Showing posts with label Hikmat. Show all posts
Showing posts with label Hikmat. Show all posts

Monday, March 27, 2017

Melepas Cincin Pernikahan


Ayat Bacaan Matius 19:1-12

Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia." (Matius 19:6)

27 Maret 2017

Kepada.
Setiap Suami/Istri
yang
Melepaskan Cincin Pernikahan


Jujur saja, saya tidak pernah berani bertanya langsung pada Anda yang telah memutuskan berpisah dengan pasangan Anda. Mengapa? Karena saya takut dituding tidak mengerti, tidak memahami, tidak berada di posisi Anda. Namun saya sebenarnya kepo sekali pengen tau apakah masalah Anda sehingga Anda ingin melepaskan cincin pernikahan sakral itu?

Ijinkan saya bercerita, saya dan suami mengalami kisah yang hampir tidak dapat dipercaya. Kami dekat tapi kami tidak langsung memutuskan untuk pacaran. Kami beribadah bersama tetapi masih dalam status sahabat. Ketika itu, saya dikasi feeling yang jelas sekali oleh Tuhan untuk berdoa puasa bagi dia selama 40 hari konsisten mendukung pergumulannya. Tidak ada seorang pun yang mengetahui untuk siapa saya melakukan hal tersebut. Rahasia itu antara saya dan Tuhan. Namun saat saya dan dia berdoa untuk hubungan kami apakah hubungan ini dikenan olehNya atau tidak, Tuhan menjawab dengan ajaibNya. Suami yang saat itu sahabat saya sering pengen tahu siapa yang saya doa puasakan, namun saya hanya berkata kepada Tuhan, "bila pun Engkau ingin dia mengetahuinya, baiklah bila Engkau Tuhan Yesus yang memberitahunya." sambil saya berdoa seperti itu, saya juga meminta konfirmasi apakah dia pasangan yang Tuhan sediakan dalam kehidupanku jika iya, maka Tuhan akan memberitahukannya dengan caraNya. Dan Tuhan lakukan seperti yang saya doakan. Dia berkata padanya dalam tidur bahwa saya berdoa puasa bagi dia dengan sangat jelas, singkat, dan padat. Saat itu, kami berdua merasakan bagaimana ajaibNya Tuhan diantara kami.

Semasa pacaran saya dan suami sangat banyak pergumulan yang jikalau diceritakan mungkin bisa jadi cerita bersambung yang seru banget. Namun bahkan ditengah pergumulan yang terasa sangat berat, Tuhan Yesus menyelamatkan hubungan kami berpuluh-puluh kali (saya gak hitung ding :p). Itu karena saya selalu membungkus setiap hubungan kami dengan doa setiap waktu, setiap saat teduh karena saya selalu diingatkan dan percaya dengan kekuatan doa. Apakah Anda sudah melakukannya dengan sungguh-sungguh? Menjerit dari hati? Lakukanlah... Tuhan bukan Allah yang menutup mataNya. baca Tujuh Kali Memohon.

Sampai pada detik-detik pernikahan, saya masih berdoa menyerahkan pernikahan dalam tangan Tuhan. Jika Dia berkenan, maka semuanya akan lancar namun akan terjadi sebaliknya jika Dia tidak berkenan. Suamipun mendapat hikmat dari Tuhan untuk benar-benar menguduskan hati dan hubungan sampai pada pernikahan meskipun ada saja hal-hal yang menghalangi namun jelas sekali dia mendapat hikmat bahwa pernikahan akan diberkati dan dikenan apabila kami melakukan seperti yang dikehendakiNya, dan semuanya menjadi luar biasa.

Saya masih ingat, ketika saya memasuki pintu gereja, saya merasa "disentuh" dan "dilawat" disepanjang iringan lagu pernikahan dan tarian, Hari itu, rasanya suasana gereja sangat berbeda, mirip sekali ibadah lawatan yang sering ada di gereja. Saya sungguh merasa sangat kagum dengan Tuhan Yesus atas karya dan janji indahNya. Saya sungguh merasa seluruh tubuh saya dipenuhi dengan hadiratNya yang luar biasa. Apalagi saat ayat pernikahan sakral yang selalu saya dengar di setiap pemberkatan pernikahan Matius 19:6 yang memberi pengharapan, ikatan, dan penghargaan kepada setiap manusia untuk menghargai, menghormati, dan mengusahakan selalu pernikahan sekali seumur hidup.

Ketika pendeta atau sebutan kami Boksu tumpang tangan, seketika itu saya menangis karena saya percaya ada kuasa melalui tangan Boksu menyampaikan isi hati Tuhan Yesus, juga saya senang karena orang yang mengucap janji dengan saya adalah pilihanNya melalui berbagai pergumulan dan doa yang kami lalui. Ketika cincin pernikahan disematkan diantara jari-jari maka itu melambangkan keterikatan pasangan suami-istri, bahwa mereka sudah tidak lagi sendiri, terikat hingga maut memisahkan. Sehingga setiap orang yang melihatnya sadar bahwa orang yang memakai cincin sudah melalui suatu pernikahan yang sakral yang dihadiri oleh Tuhan sendiri, tentunya hubungan yang tidak dapat dengan mudah dipisahkan oleh manusia baik melalui kertas yang dimateraikan oleh pemerintah, maupun perpisahan yang melepaskan materai hatinya melalui melepas cincin pernikahan.

