anak bagi Abraham dan meneruskan keturunannya. Tidak ada lagi yang akan mempertanyakan bahwa “Sara menyusui anak?” karena janji Tuhan telah digenapi dengan kelahiran Ishak. Dapat dibaca betapa antusias kebangaan Sara ketika melahirkan Ishak pada masa tuanya.


Seringkah kita bergembira atas segala pekerjaan Tuhan baik yang berupa supranatural ataupun melalui “alat-Nya”?

Saturday, May 2, 2015

Stempel Agama



Lalu ia berkata kepada pengurus kebun anggur itu: Sudah tiga tahun aku datang mencari buah pada pohon ara ini dan aku tidak menemukannya. Tebanglah pohon ini! Untuk apa ia hidup di tanah ini dengan percuma! (Lukas 13:7)
http://www.stempelschmidt.de/start.html

Perumpamaan yang diperkatakan oleh Tuhan Yesus ini seperti iman yang tidak pernah berbuah meskipun telah mengikuti Kristus bertahun-tahun. Akhir-akhir ini, sebagian orang menganggap perkara kecil Kristus tidaklah penting. Orang-orang mulai menghindari Gereja, jarang berdoa, bahkan jarang mengandalkan Kristus dalam setiap perkara hidup. Hidup sebagai Kristen hanya sebagai stempel religiusnya dan mungkin hanya tercatat di kartu tanda pengenal.

Paling menyedihkan di kala orang-orang berkata, “buat apa berdoa terus, lakukan dan cari jalan keluar, doa tidak akan menolong.” Atau mereka akan berkata, “jangan cuma berdoa terus.” Memang benar doa tanpa usaha adalah nihil sebab Tuhan tidak pernah mengajarkan kita untuk malas berusaha. Namun usaha tanpa doa pun percuma. Setuju? Doa membuka jalan yang buntu, banyak kesaksian ajaibNya Tuhan ketika menghendaki kelimpahan terjadi dalam hidup seseorang.

Thursday, March 26, 2015

Meng-“HIDUP”-kan Kekuatan Tuhan



Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya: “Rabi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?” Jawab Yesus: “Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia. (Yohanes 9:2-3)

LINK
Membaca ayat ini membuat saya teringat dengan kalimat sahabat saya, “apakah kita terlahir ke dunia untuk menebus kesalahan kita kehidupan lampau kita? Saya tidak percaya dengan semua kepercayaan papa.”

1Saya pun tidak percaya. Apakah segitu-“nya” Tuhan sehingga Dia menginginkan kita menebus kesalahan kita? 

2“Sejak terlahir ke dunia, kita tidak memiliki waktu cukup untuk saling mencintai”- i hear your voice, K-drama.

Sunday, February 22, 2015

Gila Hormat



Celakalah kamu, hai orang-orang Farisi, sebab kamu suka duduk di tempat terdepan di rumah ibadat dan suka menerima penghormatan di pasar. (Lukas 11:43)

Ada banyak cara orang untuk menarik perhatian orang banyak. Saya pernah menjumpai beberapa orang yang suka memegahkan diri seolah-olah tidak ada yang jauh lebih rohani dibandingkan dengan dia. Dia akan mulai mencari perhatian dengan berbagai cara, entah dengan bernyanyi keras-keras ataupun ketika tengah menasehati orang lain tanpa berpikir apa yang telah dilakukannya. 

Monday, February 2, 2015

Tidak usah berdebat



Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka. (Markus 16:17)

Sebelum Tuhan Yesus terangkat ke Sorga, Dia banyak berpesan kepada murid-muridNya. Namun di sini, saya tidak membahas detil apa yang telah difirmankan, tetapi penekananan pada “bahasa-bahasa baru”.
http://www.andreasloanka.com/2012/05/01/karunia-bahasa-roh-1/


Baru-baru ini, saya sempat menyaksikan khotbah tentang bahasa roh dan kontroversialnya. Banyak doktrin-doktrin kristen yang mempercayainya dan banyak juga yang memisahkan diri atas kepercayaan terhadap bahasa roh. Tetapi secara jelas, kita dapat melihat bahkan Tuhan Yesus sendiri sudah berbicara tentang bahasa baru ini. Seperti pentakosta pertama di mana murid-muridNya bisa berbicara dalam bahasa asing. Menurut saya, bahasa baru dalam pimpinan roh itulah bahasa roh. Juga bahasa roh sesungguhnya tidak dimengerti manusia apabila tidak ada dikarunia penafsiran bahasa roh (1 Korintus 14:2).

