Showing posts with label Janji Tuhan. Show all posts
Showing posts with label Janji Tuhan. Show all posts

Saturday, July 4, 2015

Belum Cukup?


Ayat Bacaan Matius 6:5-15
Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya (Matius 6:11)
link

Bacaan ini merupakan nasehat Tuhan Yesus yang mengajarkan bagaimana kita untuk berdoa. Kristiani tidak mendikte bagaimana cara kita berdoa tetapi ajaran hal berdoa yang datang dari Tuhan Yesus perlu kita teladani. Namun hari ini, kita tidak mengangkat topik perikop ini tentang hal berdoa. Hanya mengingatkan bahwa tidaklah perlu kita berdoa memutar-mutar panjang agar Tuhan mengabulkan keinginan kita, sesungguhnya Dia telah mengetahui apa yang kita perlukan. Tuhan Yesus mengajarkan bahwa kecukupan doa dapat dibaca pada Matius 6:5-15.

Nah, bagaimana perihal ayat nas hari ini? Di sini, secukupnya ditebalkan, mengapa? Saya merasa akan sangat menarik bahwa kita membahas tentang kecukupan hidup kita. Makanan secukupnya menurut Tuhan bisa berarti ketika kecil, kita diberikan makan setengah piring nasi namun setelah besar, kita diberikan makan satu piring nasi.

Friday, May 29, 2015

Berharap-harap cemas



Ayat bacaan : Kejadian 18:1-15
Jadi tertawalah Sara dalam hatinya, katanya: "Akan berahikah aku, setelah aku sudah layu, sedangkan tuanku sudah tua?" (Kejadian 18:12)
link

Pernahkah kita mempertanyakan pekerjaan Tuhan yang terasa mustahil di pikiran kita? Hanya diri kita yang bisa menjawab di hati dengan jujur apa yang kita rasakan. Apakah kita sama dengan Sara dan Abraham (Kejadian 17:17) yang tidak ditemukan iman di dalamnya? Mereka bersikap seperti itu karena mereka membiarkan kelemahan mereka menguasai diri, itu yang dikenal kecemasan. Tuhan berjanji di usia senja mereka. Kecemasan menuntun langkah mereka bahkan membuat keduanya harus mengambil Hagar untuk melahirkan keturunan untuk Abraham. Di sini juga, Sara cemas dengan usianya yang tua dan tidak percaya dengan dirinya yang telah mati haid.

Friday, May 15, 2015

Sodom di balik Lembah Yordan



Ayat bacaan Kejadian 13:1-18

Lalu Lot melayangkan pandangnya dan dilihatnyalah, bahwa seluruh Lembah Yordan banyak airnya, seperti taman Tuhan, seperti tanah Mesir, sampai ke Zoar. (Kejadian 13:10)
link

Perselisihan antara gembala Abram dan Lot menyebabkan perpecahan di antara mereka. Abram membebaskan Lot untuk memilih terlebih dahulu tanah yang diinginkannya. Pada ayat ke sepuluh, Lot jelas memilih tanah yang terlihat subur dengan kekayaan alamnya. Namun apa yang terlihat tidak selamanya baik. Pada ayat ke duabelas dikatakan bahwa Lot malah berkemah di dekat Sodom yang sangat jahat dan berdosa (ayat 13). Ternyata dibalik semua keindahan Lembah Yordan berdekatan dengan Sodom yang keji. Yah Sodom berada di Lembah Yordan, tanah yang dipilih Lot.

Keseringan keserakahan memang akan berujung pada maut dalam banyak arti. Maut berarti kematian secara fisik, rohani, ataupun mental. Kisah Lot pun berulang pada manusia masa kini. Banyak sekali saya melihat seorang karyawan yang berhenti dari sebuah perusahaan X dan masuk ke perusahaan Y namun tidak seperti ekpektasinya. Sebuah perusahaan Y yang awalnya dilihatnya penuh kelimpahan dan mungkin karyawan tipe serakah ini hanya memikirkan kelimpahan tanpa berspekulasi dengan resiko dan tanggung jawab yang harus dipikulnya. Di perusahaan Y dia akan melihat Sodom yang sukar diatasinya. Bahkan dia mungkin akan kewalahan dengan kekejian Sodom di luar ekspektasinya. Dan kemudian mental yang hanya memandang kelimpahan itu akan segera menyerah.

Saturday, May 9, 2015

Menelan bulat-bulat


Ayat bacaan Kejadian 12:1-9
Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu; (Kejadian 12:1)
http://raredistro.com/shop/13530

Saya punya seorang sahabat yang penurut banget. Kalau ibunya menyuruhnya jangan pulang malam, maka sebelum waktunya dia akan buru-buru pulang. Kalau saya menganjurkannya untuk makan ini atau itu, walaupun bukan makanan yang enak pun dia akan makan demi kesehatannya, malah dengan rajinnya. Semuanya dia lakukan karena dia percaya pada ibunya yang mencemaskan kebaikannya dan pada saya yang mengharapkan dia tetap sehat. Dan setelah merenung, saya tahu kalau dia percaya sepenuh hatinya. Karena apabila seseorang percaya setengah hati, dia tidak akan menelan bulat-bulat anjuran dan aturan yang dibuat orang lain. 