Hari ini, bila Anda melepaskan cincin dengan berbagai alasan mengartikan Anda dengan mudah melepaskan materai hati Anda atas pernikahan yang telah Tuhan materaikan. Anda berusaha menghapuskan kebahagiaan hari terbesar Anda dengan begitu mudah, Anda menolak ingat akan perasaan mula-mula Anda bersama pasangan Anda, rasa kasih dan sayang yang dahulu mempersatukan Anda karena mungkin keadaan sekarang yang menurut Anda tidak lagi sama. 

Jangan melepaskan cincin pernikahan saudara, Tuhan Yesus tidak berkenan, Dia tidak disenangkan. Jika Anda terlanjur melepaskannya dan telah resmi berpisah secara hukum, percayalah bagi Tuhan kalian masih sepasang suami-istri, pakailah cincin pernikahanmu meskipun pasanganmu tidak, berdoalah, berdoalah, dan berdoalah sampai sesuatu terjadi. Ampuni atas kesalahan Anda dan pasangan terlebih dahulu sebelum Anda berdoa untuk pasangan Anda, minta Tuhan campur tangan agar Anda dimampukan untuk mengampuni kesalahan sefatal apapun.

Jangan move on dari perpisahan, pakailah cincinmu dan tunjukkan imanmu, Tuhan Yesus akan menolong asal Anda tidak menyerah tetapi berserahlah karena kekuatanmu habis, biarkan Tuhan Yesus yang turun tangan menangani masalahmu. Setialah, berimanlah, berdoalah. Saya percaya akan banyak rumah tangga yang dipulihkan meski waktuNya tidak dapat saya mengerti. Saya rindu Tuhan pulihkan rumah tangga Anda.

Jika Tuhan Yesus bisa menyertai pernikahan kami yang penuh dengan pergumulan, maka Dia pun bisa mengabulkan keinginan hati Anda yang berdoa dan meminta dengan benar yakni pemulihan rumah tangga. Percayalah, Dia teramat baik. 

Saya bercerita bukan untuk bermegah atas pernikahan kami namun agar Anda kembali mengingat saat-saat indah pernikahan Anda yang tentu saja ada dalam memori Anda sehingga kasih mula-mula dan anggur yang baru boleh tercurah atas kehidupan pernikahan Anda. Sehingga Anda dan pasangan boleh menang atas perpisahan karena Anda adalah pemenang! yah, Anda pemenang selama Anda percaya, taat, dan tekun di dalamNya. 

Mari kita berdoa, Tuhan Yesus yang MahaBaik. Engkaulah Raja segala Raja, juga kehidupan kami ada dalam kedaulatanMu. Ya Tuhan, hari ini anak-anakMu memohon belas kasihanmu atas kehidupan rumah tangga mereka. Mereka rindu Tuhan seperti yang Engkau katakan bahwa Perceraian ataupun Perpisahan itu tidak pernah ada dalam rencanaMu, biarlah rumah tangga mereka Engkau pulihkan baik yang telah berpisah ataupun belum, tutup bungkus hubungan mereka dan menangkan hubungan mereka dalam bungkusan bilur-bilur darahMu yang ajaib, segala kemuliaan, hormat dan pujian hanya dalam nama Tuhan Yesus Kristus, amin.

Demikian juga kamu, hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, supaya jika ada diantara mereka yang tidak taat kepada Firman, mereka juha tanpa perkataan dimenangkan oleh kelakuan isterinya, (1 Petrus 3:1)

Demikian juga kamu, hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan isterimu, sebagai kaum yang lebih lemah! Hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan terhalang. (1 Petrus 3:7)

Salam Hormat dan Kasih,
Saya, yang belum mengerti apapun. 
Lily Zhang
Tuhan Yesus berkati


Saturday, July 16, 2016

Fashionable ala Kristus



Ayat Bacaan 1 Timotius 2:8-15
Demikianlah juga hendaknya perempuan. Hendaklah ia berdandan dengan pantas, dengan sopan dan sederhana, rambutnya jangan berkepang-kepang, jangan memakai emas atau mutiara ataupun pakaian yang mahal-mahal. (1 Timotius 2:9)


Dahulu, kala saya belum mengenal Firman Tuhan, saya memandang tempat ibadah sebagai tempat suci dimana saya harus berpakaian pantas, rapi, dan sopan bahkan harus mandi dengan bersih untuk masuk ke tempat ibadah tertentu. Hal itu dilakukan sebagai rasa hormat terhadap Pencipta. Saya pribadi beranggapan Tuhan hanya ada di tempat ibadah, maksudnya kehadiranNya lebih nyata di tempat ibadah. Intinya seperti di luar tempat ibadah saya boleh melakukan apapun sedangkan di dalam tempat ibadah saya harus mengikuti tata cara, tutur bahasa, dan tingkah laku dengan takut akan Tuhan. Oke, saya menangkap satu hal bahwa ketika berada di tempat yang kita rasa Tuhan hadir, kita harus berpakaian pantas begitu pula dengan tutur bahasa dan tingkah laku dengan takut akan Tuhan. 1

Saturday, February 20, 2016

Kursi Kosong

Ayat Bacaan Ibrani 13:1-25
Karena Allah telah berfirman: “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.” (Ibrani 13:5b)
http://sorotklaten.co/berita-klaten-213-puluhan-jabatan-kades-di-klaten-kosong.html



Suatu kali, pada satu pertemuan bersama sahabat-sahabat saya, kami membahas tentang kekosongan hati dimana salah satu sahabat saya berkata, “yah, saya merasa ada kekosongan hati yang terisi kembali,” ketika dia tengah membahas tentang persekutuan yang diikutinya. Kemudian dia segera mengajak sahabat saya yang lain untuk mengikuti persekutuan, kebetulan mereka memiliki denominasi yang sama.