Banyak sekali saya mendengar penyangkalan bahasa roh seperti 

Bahasa roh buat orang kurang percaya

Beruntung sekali, saya bisa menemukan firman Tuhan yang mengatakan bahasa baru seperti itu dikaruniakan justru kepada orang percaya. Ayat ini begitu jelas dan singkat telah menjelaskan berbagai alasan penyangkalan orang yang tidak percaya pada bahasa Roh. Mengalami bahasa Roh di masa kini, saya belum menemukan kesaksian orang kurang percaya yang memperoleh bahasa Roh. Justru sebaliknya, semakin dalam penyembahan dan sekutu manusia dengan Tuhan semakin beragam bahasa Roh yang diucapkannya.

Bahasa yang tidak dimengerti

Pada 1 Korintus 14:2 menjelaskan bahwa bahasa roh memang tidak diperuntukkan manusia, tetapi komunikasi super rahasia dengan Allah. Oleh karena itu bahasa Roh Kudus yang ada dalam diri kita yang membimbing kita berkomunikasi secara rahasia dengan Allah. Bahkan bisa mengucapkan berbagai perkara yang mungkin tidak terkatakan. Terkadang malah nurani mampu mengetahui apa yang tengah kita doakan melalui bahasa roh, bahkan Tuhan mampu menaruh hikmat dan kehendak-Nya dalam hati kita. (Sebagian orang percaya yang berbahasa roh malah diberi penglihatan dan pendengaran)

Ikut-ikutan

Bahasa roh merupakan karunia, tidak bisa seseorang ikut-ikutan, bahkan tidak bisa diajarkan. Namun ketika seseorang sungguh-sungguh meminta, Tuhan akan mendengarkan-Nya. Sebab Tuhan telah menjanjikan bahwa apapun yang engkau minta dengan sungguh-sungguh, Tuhan mendengar dan mengabulkan-Nya. Bahkan ketika seseorang beribadah dan mendengar dengan sungguh-sungguh, akan ada perbedaan antara bahasa roh yang ikut-ikutan dan bahasa roh dalam pimpinan Roh Kudus. Bahkan jikalau kita tidak bisa dan berusaha mengikuti bahasa roh, bisa dijamin lidah kita yang terpleset atau terplintir dan dengan sangat mudah kelelahan.

Karunia egois yang membangun diri sendiri

Memang seperti yang ditulis di Korintus bahwa karunia bahasa roh itu membangun diri sendiri. Namun apakah kita yakin bahwa itu sesuatu yang egois? Jika sempat saja seseorang mengalami, kita akan mengerti bahwa itu karunia yang luar biasa di mana dari sana kita bisa berbuat banyak. Kita bisa membagi energi positif di mana ketika beribadah dan berdoa bersama dengan orang-orang lainnya. Mereka bisa saling membagi. Bahkan ada kisah di mana seseorang yang tidak bisa berbahasa roh ikut dalam doa dengan mereka yang bisa berbahasa roh, tebak apa yang terjadi? Semula orang tersebut yang menyimpan berbagai kepahitan, dengan kuasa nama Tuhan Yesus dan karunia yang Tuhan titipkan, orang tersebut dipulihkan. Semua kepahitan yang mengganjal itu menghilang begitu saja. Dia terlepas dari kesedihannya. Nah, apakah hadirat-Nya tidak bisa ditransfer lewat bahasa roh?

Menjaga tingkah langkah sendiri, dengan berbahasa roh, api kerinduan kita terhadap Tuhan akan tetap berkobar. Bejana kita akan terus terisi berulang kali, sehingga rasa kemarahan, benci, dan dendam tentu akan jauh daripada orang percaya yang bergantung penuh kepada Tuhan. Seseorang itu akan menjaga tingkah langkah agar tidak melukai Tuhan Yesus yang selalu dirindukannya.

Bahkan kita bisa berdoa dengan bahasa roh. Bisa berdoa untuk kesulitan sendiri ataupun orang lain. Namun ketika dalam pimpinan roh, kita yang bisa berbahasa roh akan lebih fokus dalam syafaat dibandingkan diri sendiri. Kita semua tahu bahwa berdoa itu sangat besar efeknya, bahkan dengan doa saja kita bisa mengubahkan hati seseorang. Sebab dari doa pula, kita akan melangkah lebih dekat dengan Tuhan kita.

See? Sebenarnya apabila kita tahu bagaimana bahasa itu, karunia ini tidak lagi perlu perdebatan karena setiap manusia bisa memandang secara berbeda. Tidak perlu berlogika dan menyelidiki hal-hal keTuhanan yang pasti tidak kita pahami, sebab pengertian akan Tuhan itu tidak akan pernah dapat kita selami. Namun selama Tuhan memberi apa yang harus kita terima, maka terima saja.
Ada beberapa cerita yang saya dengar, setelah karunia bahasa roh menyusul karunia-karunia lain seperti salah satunya bernubuat atau berkata-kata dalam hikmat. Seperti yang kita tahu, sebelum bisa berbuat banyak kepada orang lain (apalagi membangun jemaat) kita harus terlebih dahulu membangun diri sendiri. 

