Showing posts with label Keselamatan. Show all posts
Showing posts with label Keselamatan. Show all posts

Monday, March 27, 2017

Melepas Cincin Pernikahan


Ayat Bacaan Matius 19:1-12

Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia." (Matius 19:6)

27 Maret 2017

Kepada.
Setiap Suami/Istri
yang
Melepaskan Cincin Pernikahan


Jujur saja, saya tidak pernah berani bertanya langsung pada Anda yang telah memutuskan berpisah dengan pasangan Anda. Mengapa? Karena saya takut dituding tidak mengerti, tidak memahami, tidak berada di posisi Anda. Namun saya sebenarnya kepo sekali pengen tau apakah masalah Anda sehingga Anda ingin melepaskan cincin pernikahan sakral itu?

Ijinkan saya bercerita, saya dan suami mengalami kisah yang hampir tidak dapat dipercaya. Kami dekat tapi kami tidak langsung memutuskan untuk pacaran. Kami beribadah bersama tetapi masih dalam status sahabat. Ketika itu, saya dikasi feeling yang jelas sekali oleh Tuhan untuk berdoa puasa bagi dia selama 40 hari konsisten mendukung pergumulannya. Tidak ada seorang pun yang mengetahui untuk siapa saya melakukan hal tersebut. Rahasia itu antara saya dan Tuhan. Namun saat saya dan dia berdoa untuk hubungan kami apakah hubungan ini dikenan olehNya atau tidak, Tuhan menjawab dengan ajaibNya. Suami yang saat itu sahabat saya sering pengen tahu siapa yang saya doa puasakan, namun saya hanya berkata kepada Tuhan, "bila pun Engkau ingin dia mengetahuinya, baiklah bila Engkau Tuhan Yesus yang memberitahunya." sambil saya berdoa seperti itu, saya juga meminta konfirmasi apakah dia pasangan yang Tuhan sediakan dalam kehidupanku jika iya, maka Tuhan akan memberitahukannya dengan caraNya. Dan Tuhan lakukan seperti yang saya doakan. Dia berkata padanya dalam tidur bahwa saya berdoa puasa bagi dia dengan sangat jelas, singkat, dan padat. Saat itu, kami berdua merasakan bagaimana ajaibNya Tuhan diantara kami.

Semasa pacaran saya dan suami sangat banyak pergumulan yang jikalau diceritakan mungkin bisa jadi cerita bersambung yang seru banget. Namun bahkan ditengah pergumulan yang terasa sangat berat, Tuhan Yesus menyelamatkan hubungan kami berpuluh-puluh kali (saya gak hitung ding :p). Itu karena saya selalu membungkus setiap hubungan kami dengan doa setiap waktu, setiap saat teduh karena saya selalu diingatkan dan percaya dengan kekuatan doa. Apakah Anda sudah melakukannya dengan sungguh-sungguh? Menjerit dari hati? Lakukanlah... Tuhan bukan Allah yang menutup mataNya. baca Tujuh Kali Memohon.

Sampai pada detik-detik pernikahan, saya masih berdoa menyerahkan pernikahan dalam tangan Tuhan. Jika Dia berkenan, maka semuanya akan lancar namun akan terjadi sebaliknya jika Dia tidak berkenan. Suamipun mendapat hikmat dari Tuhan untuk benar-benar menguduskan hati dan hubungan sampai pada pernikahan meskipun ada saja hal-hal yang menghalangi namun jelas sekali dia mendapat hikmat bahwa pernikahan akan diberkati dan dikenan apabila kami melakukan seperti yang dikehendakiNya, dan semuanya menjadi luar biasa.

Saya masih ingat, ketika saya memasuki pintu gereja, saya merasa "disentuh" dan "dilawat" disepanjang iringan lagu pernikahan dan tarian, Hari itu, rasanya suasana gereja sangat berbeda, mirip sekali ibadah lawatan yang sering ada di gereja. Saya sungguh merasa sangat kagum dengan Tuhan Yesus atas karya dan janji indahNya. Saya sungguh merasa seluruh tubuh saya dipenuhi dengan hadiratNya yang luar biasa. Apalagi saat ayat pernikahan sakral yang selalu saya dengar di setiap pemberkatan pernikahan Matius 19:6 yang memberi pengharapan, ikatan, dan penghargaan kepada setiap manusia untuk menghargai, menghormati, dan mengusahakan selalu pernikahan sekali seumur hidup.