Yah, pernahkah kamu merasa kehilangan arah? Apapun yang baik telah kamu lakukan dan terima namun tetap saja ada sesuatu yang terasa kosong dalam hatimu? Kamu punya pegangan keyakinan, keluarga yang perhatian, karir yang menghasilkan, sahabat yang baik. Semua rasanya tidak ada yang kurang bahkan melalui setiap hobimu, kamu pun bisa puas dan menghasilkan sesuai harapanmu, terlepas dari kesulitan yang terkadang mampir. Namun hatimu pun masih terasa kosong, seperti ada yang hilang namun kamu kesulitan menemukan apa yang hilang dalam sepanjang perjalananmu.
Kamu tahu apa yang hilang?

Kepenuhan damai suka cita yang diberikan Tuhan melalui Roh Penolong yang seringkali kita kenal sebagai Roh Kudus. Ada dua hal dimana Roh Kudus “terasa” tidak hadir dalam perjalanan kita.

Friday, August 14, 2015

Sembunyi-sembunyi

Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.” (Lukas 18:14)
http://www.gambargratis.com/wp-content/uploads/2012/03/
“Aku berpuasa seminggu tiga kali,” kata Silly membanggakan dirinya bisa lebih “rohani” dibandingkan sahabatnya Filly. Namun sahabatnya Filly pun tidak mau kalah, “puasa apa diet? Mendingan taat pujian penyembahan dan ikut kegiatan Gereja.”

“Buat apa ikut kegiatan kalau malas-malasan,” balas Silly yang sangat mengenal sahabatnya yang hanya ikut kegiatan Gereja karena formalitas.

“Mendingan daripada nggak sama sekali kayak kamu, diet ajah bilang puasa.”

Kemudian masing-masing dari mereka mulai naik pitam, saling mengejek, berujung pada amarah. Beruntung, Papa Silly mendengar dan menghampiri mereka untuk melerai. “Tidak satupun kalian yang benar, kalian hanyalah bermegah. Cerminlah adikmu, Silly. Ester melakukan segala pekerjaan Tuhan dengan taat namun dia tidak pernah bermegah. Setiap kali Papa tanya selalu dia bilang tidak melakukan apa-apa buat Tuhan, tidak cukup. Betapa dahaganya dia terhadap kebaikan Tuhan.”

Tuesday, August 4, 2015

Cinta dulu, baru Iman atau sebaliknya?


Ayat Bacaan Matius 6:25-34
Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. (Matius 6:33)


http://tanmelvyn.com/2013/12/20/god-first/
Suatu kali si taat bertanya kepada si plin plan, “hei, kamu kok lama ke Gereja, aktif banget tapi nggak mau dibaptis?”
“Lah, mesti?”
“Loh, seharusnya kan begitu.”
“Hmmm... sebenarnya, aku pengennya satu agama sama suami, kalau married sama yang satu agama baru dibaptis.”
“Emang kalau agama lain?”
“Ikutan suami dong daripada banyak masalah. Terus milih-milih agama ini lah itu lah!” kemudian si taat hanya menghela nafas dan tidak mampu menjawab apa-apa, dia tahu kalau sahabatnya itu si plin plan akan berubah pikiran lagi sewaktu-waktu.

Bagaimana menurutmu? Benarkah kita harus bertemu cinta dahulu atau taat dahulu? Seringkali ini menjadi pergumulan banyak wanita lajang yang belum menikah, tentunya wanita yang tidak terlahir sebagai Kristen. Tetapi apa kata Holy Father tentang hal ini? Pada Matius 6 ayat ke 33 bahwa kita seharusnya mencari dahulu kerajaan Allah, maka semuanya akan ditambahkan dalam hidup kita. Dalam perikop itu, kita tidak dianjurkan untuk membiarkan rasa cemas merajarela sehingga kita berjalan tidak sesuai dengan Firman Allah yang merupakan makanan utama kerohanian kita.


Pada kenyataannya, mendahulukan cinta daripada iman sepertinya menjadi kebiasaan tersendiri bagi sebagian orang. Mereka menyangkal iman di dalam hatinya hanya karena mendahulukan cintanya kepada seseorang. Meskipun, di dasar hati mereka, ada kerinduan kepada Kristus. Mereka mulai mencari celah untuk membela cinta. Mulai menggali kekurangan-kekurangan iman yang dimilikinya selama ini. Sebenarnya, hal itu salah satu bentuk dari kecemasan mereka dalam hal jodoh dan tentunya hal-hal pendukung lainnya.

Mereka mulai tidak memandang seiman atau tidaknya, taat atau tidaknya, bahkan mereka menyerahkan keputusan akhir kepada pasangan yang mungkin pada saat itu belum kelihatan atau tidak sesuai kehendak Allah. Seperti yang dilakukan oleh si plin plan. Hal ini, tidak hanya berbicara iman yang goyah tetapi ketiadaan prinsip pada diri orang tersebut, langkahnya mudah goyah karena dia lebih senang memandang wajah pasangannya daripada mencari wajah-Nya.

Kebiasaan mendahulukan cinta daripada iman ini tidak terjadi pada orang-orang yang sedang memilih pasangan hidup, tetapi bahkan orang yang hidup dengan pasangannya pun seringkali lebih takut kepada pasangannya daripada kepada Tuhan dengan konsekuensi iman yang mengering (karena kurangnya ketaatan).