Namun di luar daripada itu, jangan menjadikan karunia ini seperti keharusan dalam segala hal tentang Tuhan. Sebab karunia terbesar dalam hidup kita adalah KASIH KARUNIA di mana setiap orang telah menerimanya dalam hidup. Bisa atau tidak itu tidak menjadi keharusan. Namun apabila kita menginginkannya, mintalah terus kepada Tuhan, atau kita bisa mencoba merenungkan karunia seperti apa yang telah Tuhan berikan dalam hidup kita seperti karunia bernubuat, berkata hikmat, melayani, mengajar, menasehati, dan lain sebagainya. 

Guys, setiap orang memiliki karunia yang berbeda dan bisa lebih jika Tuhan berkehendak.

Tuhan Yesus memberkati
-----
Lily Zhang

Saturday, January 24, 2015

Setelah bertobat



“Apabila roh jahat keluar dari manusia, ia pun mengembara ke tempat-tempat yang tandus mencari perhentian. Tetapi ia tidak mendapatkannya. Lalu ia keluar dan mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat dari padanya dan mereka masuk dan berdiam di situ. (Matius 12:43,45a)

Mendapat hidup yang baru, kita perlu bertobat dan dipermandikan sebagai kelahiran roh. Namun apabila yang terjadi adalah ketika setelah bertobat, kita masih juga melakukan kesalahan-kesalahan orang fasik?

Friday, December 5, 2014

Perubahan si Pendiam



Maka Yesus berkata kepada mereka: “Seorang nabi dihormati di mana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri, di antara kaum keluarganya dan di rumahnya.” (Markus 6:4)
http://upize.blogspot.com/2014/03/cerita-42-pendiam-vs-banyak-bicara.html

Apabila ada yang bertanya, “mengapa tidak ada mujizat yang terjadi di Nazaret?” atau “mengapa Yesus tidak mengadakan mujizat di tempat-Nya dibesarkan?”

Mari melihat pada Markus pasal ke 6, ayat 1-5 yang menjelaskan bahwa orang-orang Nazaret mengenal Yesus sebagai anak Yusuf dan Maria, memiliki beberapa adik-adik. Di sana, tidak ada yang percaya kalau Yesus adalah utusan-Nya untuk menyembuhkan orang yang ‘sakit’ dan untuk menolong manusia yang berdosa. Ketidakpercayaan mereka, menjauhkan orang-orang Nazaret dari mujizat, Tuhan Yesus tidak dapat mengadakan mujizat karena Dia tidak menemukan iman daripada mereka.

Wednesday, November 26, 2014

Berdoa saja



Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mendengarkan kamu; (Yeremia 29:12)
http://imgarcade.com/1/berdoa-kristen/

“Berdoa saja.” Itu dua kata yang paling tepat ketika seseorang sedang dilanda masalah. Seperti kisah yang dialami seorang gadis di mana orang tuanya menentang pernikahannya dengan alasan yang tidak bisa ditawar lagi. Dia mulai menangis ketika bercerita bahwa orang tuanya memperlakukan dia tidak selayaknya seorang anak, bahkan untuk menikah saja dia dihalang-halangi sementara saudara lainnya diperbolehkan. Dia memendam semua itu sendirian tanpa berani menentang orang tuanya.

Tuesday, November 25, 2014

Keuntungan yang haram



Dan mereka datang kepadamu seperti rakyat berkerumun dan duduk di hadapanmu sebagai umat-Ku, mereka mendengar apa yang kauucapkan, tetapi mereka tidak melakukannya; mulutnya penuh dengan kata-kata cinta kasih, tetapi hati mereka mengejar keuntungan yang haram. (Yehezkiel 33:31)

Banyaknya nubuatan tentang penghianatan umat-Nya bersama dengan tanda-tanda yang diberikan membuat semua dari kita patut untuk mengoreksi diri. Apakah selama ini, kita sudah menunjukkan cinta kasih kepada sesama dan masih mengejar keuntungan-keuntungan daging?

Friday, November 21, 2014

Kenapa harus malu?



Hormatilah ayahmu dan ibumu, seperti yang diperintahkan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, supaya lanjut umurmu dan baik keadaanmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu. (Ulangan 5:16)

Seorang cowok tidak mau ngaku waktu ditanya teman ceweknya kalau Papanya berjualan kue. Kenapa? Karena dia malu dengan pekerjaan Papanya. Apalagi cowok itu berteman di lingkungan bonafit dengan Papa teman-temannya yang adalah pemilik perusahaan. Girls, sebenarnya mengapa kita harus malu dengan kehidupan nyata kita yang sebenarnya? 
Picture by http://www.law.harvard.edu/students/dean/parents.php