Thursday, April 30, 2015

Peringatan



Ayat bacaan Kejadian 4:1-16

Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya.” (Kejadian 4:7)
http://sipkd.magelangkab.go.id/vpn.php

Tuhan MahaMengetahui tentang hati Kain yang menjadi panas. Kecemburuannya telah merenggut nyawa adiknya. Dia mengijinkan iri hati menguasai hatinya padahal Tuhan telah mengingatkan dan memberikan peringatan kalau dosa telah berada begitu dekat dengannya. Tuhan tidak segera menghakimi meskipun Tuhan tahu kalau Kain telah dikuasai oleh iri hati dan amarah. Namun Kain tetap memilih untuk dikuasai oleh kecemburuannya sehingga dia membunuh adiknya. Dalam kasus Kain, kecemburuan telah menjerumuskan dalam penghukuman akibat dia tidak mengindahkan peringatan Tuhan. 

Peringatan? Pernahkah kita diberikan peringatan?

Monday, April 27, 2015

Menanti Busur-Nya



Ayat bacaan Kejadian 9:1-17

Jika busur itu ada di awan, maka Aku akan melihatnya, sehingga Aku mengingat perjanjian-Ku yang kekal antara Allah dan segala makhluk yang hidup, segala makhluk yang ada di bumi.” (Kejadian 9:16)
http://dreamatico.com/rainbow.html

Pelangi. Banyak kali kita mendengar lagu yang memasukkan unsur langit itu sebagai sebuah “harapan” bahwa pada suatu hari yang Tuhan kehendaki, akan ada keindahan yang membuat kita terkagum. Hari ini, saat penulis membaca kejadian 9:1-17 tentang busur yang ditaruh Allah di awan (ay. 13) seketika saja penulis berpikir bukankah busur itu identik dengan pelangi, setuju? Bentuk pelangi yang melengkung dan persis sama dengan busur.

Thursday, April 23, 2015

Half Faith


Ayat bacaan Kejadian 4:1-16
Setelah beberapa waktu lamanya, maka Kain mempersembahkan sebagian dari hasil tanah itu kepada TUHAN sebagai korban persembahan; Habel juga mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya; maka TUHAN mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu. (Kejadian 4:3-4)
http://www.beliefnet.com/columnists/everydayinspiration/2014/09/messages-of-faith.html

Habel telah memberikan seluruh persembahan pertamanya tanpa ragu, dia membakar lemak seluruh anak sulung kambing dombanya sebagai persembahan kepada Tuhan. Sementara Kain tidak rela memberikan seluruh persembahan pertamanya, dia malah hanya memberikan sebagian hasil tanahnya dan Tuhan tidak berkenan.

Dari hal di atas kita bisa berbicara tentang pilihan. Habel memilih untuk mengembalikan seluruhnya, dan keserakahan Kain memilih hanya mempersembahkan sebagian dari hasil tanahnya. Buah sulung di masa kini sangat sulit untuk dikerjakan karena keterikatan manusia dengan kenikmatan dunia begitu mendarah-daging. Sebagian orang mungkin berpikir bahwa seluruh hasil pertama mereka lebih baik disimpan atau ditabung untuk masa depan keluarga, sebagian berpikir bahwa tempat ibadah sudah terlalu berlimpah, sebagian lain berpikir bahwa tidak perlu totally mengikuti tradisi kekristenan, bahkan tidak menyangkal sebagian akan berpikir lebih baik buah sulung dibelikan sesuatu yang berguna atau terburuknya bertindak selayaknya Kain.

Thursday, March 26, 2015

Meng-“HIDUP”-kan Kekuatan Tuhan



Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya: “Rabi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?” Jawab Yesus: “Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia. (Yohanes 9:2-3)

LINK
Membaca ayat ini membuat saya teringat dengan kalimat sahabat saya, “apakah kita terlahir ke dunia untuk menebus kesalahan kita kehidupan lampau kita? Saya tidak percaya dengan semua kepercayaan papa.”

1Saya pun tidak percaya. Apakah segitu-“nya” Tuhan sehingga Dia menginginkan kita menebus kesalahan kita? 

2“Sejak terlahir ke dunia, kita tidak memiliki waktu cukup untuk saling mencintai”- i hear your voice, K-drama.