Saat tulisan ini dibaca, saya yakin sekali akan banyak celaan dan hinaan dari “sebagian orang” yang memilih mendahulukan pencarian cinta seperti ilustrasi di atas, baik dia wanita ataupun pria. Yah, mungkin tulisan ini terlalu ekstrim namun mirisnya banyak sekali pengalaman-pengalam orang yang berdiskusi sampai resah mengenai hal tentang cinta dan iman mereka. Mereka tidak berani melepaskan karena terlanjur cinta bahkan justru mulai mencari alasan untuk jauh dari Tuhan dengan mencari celah-celah yang membenarkan tindakan mereka. Namun satu hal yang terlupakan bahwa, Kristus itu sempurna. Apabila seseorang benar-benar mencari celah dengan menekuni Firman Allah dengan sungguh-sungguh maka yang dia temukan itu pasti bukannya mendapat celah untuk “menyangkal” namun dia pasti mendapat celah untuk jatuh cinta dengan Allah. Nah loh! Satu lagi, orang yang mencari celah itu sebenarnya tidak yakin untuk meninggalkan imannya. Nah loh!

Sebab Daud berkata tentang Dia: Aku senantiasa memandang kepada Tuhan, karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah. (Kisah Para Rasul 2:25)

Oleh karena itu, apapun yang kesulitan yang kita alami, God First, senantiasa pandanglah Tuhan selalu dalam setiap perkara kita. Berserulah kepadaNya, tetap tekun untuk taat dan setia dalam segala kehendakNya yang bisa kita ketahui dari Firman Allah, maka Tuhan berjanji akan memenuhi janjiNya (baca : Ibrani 10:36). Jadikanlah Tuhan Yesus prioritas utama kita dalam setiap musim hidup kita. Ketika dihadapkan pilihan untuk memilih Iman atau Cinta, apabila kita senantiasa memandang kepadaNya, saya yakin kita semua bisa memilih Dia terlebih dahulu tanpa ragu dan tidak goyah meskipun diguncang sekuat apapun. Yakinlah, Dia akan sediakan pasangan yang sepadan dengan kita, tidak lebih tinggi dan lebih rendah, namun seseorang yang bisa berjalan di samping kita.

Marilah kita berdoa agar kita termasuk orang-orang yang mengasihi Tuhan dan meminta hikmat-Nya ditambahkan dalam setiap keputusan kita untuk memilih pasangan hidup atau sedang menjalani hidup dengan seseorang yang kita kasihi. Sehingga kita hidup berjalan dengan berkenan di hadapan-Nya. Amin.

Tuhan Yesus memberkati
-----
Lily Zhang


Tuesday, July 21, 2015

Minta Konfirmasi!

Ayat Bacaan Kejadian 24:1-67
Kiranya terjadilah begini: anak gadis, kepada siapa aku berkata: Tolong miringkan buyungmu itu, supaya aku minum, dan yang menjawab: Minumlah, dan unta-untamu juga akan kuberi minum -- dialah kiranya yang Kautentukan bagi hamba-Mu, Ishak; maka dengan begitu akan kuketahui, bahwa Engkau telah menunjukkan kasih setia-Mu kepada tuanku itu." (Kejadian 24:14)
link
Pernahkah kita meminta petunjuk kepada Tuhan dengan cara seperti yang dilakukan oleh hamba Abraham itu?

Hamba Abraham menghadapi sebuah pergumulan akan kebingungannya sendiri untuk mengemban tanggung jawab dari Abraham apalagi dia diminta bersumpah. Di antara perempuan-perempuan itu, hamba Abraham tidak tahu bagaimana harus membawa pulang calon istri bagi Ishak. 

Dalam kebingungannya, hamba Abraham meminta petunjuk kepada Tuhan dengan menunjukkan sesuai dengan yang diperkatakannya. Pernahkah kita menyatakan petunjuk agar apabila Tuhan berkenan atas apa yang kita lakukan, Dia akan menggenapinya?

Saturday, July 4, 2015

Belum Cukup?


Ayat Bacaan Matius 6:5-15
Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya (Matius 6:11)
link

Bacaan ini merupakan nasehat Tuhan Yesus yang mengajarkan bagaimana kita untuk berdoa. Kristiani tidak mendikte bagaimana cara kita berdoa tetapi ajaran hal berdoa yang datang dari Tuhan Yesus perlu kita teladani. Namun hari ini, kita tidak mengangkat topik perikop ini tentang hal berdoa. Hanya mengingatkan bahwa tidaklah perlu kita berdoa memutar-mutar panjang agar Tuhan mengabulkan keinginan kita, sesungguhnya Dia telah mengetahui apa yang kita perlukan. Tuhan Yesus mengajarkan bahwa kecukupan doa dapat dibaca pada Matius 6:5-15.

Nah, bagaimana perihal ayat nas hari ini? Di sini, secukupnya ditebalkan, mengapa? Saya merasa akan sangat menarik bahwa kita membahas tentang kecukupan hidup kita. Makanan secukupnya menurut Tuhan bisa berarti ketika kecil, kita diberikan makan setengah piring nasi namun setelah besar, kita diberikan makan satu piring nasi.