Ketika pendeta atau sebutan kami Boksu tumpang tangan, seketika itu saya menangis karena saya percaya ada kuasa melalui tangan Boksu menyampaikan isi hati Tuhan Yesus, juga saya senang karena orang yang mengucap janji dengan saya adalah pilihanNya melalui berbagai pergumulan dan doa yang kami lalui. Ketika cincin pernikahan disematkan diantara jari-jari maka itu melambangkan keterikatan pasangan suami-istri, bahwa mereka sudah tidak lagi sendiri, terikat hingga maut memisahkan. Sehingga setiap orang yang melihatnya sadar bahwa orang yang memakai cincin sudah melalui suatu pernikahan yang sakral yang dihadiri oleh Tuhan sendiri, tentunya hubungan yang tidak dapat dengan mudah dipisahkan oleh manusia baik melalui kertas yang dimateraikan oleh pemerintah, maupun perpisahan yang melepaskan materai hatinya melalui melepas cincin pernikahan.

Hari ini, bila Anda melepaskan cincin dengan berbagai alasan mengartikan Anda dengan mudah melepaskan materai hati Anda atas pernikahan yang telah Tuhan materaikan. Anda berusaha menghapuskan kebahagiaan hari terbesar Anda dengan begitu mudah, Anda menolak ingat akan perasaan mula-mula Anda bersama pasangan Anda, rasa kasih dan sayang yang dahulu mempersatukan Anda karena mungkin keadaan sekarang yang menurut Anda tidak lagi sama. 

Jangan melepaskan cincin pernikahan saudara, Tuhan Yesus tidak berkenan, Dia tidak disenangkan. Jika Anda terlanjur melepaskannya dan telah resmi berpisah secara hukum, percayalah bagi Tuhan kalian masih sepasang suami-istri, pakailah cincin pernikahanmu meskipun pasanganmu tidak, berdoalah, berdoalah, dan berdoalah sampai sesuatu terjadi. Ampuni atas kesalahan Anda dan pasangan terlebih dahulu sebelum Anda berdoa untuk pasangan Anda, minta Tuhan campur tangan agar Anda dimampukan untuk mengampuni kesalahan sefatal apapun.

Jangan move on dari perpisahan, pakailah cincinmu dan tunjukkan imanmu, Tuhan Yesus akan menolong asal Anda tidak menyerah tetapi berserahlah karena kekuatanmu habis, biarkan Tuhan Yesus yang turun tangan menangani masalahmu. Setialah, berimanlah, berdoalah. Saya percaya akan banyak rumah tangga yang dipulihkan meski waktuNya tidak dapat saya mengerti. Saya rindu Tuhan pulihkan rumah tangga Anda.

Jika Tuhan Yesus bisa menyertai pernikahan kami yang penuh dengan pergumulan, maka Dia pun bisa mengabulkan keinginan hati Anda yang berdoa dan meminta dengan benar yakni pemulihan rumah tangga. Percayalah, Dia teramat baik. 

Saya bercerita bukan untuk bermegah atas pernikahan kami namun agar Anda kembali mengingat saat-saat indah pernikahan Anda yang tentu saja ada dalam memori Anda sehingga kasih mula-mula dan anggur yang baru boleh tercurah atas kehidupan pernikahan Anda. Sehingga Anda dan pasangan boleh menang atas perpisahan karena Anda adalah pemenang! yah, Anda pemenang selama Anda percaya, taat, dan tekun di dalamNya. 

Mari kita berdoa, Tuhan Yesus yang MahaBaik. Engkaulah Raja segala Raja, juga kehidupan kami ada dalam kedaulatanMu. Ya Tuhan, hari ini anak-anakMu memohon belas kasihanmu atas kehidupan rumah tangga mereka. Mereka rindu Tuhan seperti yang Engkau katakan bahwa Perceraian ataupun Perpisahan itu tidak pernah ada dalam rencanaMu, biarlah rumah tangga mereka Engkau pulihkan baik yang telah berpisah ataupun belum, tutup bungkus hubungan mereka dan menangkan hubungan mereka dalam bungkusan bilur-bilur darahMu yang ajaib, segala kemuliaan, hormat dan pujian hanya dalam nama Tuhan Yesus Kristus, amin.