Tuesday, February 17, 2015

Mulai membaca


“Mengapa kamu berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan? (Lukas 6:46)
https://twitter.com/ayatdarialkitab

Apa bedanya antara orang yang mendirikan rumah dengan dasar yang tertancap dalam dengan orang yang tidak memiliki dasar? Jelas, ketika banjir datang yang satu akan selamat dan yang lain akan terhanyut dan roboh.

Begitu pula kehidupan rohani kita. Tidak hanya berteriak-teriak dan memuliakan Tuhan hanya dengan mulut sementara perbuatan masih sama dengan orang fasik. Seperti orang beriman yang masih sering berbohong, mencemooh, bahkan bermegah dalam harta duniawinya. 

Friday, February 13, 2015

Orang Kaya Orang Miskin



Tetapi celakalah kamu, hai kamu yang kaya, karena dalam kekayaanmu kamu telah memperoleh penghiburanmu. (Lukas 6:24)

Orang miskin memperoleh penghiburan dari janji-janji Tuhan, berharap penuh kepada Tuhan. Sebab mereka mengandalkan kekuatan Tuhan untuk menyertai sepanjang hari mereka. Sementara sebagian orang kaya bermegah karena kekuatan tangan mereka yang memberikan mereka kehidupan yang mewah.
http://pacificrim.wikia.com/wiki/File:Mammon.1.jpg

Orang-orang cenderung lupa kepada Tuhan saat mereka dalam kelimpahan, seperti itu pula yang terdapat pada Lukas 6:24 mengenai kelimpahan yang memiskinkan hubungan mereka dengan Tuhan. Orang-orang seperti itu dapat melakukan apa saja dengan uang mereka. Semua yang ada di dunia mampu mereka peroleh dengan uang dan segala masalah tidak begitu berarti, karena ada orang berkata “uang dapat membeli segalanya”.

Monday, February 2, 2015

Tidak usah berdebat



Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka. (Markus 16:17)

Sebelum Tuhan Yesus terangkat ke Sorga, Dia banyak berpesan kepada murid-muridNya. Namun di sini, saya tidak membahas detil apa yang telah difirmankan, tetapi penekananan pada “bahasa-bahasa baru”.
http://www.andreasloanka.com/2012/05/01/karunia-bahasa-roh-1/


Baru-baru ini, saya sempat menyaksikan khotbah tentang bahasa roh dan kontroversialnya. Banyak doktrin-doktrin kristen yang mempercayainya dan banyak juga yang memisahkan diri atas kepercayaan terhadap bahasa roh. Tetapi secara jelas, kita dapat melihat bahkan Tuhan Yesus sendiri sudah berbicara tentang bahasa baru ini. Seperti pentakosta pertama di mana murid-muridNya bisa berbicara dalam bahasa asing. Menurut saya, bahasa baru dalam pimpinan roh itulah bahasa roh. Juga bahasa roh sesungguhnya tidak dimengerti manusia apabila tidak ada dikarunia penafsiran bahasa roh (1 Korintus 14:2).

Banyak sekali saya mendengar penyangkalan bahasa roh seperti 

Bahasa roh buat orang kurang percaya

Beruntung sekali, saya bisa menemukan firman Tuhan yang mengatakan bahasa baru seperti itu dikaruniakan justru kepada orang percaya. Ayat ini begitu jelas dan singkat telah menjelaskan berbagai alasan penyangkalan orang yang tidak percaya pada bahasa Roh. Mengalami bahasa Roh di masa kini, saya belum menemukan kesaksian orang kurang percaya yang memperoleh bahasa Roh. Justru sebaliknya, semakin dalam penyembahan dan sekutu manusia dengan Tuhan semakin beragam bahasa Roh yang diucapkannya.

Bahasa yang tidak dimengerti

Pada 1 Korintus 14:2 menjelaskan bahwa bahasa roh memang tidak diperuntukkan manusia, tetapi komunikasi super rahasia dengan Allah. Oleh karena itu bahasa Roh Kudus yang ada dalam diri kita yang membimbing kita berkomunikasi secara rahasia dengan Allah. Bahkan bisa mengucapkan berbagai perkara yang mungkin tidak terkatakan. Terkadang malah nurani mampu mengetahui apa yang tengah kita doakan melalui bahasa roh, bahkan Tuhan mampu menaruh hikmat dan kehendak-Nya dalam hati kita. (Sebagian orang percaya yang berbahasa roh malah diberi penglihatan dan pendengaran)

Ikut-ikutan

Bahasa roh merupakan karunia, tidak bisa seseorang ikut-ikutan, bahkan tidak bisa diajarkan. Namun ketika seseorang sungguh-sungguh meminta, Tuhan akan mendengarkan-Nya. Sebab Tuhan telah menjanjikan bahwa apapun yang engkau minta dengan sungguh-sungguh, Tuhan mendengar dan mengabulkan-Nya. Bahkan ketika seseorang beribadah dan mendengar dengan sungguh-sungguh, akan ada perbedaan antara bahasa roh yang ikut-ikutan dan bahasa roh dalam pimpinan Roh Kudus. Bahkan jikalau kita tidak bisa dan berusaha mengikuti bahasa roh, bisa dijamin lidah kita yang terpleset atau terplintir dan dengan sangat mudah kelelahan.

