Showing posts with label Syukur. Show all posts
Showing posts with label Syukur. Show all posts

Saturday, February 20, 2016

Kursi Kosong

Ayat Bacaan Ibrani 13:1-25
Karena Allah telah berfirman: “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.” (Ibrani 13:5b)
http://sorotklaten.co/berita-klaten-213-puluhan-jabatan-kades-di-klaten-kosong.html



Suatu kali, pada satu pertemuan bersama sahabat-sahabat saya, kami membahas tentang kekosongan hati dimana salah satu sahabat saya berkata, “yah, saya merasa ada kekosongan hati yang terisi kembali,” ketika dia tengah membahas tentang persekutuan yang diikutinya. Kemudian dia segera mengajak sahabat saya yang lain untuk mengikuti persekutuan, kebetulan mereka memiliki denominasi yang sama.

Yah, pernahkah kamu merasa kehilangan arah? Apapun yang baik telah kamu lakukan dan terima namun tetap saja ada sesuatu yang terasa kosong dalam hatimu? Kamu punya pegangan keyakinan, keluarga yang perhatian, karir yang menghasilkan, sahabat yang baik. Semua rasanya tidak ada yang kurang bahkan melalui setiap hobimu, kamu pun bisa puas dan menghasilkan sesuai harapanmu, terlepas dari kesulitan yang terkadang mampir. Namun hatimu pun masih terasa kosong, seperti ada yang hilang namun kamu kesulitan menemukan apa yang hilang dalam sepanjang perjalananmu.
Kamu tahu apa yang hilang?

Kepenuhan damai suka cita yang diberikan Tuhan melalui Roh Penolong yang seringkali kita kenal sebagai Roh Kudus. Ada dua hal dimana Roh Kudus “terasa” tidak hadir dalam perjalanan kita.

Thursday, June 18, 2015

Curhat sama Tuhan Yesus


Ayat Bacaan Kejadian 23:1-20
Kemudian matilah Sara di Kiryat-Arba, yaitu Hebron, di tanah Kanaan, lalu Abraham datang meratapi dan menangisinya. Sesudah itu Abraham bangkit dan meninggalkan isterinya yang mati itu (Kejadian 23:2-3)
link

Pernah mendengar dalam lingkungan non-Kristen, “orang Kristen nggak sayang orang tua.” Perkataan ini sudah saya dengar jauh sebelum saya menjadi pengikut Kristus dengan alasan-alasan yang dibenarkan oleh sebagian tua-tua non-Kristen.

Dulu pada saat saya belum menerima Kristus, saya heran banget dengan semua teman-teman saya yang Kristiani ketika ada kerabat yang meninggal terlihat tidak menangis meraung-raung, hanya sisa sembab atau mata memerah. Padahal dalam tradisi cina setempat, anak-cucu dan kerabat yang ditinggalkan harus menangis untuk apa tepatnya saya tidak pernah tahu. Bahkan saya pernah mendengar dari orang tua saya bahwa jaman dulu orang-orang cina yang ditinggalkan itu rela membayar orang hanya untuk menangis siang-malam. Sampai sekarang saya tidak mengerti apa maksud dari tradisi tersebut karena saya tidak pernah mengalaminya sendiri. Walaupun saya berasal dari keluarga cina yang percaya dengan takhayul, saya sendiri terus meragukan hal tersebut. Kadang percaya, kadang tidak sewaktu saya belum menerima Kristus.


Sebab ada kekuatan-Nya dalam kelemahan saya. Ketika Mama saya berpulang seharusnya saya mengalami "raungan" tangisan yang tidak mampu saya tahan. Apalagi Mama sudah menjadi urat nadi kehidupan saya dimana semua kesedihan dan kegembiraan selalu ditumpahkan kepada Mama. Namun pada titik ketika saya mengalami kebaikan Tuhan Yesus dalam hidup, saya mampu berkata sambil tersenyum kecil, “ini semua karena ada Tuhan Yesus.” Tanpa memberikan penjelasan apapun, setiap orang Kristiani tentunya akan mengerti. Dan pertanyaan yang sering sekali ditanyakan adalah, “kok kamu bisa tegar banget?” atau “kamu baik-baik ajah yah kan?” bahkan banyak senyuman sahabat (yang terlihat lega dengan keadaan saya yang  porak-poranda) yang membuat saya mengucap syukur bahwa kekuatan Tuhan luar biasa, melebihi ekspektasi saya, apalagi saya terkenal sebagai orang yang mudah menangis bersinggungan dengan Mama yang saya sayangi. Yah, saya menangis dan meratap tanpa perlu saya tunjukkan kepada siapapun selain Tuhan Yesus pada saat itu. Itukah yang sering dihakimi bahwa orang Kristiani tidak menyayangi orang tua hanya karena mereka tidak memerlihatkan kesedihan yang berlebihan? Tidak ada seorang pun yang mengerti hati orang lain dengan begitu baik kecuali Tuhan Yesus.