Monday, June 1, 2015

Tujuh Kali Memohon



Ayat bacaan Kejadian 18:16-33

Abraham datang mendekat dan berkata: “Apakah Engkau akan melenyapkan orang benar bersama-sama dengan orang fasik? (Kejadian 18:23)
link

Suatu kali, sebuah perusahaan kehilangan stok yang bernilai ratusan juta rupiah. Ketika di wawancara satu per satu, pemimpin itu tidak dapat memisahkan mana karyawan yang bisa dipercaya ataupun karyawan yang mencurigakan. Dia bisa menuntut semua karyawannya bersalah atau membiarkan peristiwa ini berlalu dengan kerugian besar. Pemimpin yang cakap tidak akan bisa membiarkan hal seperti ini lewat begitu saja atau akan lebih banyak kerugian yang akan ditanggungnya. Namun, menuntut semua karyawannya bersalah, tentu saja hati nuraninya tidaklah tega. Secara pasti, masih tersisa karyawan jujur yang terkena imbas atas ketidakjujuran karyawan yang mencuri. Tetapi apakah seorang karyawan jujur pasti berani mengadukan temannya?

Tujuh kali Abraham dengan rendah hati, penuh harap, dan takut kepadaNya memohon untuk pengampunan terhadap dosa besar Sodom dan Gomora. Tuhan berFirman akan mengabulkan  setiap permohonan Abraham. Namun permohonan ke tujuh kemudian Tuhan pun pergi dari hadapan Abraham. Tuhan tahu apa yang ada di hati Abraham sekalipun tidak diucapkannya atau dimintanya secara langsung di depan Tuhan. Namun apa yang seharusnya terjadi sesuai kehendak-Nya pastilah terjadi.



Demikianlah pada waktu Allah memusnahkan kota-kota di lembah Yordan dan menunggangbalikkan kota-kota kediaman Lot, maka Allah ingat kepada Abraham, lalu dikeluarkan-Nyalah Lot dari tengah-tengah tempat yang ditunggangbalikkan itu. (Kejadian 19:29)


Ayat di atas menjelaskan bahwa permohonan Abraham yang tujuh kali itu tidak berlalu dengan sia-sia serta Tuhan tahu harapan yang disembunyikan Abraham dalam setiap permohonannya. Oleh karena kasih dan tanggung jawab Abraham yang besar terhadap saudaranya, dia menanggalkan semua rasa takutnya untuk memohon pengampunan Sodom dan Gomora yang sangat berdosa kepada Tuhan. Itu dilakukannya untuk menyelamatkan Lot. Hanya saja Tuhan tidak mengabulkan keinginan Abraham untuk keselamatan Sodom dan Gomora namun menggantinya dengan diluputkannya Lot dan keluarganya dari kota berdosa itu sesuai dengan cara-Nya. Tuhan mengasihani Lot karena permohonan Abraham. 


Ketika ia berlambat-lambat, maka tangannya, tangan isteri dan tangan kedua anaknya dipegang oleh kedua orang itu, sebab TUHAN hendak mengasihani dia; lalu kedua orang itu menuntunnya ke luar kota dan melepaskannya di sana. (Kejadian 19:16)

Dapat diambil kesimpulan dari peristiwa ini; 

Permohonan tidak pernah kembali dengan sia-sia. Mungkin hari ini, kita merasa permohonan kita yang sama dan berulang kali terasa kosong, hampa, dan tidak ada jawaban. Namun seperti kisah di atas bahwa Tuhan tidak pernah melupakan apa yang kita mohon atau minta kepada-Nya. Ada waktu dan cara-Nya yang tidak pernah melintas dalam pikiran kita. Hanya saja, kita perlu meneladani Abraham yang tidak jenuh meminta berulang kali, rendah hati akan harapan dalam setiap permohonannya. Di sini, kita juga dapat menyimpulkan bahwa Abraham yang berdoa syafaat untuk mereka adalah dengan hati yang sungguh-sungguh.

Sampaikan harapan yang tersembunyi dalam hati. Tanpa perlu kita mengucapkannya, Tuhan MahaMengetahui hati kita dan harapan kita. oleh karena itu, tidak perlu menyembunyikan harapan besar dalam hati kita terhadap Tuhan. Sebab, mau kita katakan atau tidak sebenarnya Tuhan sudah tahu dan mengabulkan sesuai dengan kehendak-Nya.

Menanggalkan semua rasa takut. Terkadang, kita merasa sungkan dan takut Tuhan tidak memenuhi harapan kita atau permintaan kita mustahil dan terlalu besar buat kita sendiri. Namun kita harus percaya bahwa Allah adalah Tuhan yang MahaPengasih, Dia selalu siap mendengarkan apapun yang kita pinta, Dia bahkan terlalu setia untuk manusia yang hidup dalam keterbatasan dan hati yang tidak pernah sempurna. Namun Tuhan mampu mewujudkan kehendak-Nya dalam hidup kita lebih dari ekspektasi bahkan pemenuhan-Nya lebih dari yang kita minta.

Sesuai cara-Nya. Kita tidak pernah mengerti bagaimana cara-Nya memenuhi permintaan kita yang terkadang mustahil dan bahkan terlalu besar. Namun Tuhan punya cara-Nya sendiri yang tidak terpikirkan untuk hidup kita. Manusia hanya perlu percaya dan bergantung kepada-Nya sehingga kehendak-Nya dinyatakan dalam hidup kita. 