Demikian juga kamu, hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, supaya jika ada diantara mereka yang tidak taat kepada Firman, mereka juha tanpa perkataan dimenangkan oleh kelakuan isterinya, (1 Petrus 3:1)

Demikian juga kamu, hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan isterimu, sebagai kaum yang lebih lemah! Hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan terhalang. (1 Petrus 3:7)

Salam Hormat dan Kasih,
Saya, yang belum mengerti apapun. 
Lily Zhang
Tuhan Yesus berkati


Tuesday, July 21, 2015

Minta Konfirmasi!

Ayat Bacaan Kejadian 24:1-67
Kiranya terjadilah begini: anak gadis, kepada siapa aku berkata: Tolong miringkan buyungmu itu, supaya aku minum, dan yang menjawab: Minumlah, dan unta-untamu juga akan kuberi minum -- dialah kiranya yang Kautentukan bagi hamba-Mu, Ishak; maka dengan begitu akan kuketahui, bahwa Engkau telah menunjukkan kasih setia-Mu kepada tuanku itu." (Kejadian 24:14)
link
Pernahkah kita meminta petunjuk kepada Tuhan dengan cara seperti yang dilakukan oleh hamba Abraham itu?

Hamba Abraham menghadapi sebuah pergumulan akan kebingungannya sendiri untuk mengemban tanggung jawab dari Abraham apalagi dia diminta bersumpah. Di antara perempuan-perempuan itu, hamba Abraham tidak tahu bagaimana harus membawa pulang calon istri bagi Ishak. 

Dalam kebingungannya, hamba Abraham meminta petunjuk kepada Tuhan dengan menunjukkan sesuai dengan yang diperkatakannya. Pernahkah kita menyatakan petunjuk agar apabila Tuhan berkenan atas apa yang kita lakukan, Dia akan menggenapinya?

Saturday, July 4, 2015

Belum Cukup?


Ayat Bacaan Matius 6:5-15
Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya (Matius 6:11)
link

Bacaan ini merupakan nasehat Tuhan Yesus yang mengajarkan bagaimana kita untuk berdoa. Kristiani tidak mendikte bagaimana cara kita berdoa tetapi ajaran hal berdoa yang datang dari Tuhan Yesus perlu kita teladani. Namun hari ini, kita tidak mengangkat topik perikop ini tentang hal berdoa. Hanya mengingatkan bahwa tidaklah perlu kita berdoa memutar-mutar panjang agar Tuhan mengabulkan keinginan kita, sesungguhnya Dia telah mengetahui apa yang kita perlukan. Tuhan Yesus mengajarkan bahwa kecukupan doa dapat dibaca pada Matius 6:5-15.

Nah, bagaimana perihal ayat nas hari ini? Di sini, secukupnya ditebalkan, mengapa? Saya merasa akan sangat menarik bahwa kita membahas tentang kecukupan hidup kita. Makanan secukupnya menurut Tuhan bisa berarti ketika kecil, kita diberikan makan setengah piring nasi namun setelah besar, kita diberikan makan satu piring nasi.

Thursday, June 18, 2015

Curhat sama Tuhan Yesus


Ayat Bacaan Kejadian 23:1-20
Kemudian matilah Sara di Kiryat-Arba, yaitu Hebron, di tanah Kanaan, lalu Abraham datang meratapi dan menangisinya. Sesudah itu Abraham bangkit dan meninggalkan isterinya yang mati itu (Kejadian 23:2-3)
link

Pernah mendengar dalam lingkungan non-Kristen, “orang Kristen nggak sayang orang tua.” Perkataan ini sudah saya dengar jauh sebelum saya menjadi pengikut Kristus dengan alasan-alasan yang dibenarkan oleh sebagian tua-tua non-Kristen.