Tentu, seperti Abraham setelah meratap dan menangis, dia bangkit kembali untuk mengurus jenazah Sara. Seperti itu pula baiknya pekerjaan Tuhan dalam hidup saya ketika saya dimampukan untuk mengurus semua itu dengan baik. Kekuatan yang tidak pernah terlintas dan kita mengerti, sampai ketika kita mengalaminya sendiri. Pastinya, itu bukan kekuatan saya. 

Kebanyakan orang berpendapat terhadap situasi saya dimana sebagian dari mereka mungkin akan menangis meraung-raung, kebingungan, atau apapun yang bisa melemahkan kekuatan, pikiran dan perasaan mereka. Tetapi Tuhan tidak memberikan roh lemah kepada anak-anakNya dan bersyukur bahwa kami (saya dan keluarga) diberikan Roh Kuat di dalam Dia sehingga setiap orang-orang dapat melihat, ini loh karya kekuatan-Nya Tuhan (tidak ada maksud memegahkan saya dan keluarga tetapi lebih memegahkan Tuhan Yesus yang luar biasa). Meskipun ada kendala-kendala namun semuanya selesai dengan sangat baik dan lancar.

Kita tidak dikehendaki untuk berlarut-larut dalam ratapan dan tangisan. Seperti Abraham, kita diharapkan untuk bangkit dan melanjutkan hidup. Mungkin ada misi-misi memuliakan-Nya yang dirindukan oleh kerabat, orang tua, atau sahabat kita yang berpulang duluan, jika kita tergerak untuk melanjutkan misi dan kita mampu melakukannya, lakukanlah dan jadikan motivasi yang baik dalam hidup kita serta minta tuntunan-Nya yang benar.

Yah, menjawab orang-orang yang mengatakan Kristiani tidak menyayangi orang tuanya itu sepenuhnya salah. Saya sendiri menyanyangi orang tua dengan meminta tuntunan Tuhan karena saya sendiri mengetahui bahwa saya tidak sempurna. Kalaupun hari-hari ini, saya terlihat tegar itu sekali lagi karena Peran-Nya sehingga sesulit apapun saya hanya mencari Dia yang memelihara saya; menangis, meratap, dan mencari pertolongan di dalam Dia. Menyayangi orang tua dengan cara; tidak memerlihatkan beban dan tanggungan hidup yang mungkin sangat sulit untuk kita lewati. Hanya sekedar memberikan mereka ruang lega agar tidak ikut menanggung beban berat yang seharusnya menjadi tanggungan kita dan keluarga kecil kita sekarang ataupun nanti. Tanggungan beban kita pula dapat kita bawa ke dalam sharing dengan saudara seiman setelah meminta penyertaan Tuhan Yesus dalam hidup kita. God First!

Percayalah kepada-Nya setiap waktu, hai umat, curahkanlah isi hatimu di hadapan-Nya; Allah ialah tempat perlindungan kita. (Mazmur 62:8)
Tuhan Yesus memberkati
-----
Lily Zhang

Thursday, June 11, 2015

Deklarasi Kebanggaan

Ayat bacaan Kejadian 21:1-7
Lagi katanya: “Siapakah tadinya yang dapat mengatakan kepada Abraham: “Sara menyusui anak? Namun aku telah melahirkan seorang anak laki-laki baginya pada masa tuanya.” (Kejadian 21:7)
link