Adalah sebuah pengalaman doa Rani, “Ya Tuhan, pulihkanlah tubuh Rina sahabatku.” Doa itu terus dipanjatkannya berulang kali dengan beragam cara, namun sepertinya semuanya terlihat sia-sia. Dia tahu kalau Rina itu sangat anti-Kristus, kemustahilan itu pun melemahkan hatinya. Namun kemudian di setiap sela-sela doanya, terkadang dia menyelipkan nama Rina walaupun tidak se-intens dahulu. Sampai beberapa kali, Rani didorong untuk berdoa bagi Rina, “Tuhan, kiranya Engkau menyentuh dan melembutkan hatinya, daripada-Mu ada jawaban dan aku percaya itu. Jika tidak melalui aku untuk meminta pemulihanmu, kiranya Engkau berkenan memakai ‘alat-Mu’ untuk memulihkan dia sesuai kehendak-Mu dan boleh merasakan betapa nikmat hadirat-Mu ini.” Detail cerita dan percakapan Rani dengan Tuhan mungkin tidak persis sama, hanya saja inti percakapannya semua terangkum dalam kalimat itu. Rani mengasihi Rina ketika dia mendoakan sahabatnya itu. Seperti Abraham yang menyembunyikan harapan dalam hatinya, seperti itu pula Rani menyembunyikan harapannya agar Rina dipulihkan tubuhnya namun Rani tidak gamblang memintanya kepada Tuhan. Apa yang Tuhan kerjakan membuat hati Rani girang ketika berselang lama dari doa-doanya yang berulang kali, Rina dibaptis dalam nama Allah Bapa, Putera, dan Roh kudus. Namun lebih daripada itu, Rani percaya kalau Rina telah dipilih Tuhan sebagai anak-Nya. (True story from someone)

Tuhan Yesus memberkati
------
Lily Zhang

Friday, May 29, 2015

Berharap-harap cemas



Ayat bacaan : Kejadian 18:1-15
Jadi tertawalah Sara dalam hatinya, katanya: "Akan berahikah aku, setelah aku sudah layu, sedangkan tuanku sudah tua?" (Kejadian 18:12)
link

Pernahkah kita mempertanyakan pekerjaan Tuhan yang terasa mustahil di pikiran kita? Hanya diri kita yang bisa menjawab di hati dengan jujur apa yang kita rasakan. Apakah kita sama dengan Sara dan Abraham (Kejadian 17:17) yang tidak ditemukan iman di dalamnya? Mereka bersikap seperti itu karena mereka membiarkan kelemahan mereka menguasai diri, itu yang dikenal kecemasan. Tuhan berjanji di usia senja mereka. Kecemasan menuntun langkah mereka bahkan membuat keduanya harus mengambil Hagar untuk melahirkan keturunan untuk Abraham. Di sini juga, Sara cemas dengan usianya yang tua dan tidak percaya dengan dirinya yang telah mati haid.

Friday, May 15, 2015

Sodom di balik Lembah Yordan



Ayat bacaan Kejadian 13:1-18

Lalu Lot melayangkan pandangnya dan dilihatnyalah, bahwa seluruh Lembah Yordan banyak airnya, seperti taman Tuhan, seperti tanah Mesir, sampai ke Zoar. (Kejadian 13:10)
link

Perselisihan antara gembala Abram dan Lot menyebabkan perpecahan di antara mereka. Abram membebaskan Lot untuk memilih terlebih dahulu tanah yang diinginkannya. Pada ayat ke sepuluh, Lot jelas memilih tanah yang terlihat subur dengan kekayaan alamnya. Namun apa yang terlihat tidak selamanya baik. Pada ayat ke duabelas dikatakan bahwa Lot malah berkemah di dekat Sodom yang sangat jahat dan berdosa (ayat 13). Ternyata dibalik semua keindahan Lembah Yordan berdekatan dengan Sodom yang keji. Yah Sodom berada di Lembah Yordan, tanah yang dipilih Lot.

Keseringan keserakahan memang akan berujung pada maut dalam banyak arti. Maut berarti kematian secara fisik, rohani, ataupun mental. Kisah Lot pun berulang pada manusia masa kini. Banyak sekali saya melihat seorang karyawan yang berhenti dari sebuah perusahaan X dan masuk ke perusahaan Y namun tidak seperti ekpektasinya. Sebuah perusahaan Y yang awalnya dilihatnya penuh kelimpahan dan mungkin karyawan tipe serakah ini hanya memikirkan kelimpahan tanpa berspekulasi dengan resiko dan tanggung jawab yang harus dipikulnya. Di perusahaan Y dia akan melihat Sodom yang sukar diatasinya. Bahkan dia mungkin akan kewalahan dengan kekejian Sodom di luar ekspektasinya. Dan kemudian mental yang hanya memandang kelimpahan itu akan segera menyerah.

Thursday, April 30, 2015

Peringatan



Ayat bacaan Kejadian 4:1-16

Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya.” (Kejadian 4:7)
http://sipkd.magelangkab.go.id/vpn.php

Tuhan MahaMengetahui tentang hati Kain yang menjadi panas. Kecemburuannya telah merenggut nyawa adiknya. Dia mengijinkan iri hati menguasai hatinya padahal Tuhan telah mengingatkan dan memberikan peringatan kalau dosa telah berada begitu dekat dengannya. Tuhan tidak segera menghakimi meskipun Tuhan tahu kalau Kain telah dikuasai oleh iri hati dan amarah. Namun Kain tetap memilih untuk dikuasai oleh kecemburuannya sehingga dia membunuh adiknya. Dalam kasus Kain, kecemburuan telah menjerumuskan dalam penghukuman akibat dia tidak mengindahkan peringatan Tuhan. 

Peringatan? Pernahkah kita diberikan peringatan?