Karunia egois yang membangun diri sendiri

Memang seperti yang ditulis di Korintus bahwa karunia bahasa roh itu membangun diri sendiri. Namun apakah kita yakin bahwa itu sesuatu yang egois? Jika sempat saja seseorang mengalami, kita akan mengerti bahwa itu karunia yang luar biasa di mana dari sana kita bisa berbuat banyak. Kita bisa membagi energi positif di mana ketika beribadah dan berdoa bersama dengan orang-orang lainnya. Mereka bisa saling membagi. Bahkan ada kisah di mana seseorang yang tidak bisa berbahasa roh ikut dalam doa dengan mereka yang bisa berbahasa roh, tebak apa yang terjadi? Semula orang tersebut yang menyimpan berbagai kepahitan, dengan kuasa nama Tuhan Yesus dan karunia yang Tuhan titipkan, orang tersebut dipulihkan. Semua kepahitan yang mengganjal itu menghilang begitu saja. Dia terlepas dari kesedihannya. Nah, apakah hadirat-Nya tidak bisa ditransfer lewat bahasa roh?

Menjaga tingkah langkah sendiri, dengan berbahasa roh, api kerinduan kita terhadap Tuhan akan tetap berkobar. Bejana kita akan terus terisi berulang kali, sehingga rasa kemarahan, benci, dan dendam tentu akan jauh daripada orang percaya yang bergantung penuh kepada Tuhan. Seseorang itu akan menjaga tingkah langkah agar tidak melukai Tuhan Yesus yang selalu dirindukannya.

Bahkan kita bisa berdoa dengan bahasa roh. Bisa berdoa untuk kesulitan sendiri ataupun orang lain. Namun ketika dalam pimpinan roh, kita yang bisa berbahasa roh akan lebih fokus dalam syafaat dibandingkan diri sendiri. Kita semua tahu bahwa berdoa itu sangat besar efeknya, bahkan dengan doa saja kita bisa mengubahkan hati seseorang. Sebab dari doa pula, kita akan melangkah lebih dekat dengan Tuhan kita.

See? Sebenarnya apabila kita tahu bagaimana bahasa itu, karunia ini tidak lagi perlu perdebatan karena setiap manusia bisa memandang secara berbeda. Tidak perlu berlogika dan menyelidiki hal-hal keTuhanan yang pasti tidak kita pahami, sebab pengertian akan Tuhan itu tidak akan pernah dapat kita selami. Namun selama Tuhan memberi apa yang harus kita terima, maka terima saja.
Ada beberapa cerita yang saya dengar, setelah karunia bahasa roh menyusul karunia-karunia lain seperti salah satunya bernubuat atau berkata-kata dalam hikmat. Seperti yang kita tahu, sebelum bisa berbuat banyak kepada orang lain (apalagi membangun jemaat) kita harus terlebih dahulu membangun diri sendiri. 

Namun di luar daripada itu, jangan menjadikan karunia ini seperti keharusan dalam segala hal tentang Tuhan. Sebab karunia terbesar dalam hidup kita adalah KASIH KARUNIA di mana setiap orang telah menerimanya dalam hidup. Bisa atau tidak itu tidak menjadi keharusan. Namun apabila kita menginginkannya, mintalah terus kepada Tuhan, atau kita bisa mencoba merenungkan karunia seperti apa yang telah Tuhan berikan dalam hidup kita seperti karunia bernubuat, berkata hikmat, melayani, mengajar, menasehati, dan lain sebagainya. 

Guys, setiap orang memiliki karunia yang berbeda dan bisa lebih jika Tuhan berkehendak.

Tuhan Yesus memberkati
-----
Lily Zhang

Monday, December 15, 2014

[Short Fiction Story] Janji Sinterklas



“Mama!” jeritmu ketika langkah Mama semakin menjauh sementara tangan kokoh Papa memaksamu untuk tetap berada di sampingnya. Lonceng gereja maupun kidung natal tidak memeriahkan malammu. Kamu menangis tersedu-sedu meskipun bayangan Mamamu telah hilang ditelan kegelapan. Bahkan Papamu tidak peduli ketika kamu tidak juga ingin beranjak dari depan pagar.
 “Ma ... ma,” mulutmu tak berhenti bergumam dan matamu tak juga berhenti memandang di kegelapan malam. Malam sudah mulai membuatmu mengigil, namun tidak membuatmu enggan melangkah sedikit pun untuk menghangatkan diri di dalam rumah berdua bersama Papa.