Kejadian 18:12 memerlihatkan bahwa betapa tidak percayainya Sara terhadap Firman Tuhan yang disampaikan kepada Abraham. Namun sebaliknya, pada ayat Kejadian 21:7 mencerminkan kebanggaan Sara akan pekerjaan Tuhan dalam hidupnya. Selama ini, Sara menyimpan kesedihan bahwa dia tidak akan bisa melahirkan anak bagi Abraham dan meneruskan keturunannya. Tidak ada lagi yang akan mempertanyakan bahwa “Sara menyusui anak?” karena janji Tuhan telah digenapi dengan kelahiran Ishak. Dapat dibaca betapa antusias kebangaan Sara ketika melahirkan Ishak pada masa tuanya.


Seringkah kita bergembira atas segala pekerjaan Tuhan baik yang berupa supranatural ataupun melalui “alat-Nya”?

Friday, May 29, 2015

Berharap-harap cemas



Ayat bacaan : Kejadian 18:1-15
Jadi tertawalah Sara dalam hatinya, katanya: "Akan berahikah aku, setelah aku sudah layu, sedangkan tuanku sudah tua?" (Kejadian 18:12)
link

Pernahkah kita mempertanyakan pekerjaan Tuhan yang terasa mustahil di pikiran kita? Hanya diri kita yang bisa menjawab di hati dengan jujur apa yang kita rasakan. Apakah kita sama dengan Sara dan Abraham (Kejadian 17:17) yang tidak ditemukan iman di dalamnya? Mereka bersikap seperti itu karena mereka membiarkan kelemahan mereka menguasai diri, itu yang dikenal kecemasan. Tuhan berjanji di usia senja mereka. Kecemasan menuntun langkah mereka bahkan membuat keduanya harus mengambil Hagar untuk melahirkan keturunan untuk Abraham. Di sini juga, Sara cemas dengan usianya yang tua dan tidak percaya dengan dirinya yang telah mati haid.

Saturday, May 9, 2015

Menelan bulat-bulat


Ayat bacaan Kejadian 12:1-9
Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu; (Kejadian 12:1)
http://raredistro.com/shop/13530

Saya punya seorang sahabat yang penurut banget. Kalau ibunya menyuruhnya jangan pulang malam, maka sebelum waktunya dia akan buru-buru pulang. Kalau saya menganjurkannya untuk makan ini atau itu, walaupun bukan makanan yang enak pun dia akan makan demi kesehatannya, malah dengan rajinnya. Semuanya dia lakukan karena dia percaya pada ibunya yang mencemaskan kebaikannya dan pada saya yang mengharapkan dia tetap sehat. Dan setelah merenung, saya tahu kalau dia percaya sepenuh hatinya. Karena apabila seseorang percaya setengah hati, dia tidak akan menelan bulat-bulat anjuran dan aturan yang dibuat orang lain. 

Monday, April 27, 2015

Menanti Busur-Nya



Ayat bacaan Kejadian 9:1-17

Jika busur itu ada di awan, maka Aku akan melihatnya, sehingga Aku mengingat perjanjian-Ku yang kekal antara Allah dan segala makhluk yang hidup, segala makhluk yang ada di bumi.” (Kejadian 9:16)
http://dreamatico.com/rainbow.html

Pelangi. Banyak kali kita mendengar lagu yang memasukkan unsur langit itu sebagai sebuah “harapan” bahwa pada suatu hari yang Tuhan kehendaki, akan ada keindahan yang membuat kita terkagum. Hari ini, saat penulis membaca kejadian 9:1-17 tentang busur yang ditaruh Allah di awan (ay. 13) seketika saja penulis berpikir bukankah busur itu identik dengan pelangi, setuju? Bentuk pelangi yang melengkung dan persis sama dengan busur.

Friday, February 20, 2015

Karena Iman

Tetapi Yesus berkata: “Ada seorang yang menjamah Aku, sebab Aku merasa ada kuasa yang keluar dari diri-Ku.” (Lukas 8:46)
http://www.dpcdsb.org/FCTIP/Our+Faith/September+-+Faith.htm
Perempuan yang selama dua belas tahun mengalami pendarahan berhasil menarik kuasa dari Kristus karena imannya. Dalam ayat ini, Tuhan tidak dengan sadar mengeluarkan kuasa penyembuhan kepada perempuan yang sakit itu, bahkan perkataan pun tidak. Namun Dia telah menyembuhkan perempuan itu dengan jumbai jubah-Nya. Di sini, kita bisa melihat betapa mulia Tuhan Yesus dan berkelimpahan keajaiban.