Monday, April 27, 2015

Menanti Busur-Nya



Ayat bacaan Kejadian 9:1-17

Jika busur itu ada di awan, maka Aku akan melihatnya, sehingga Aku mengingat perjanjian-Ku yang kekal antara Allah dan segala makhluk yang hidup, segala makhluk yang ada di bumi.” (Kejadian 9:16)
http://dreamatico.com/rainbow.html

Pelangi. Banyak kali kita mendengar lagu yang memasukkan unsur langit itu sebagai sebuah “harapan” bahwa pada suatu hari yang Tuhan kehendaki, akan ada keindahan yang membuat kita terkagum. Hari ini, saat penulis membaca kejadian 9:1-17 tentang busur yang ditaruh Allah di awan (ay. 13) seketika saja penulis berpikir bukankah busur itu identik dengan pelangi, setuju? Bentuk pelangi yang melengkung dan persis sama dengan busur.

Thursday, March 26, 2015

Meng-“HIDUP”-kan Kekuatan Tuhan



Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya: “Rabi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?” Jawab Yesus: “Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia. (Yohanes 9:2-3)

LINK
Membaca ayat ini membuat saya teringat dengan kalimat sahabat saya, “apakah kita terlahir ke dunia untuk menebus kesalahan kita kehidupan lampau kita? Saya tidak percaya dengan semua kepercayaan papa.”

1Saya pun tidak percaya. Apakah segitu-“nya” Tuhan sehingga Dia menginginkan kita menebus kesalahan kita? 

2“Sejak terlahir ke dunia, kita tidak memiliki waktu cukup untuk saling mencintai”- i hear your voice, K-drama.

Friday, February 20, 2015

Karena Iman

Tetapi Yesus berkata: “Ada seorang yang menjamah Aku, sebab Aku merasa ada kuasa yang keluar dari diri-Ku.” (Lukas 8:46)
http://www.dpcdsb.org/FCTIP/Our+Faith/September+-+Faith.htm
Perempuan yang selama dua belas tahun mengalami pendarahan berhasil menarik kuasa dari Kristus karena imannya. Dalam ayat ini, Tuhan tidak dengan sadar mengeluarkan kuasa penyembuhan kepada perempuan yang sakit itu, bahkan perkataan pun tidak. Namun Dia telah menyembuhkan perempuan itu dengan jumbai jubah-Nya. Di sini, kita bisa melihat betapa mulia Tuhan Yesus dan berkelimpahan keajaiban.

Thursday, February 19, 2015

Menghapus dosa yang besar



“Ada dua orang yang berhutang kepada seorang pelepas uang. Yang seorang berhutang lima ratus dinar, yang lain lima puluh. Karena mereka tidak sanggup membayar, maka ia menghapuskan hutang kedua orang itu. Siapakah di antara mereka yang akan terlebih mengasihi dia? (Lukas 7:41-42)
link

Banyak kesaksian yang sudah saya lihat tentang pertobatan pecandu narkoba, pekerja seks, bahkan dukun. Kadang kala, saya berpikir bagaimana mereka yang dahulu memiliki hidup seburuk itu kemudian berdiri menjadi seorang pengkhotbah, ada di antaranya menjadi pendeta? Mengapa mereka yang dipilih?

Namun semakin saya mendalami dengan membaca alkitab, berbagai jawaban muncul yakni pertama kasih karunia Allah kepada manusia, dan kedua adalah ayat-ayat yang selaras yaitu seseorang memberikan kasihnya besar karena Tuhan mengubahkan hidupnya, mendapat pengampunan besar dari Tuhan. Itu sama halnya seperti orang yang berhutang lima ratus dinar dan hutangnya dihapus. 

Tuesday, February 17, 2015

Mulai membaca


“Mengapa kamu berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan? (Lukas 6:46)
https://twitter.com/ayatdarialkitab

Apa bedanya antara orang yang mendirikan rumah dengan dasar yang tertancap dalam dengan orang yang tidak memiliki dasar? Jelas, ketika banjir datang yang satu akan selamat dan yang lain akan terhanyut dan roboh.

Begitu pula kehidupan rohani kita. Tidak hanya berteriak-teriak dan memuliakan Tuhan hanya dengan mulut sementara perbuatan masih sama dengan orang fasik. Seperti orang beriman yang masih sering berbohong, mencemooh, bahkan bermegah dalam harta duniawinya. 

Monday, February 2, 2015

Tidak usah berdebat



Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka. (Markus 16:17)

Sebelum Tuhan Yesus terangkat ke Sorga, Dia banyak berpesan kepada murid-muridNya. Namun di sini, saya tidak membahas detil apa yang telah difirmankan, tetapi penekananan pada “bahasa-bahasa baru”.
http://www.andreasloanka.com/2012/05/01/karunia-bahasa-roh-1/


Baru-baru ini, saya sempat menyaksikan khotbah tentang bahasa roh dan kontroversialnya. Banyak doktrin-doktrin kristen yang mempercayainya dan banyak juga yang memisahkan diri atas kepercayaan terhadap bahasa roh. Tetapi secara jelas, kita dapat melihat bahkan Tuhan Yesus sendiri sudah berbicara tentang bahasa baru ini. Seperti pentakosta pertama di mana murid-muridNya bisa berbicara dalam bahasa asing. Menurut saya, bahasa baru dalam pimpinan roh itulah bahasa roh. Juga bahasa roh sesungguhnya tidak dimengerti manusia apabila tidak ada dikarunia penafsiran bahasa roh (1 Korintus 14:2).

Banyak sekali saya mendengar penyangkalan bahasa roh seperti 

Bahasa roh buat orang kurang percaya

Beruntung sekali, saya bisa menemukan firman Tuhan yang mengatakan bahasa baru seperti itu dikaruniakan justru kepada orang percaya. Ayat ini begitu jelas dan singkat telah menjelaskan berbagai alasan penyangkalan orang yang tidak percaya pada bahasa Roh. Mengalami bahasa Roh di masa kini, saya belum menemukan kesaksian orang kurang percaya yang memperoleh bahasa Roh. Justru sebaliknya, semakin dalam penyembahan dan sekutu manusia dengan Tuhan semakin beragam bahasa Roh yang diucapkannya.