Tuesday, February 17, 2015

Mulai membaca


“Mengapa kamu berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan? (Lukas 6:46)
https://twitter.com/ayatdarialkitab

Apa bedanya antara orang yang mendirikan rumah dengan dasar yang tertancap dalam dengan orang yang tidak memiliki dasar? Jelas, ketika banjir datang yang satu akan selamat dan yang lain akan terhanyut dan roboh.

Begitu pula kehidupan rohani kita. Tidak hanya berteriak-teriak dan memuliakan Tuhan hanya dengan mulut sementara perbuatan masih sama dengan orang fasik. Seperti orang beriman yang masih sering berbohong, mencemooh, bahkan bermegah dalam harta duniawinya. 

Saturday, December 13, 2014

Pasir dalam genggaman



Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku. (Matius 25:45)

Bagaimana bisa kita memberi makan untuk Raja Mulia, Lord Jesus?

Tuhan Yesus menjawab dengan sangat jelas setiap apa yang mungkin kita pertanyakan kepada-Nya ketika orang-orang bertanya, bagaimanakah orang-orang benar yang memberi makan untuk Raja Mulia (ay 35-36)?

Wednesday, December 10, 2014

Sahabat Sejati



Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran (Amsal 17:17)
http://www.99hdwallpaper.com/friendship/picture-of-friendship-love.html

Pernah punya sahabat? Ya ya ya, sebagian dari kita mungkin memperoleh pengalaman berteman yang buruk sehingga terkadang kita selalu berpikir seorang sahabat itu mustahil ada di dunia. 

Salah, seorang sahabat ada di dunia tergantung kita jeli melihat di mana sahabat kita dan menerima segala kekurangan serta kelemahannya. Kebanyakan orang tidak memiliki sahabat karena sedikit saja perselisihan, mereka sudah menjadi musuh. Atau kecenderungan orang lain yang sulit menerima kekurangan atau kelemahan orang lain, mereka memilih untuk menjauh, bukannya menegur.

Tuesday, December 9, 2014

Saya ragu, saya tidak mengalami



Yesus menjawab mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu percaya dan tidak bimbang, kamu bukan saja akan dapat berbuat apa yang Kuperbuat dengan pohon ara itu, tetapi juga jikalau kamu berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! Hal itu akan terjadi. (Matius 21:21)
http://johnkrohn.blogspot.com/2013/07/when-there-is-no-miracle.html

Mengapa mujizat kesembuhan tidak diterima oleh setiap orang meskipun mereka sudah berusaha bergantung kepada Tuhan? Percaya kepada Tuhan saja tidak cukup dengan kata-kata dalam doa saja, tetapi butuh perbuatan untuk membuktikan perkataan iman kita.

Dalam iman kita kepada-Nya hendaknya kita tidak memelihara keraguan yang hanya akan menghambat mujizat bahkan menjatuhkan iman kita. Pengalaman pribadi saya ketika sedang berusaha meminta belas kasihan Tuhan, saya tidak percaya pribadi seperti saya boleh dan layak menerima mujizat Tuhan. Hal itu berdampak pada kejatuh-bangkit-jatuh iman saya yang terjadi sepanjang masa kelemahan saya.

Friday, November 21, 2014

Kenapa harus malu?



Hormatilah ayahmu dan ibumu, seperti yang diperintahkan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, supaya lanjut umurmu dan baik keadaanmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu. (Ulangan 5:16)

Seorang cowok tidak mau ngaku waktu ditanya teman ceweknya kalau Papanya berjualan kue. Kenapa? Karena dia malu dengan pekerjaan Papanya. Apalagi cowok itu berteman di lingkungan bonafit dengan Papa teman-temannya yang adalah pemilik perusahaan. Girls, sebenarnya mengapa kita harus malu dengan kehidupan nyata kita yang sebenarnya? 
Picture by http://www.law.harvard.edu/students/dean/parents.php