Bahasa yang tidak dimengerti

Pada 1 Korintus 14:2 menjelaskan bahwa bahasa roh memang tidak diperuntukkan manusia, tetapi komunikasi super rahasia dengan Allah. Oleh karena itu bahasa Roh Kudus yang ada dalam diri kita yang membimbing kita berkomunikasi secara rahasia dengan Allah. Bahkan bisa mengucapkan berbagai perkara yang mungkin tidak terkatakan. Terkadang malah nurani mampu mengetahui apa yang tengah kita doakan melalui bahasa roh, bahkan Tuhan mampu menaruh hikmat dan kehendak-Nya dalam hati kita. (Sebagian orang percaya yang berbahasa roh malah diberi penglihatan dan pendengaran)

Ikut-ikutan

Bahasa roh merupakan karunia, tidak bisa seseorang ikut-ikutan, bahkan tidak bisa diajarkan. Namun ketika seseorang sungguh-sungguh meminta, Tuhan akan mendengarkan-Nya. Sebab Tuhan telah menjanjikan bahwa apapun yang engkau minta dengan sungguh-sungguh, Tuhan mendengar dan mengabulkan-Nya. Bahkan ketika seseorang beribadah dan mendengar dengan sungguh-sungguh, akan ada perbedaan antara bahasa roh yang ikut-ikutan dan bahasa roh dalam pimpinan Roh Kudus. Bahkan jikalau kita tidak bisa dan berusaha mengikuti bahasa roh, bisa dijamin lidah kita yang terpleset atau terplintir dan dengan sangat mudah kelelahan.

Karunia egois yang membangun diri sendiri

Memang seperti yang ditulis di Korintus bahwa karunia bahasa roh itu membangun diri sendiri. Namun apakah kita yakin bahwa itu sesuatu yang egois? Jika sempat saja seseorang mengalami, kita akan mengerti bahwa itu karunia yang luar biasa di mana dari sana kita bisa berbuat banyak. Kita bisa membagi energi positif di mana ketika beribadah dan berdoa bersama dengan orang-orang lainnya. Mereka bisa saling membagi. Bahkan ada kisah di mana seseorang yang tidak bisa berbahasa roh ikut dalam doa dengan mereka yang bisa berbahasa roh, tebak apa yang terjadi? Semula orang tersebut yang menyimpan berbagai kepahitan, dengan kuasa nama Tuhan Yesus dan karunia yang Tuhan titipkan, orang tersebut dipulihkan. Semua kepahitan yang mengganjal itu menghilang begitu saja. Dia terlepas dari kesedihannya. Nah, apakah hadirat-Nya tidak bisa ditransfer lewat bahasa roh?

Menjaga tingkah langkah sendiri, dengan berbahasa roh, api kerinduan kita terhadap Tuhan akan tetap berkobar. Bejana kita akan terus terisi berulang kali, sehingga rasa kemarahan, benci, dan dendam tentu akan jauh daripada orang percaya yang bergantung penuh kepada Tuhan. Seseorang itu akan menjaga tingkah langkah agar tidak melukai Tuhan Yesus yang selalu dirindukannya.

Bahkan kita bisa berdoa dengan bahasa roh. Bisa berdoa untuk kesulitan sendiri ataupun orang lain. Namun ketika dalam pimpinan roh, kita yang bisa berbahasa roh akan lebih fokus dalam syafaat dibandingkan diri sendiri. Kita semua tahu bahwa berdoa itu sangat besar efeknya, bahkan dengan doa saja kita bisa mengubahkan hati seseorang. Sebab dari doa pula, kita akan melangkah lebih dekat dengan Tuhan kita.

See? Sebenarnya apabila kita tahu bagaimana bahasa itu, karunia ini tidak lagi perlu perdebatan karena setiap manusia bisa memandang secara berbeda. Tidak perlu berlogika dan menyelidiki hal-hal keTuhanan yang pasti tidak kita pahami, sebab pengertian akan Tuhan itu tidak akan pernah dapat kita selami. Namun selama Tuhan memberi apa yang harus kita terima, maka terima saja.
Ada beberapa cerita yang saya dengar, setelah karunia bahasa roh menyusul karunia-karunia lain seperti salah satunya bernubuat atau berkata-kata dalam hikmat. Seperti yang kita tahu, sebelum bisa berbuat banyak kepada orang lain (apalagi membangun jemaat) kita harus terlebih dahulu membangun diri sendiri. 

Namun di luar daripada itu, jangan menjadikan karunia ini seperti keharusan dalam segala hal tentang Tuhan. Sebab karunia terbesar dalam hidup kita adalah KASIH KARUNIA di mana setiap orang telah menerimanya dalam hidup. Bisa atau tidak itu tidak menjadi keharusan. Namun apabila kita menginginkannya, mintalah terus kepada Tuhan, atau kita bisa mencoba merenungkan karunia seperti apa yang telah Tuhan berikan dalam hidup kita seperti karunia bernubuat, berkata hikmat, melayani, mengajar, menasehati, dan lain sebagainya. 

Guys, setiap orang memiliki karunia yang berbeda dan bisa lebih jika Tuhan berkehendak.

Tuhan Yesus memberkati
-----
Lily Zhang