Dulu pada saat saya belum menerima Kristus, saya heran banget dengan semua teman-teman saya yang Kristiani ketika ada kerabat yang meninggal terlihat tidak menangis meraung-raung, hanya sisa sembab atau mata memerah. Padahal dalam tradisi cina setempat, anak-cucu dan kerabat yang ditinggalkan harus menangis untuk apa tepatnya saya tidak pernah tahu. Bahkan saya pernah mendengar dari orang tua saya bahwa jaman dulu orang-orang cina yang ditinggalkan itu rela membayar orang hanya untuk menangis siang-malam. Sampai sekarang saya tidak mengerti apa maksud dari tradisi tersebut karena saya tidak pernah mengalaminya sendiri. Walaupun saya berasal dari keluarga cina yang percaya dengan takhayul, saya sendiri terus meragukan hal tersebut. Kadang percaya, kadang tidak sewaktu saya belum menerima Kristus.


Sebab ada kekuatan-Nya dalam kelemahan saya. Ketika Mama saya berpulang seharusnya saya mengalami "raungan" tangisan yang tidak mampu saya tahan. Apalagi Mama sudah menjadi urat nadi kehidupan saya dimana semua kesedihan dan kegembiraan selalu ditumpahkan kepada Mama. Namun pada titik ketika saya mengalami kebaikan Tuhan Yesus dalam hidup, saya mampu berkata sambil tersenyum kecil, “ini semua karena ada Tuhan Yesus.” Tanpa memberikan penjelasan apapun, setiap orang Kristiani tentunya akan mengerti. Dan pertanyaan yang sering sekali ditanyakan adalah, “kok kamu bisa tegar banget?” atau “kamu baik-baik ajah yah kan?” bahkan banyak senyuman sahabat (yang terlihat lega dengan keadaan saya yang  porak-poranda) yang membuat saya mengucap syukur bahwa kekuatan Tuhan luar biasa, melebihi ekspektasi saya, apalagi saya terkenal sebagai orang yang mudah menangis bersinggungan dengan Mama yang saya sayangi. Yah, saya menangis dan meratap tanpa perlu saya tunjukkan kepada siapapun selain Tuhan Yesus pada saat itu. Itukah yang sering dihakimi bahwa orang Kristiani tidak menyayangi orang tua hanya karena mereka tidak memerlihatkan kesedihan yang berlebihan? Tidak ada seorang pun yang mengerti hati orang lain dengan begitu baik kecuali Tuhan Yesus.

Tentu, seperti Abraham setelah meratap dan menangis, dia bangkit kembali untuk mengurus jenazah Sara. Seperti itu pula baiknya pekerjaan Tuhan dalam hidup saya ketika saya dimampukan untuk mengurus semua itu dengan baik. Kekuatan yang tidak pernah terlintas dan kita mengerti, sampai ketika kita mengalaminya sendiri. Pastinya, itu bukan kekuatan saya. 

Kebanyakan orang berpendapat terhadap situasi saya dimana sebagian dari mereka mungkin akan menangis meraung-raung, kebingungan, atau apapun yang bisa melemahkan kekuatan, pikiran dan perasaan mereka. Tetapi Tuhan tidak memberikan roh lemah kepada anak-anakNya dan bersyukur bahwa kami (saya dan keluarga) diberikan Roh Kuat di dalam Dia sehingga setiap orang-orang dapat melihat, ini loh karya kekuatan-Nya Tuhan (tidak ada maksud memegahkan saya dan keluarga tetapi lebih memegahkan Tuhan Yesus yang luar biasa). Meskipun ada kendala-kendala namun semuanya selesai dengan sangat baik dan lancar.

Kita tidak dikehendaki untuk berlarut-larut dalam ratapan dan tangisan. Seperti Abraham, kita diharapkan untuk bangkit dan melanjutkan hidup. Mungkin ada misi-misi memuliakan-Nya yang dirindukan oleh kerabat, orang tua, atau sahabat kita yang berpulang duluan, jika kita tergerak untuk melanjutkan misi dan kita mampu melakukannya, lakukanlah dan jadikan motivasi yang baik dalam hidup kita serta minta tuntunan-Nya yang benar.

Yah, menjawab orang-orang yang mengatakan Kristiani tidak menyayangi orang tuanya itu sepenuhnya salah. Saya sendiri menyanyangi orang tua dengan meminta tuntunan Tuhan karena saya sendiri mengetahui bahwa saya tidak sempurna. Kalaupun hari-hari ini, saya terlihat tegar itu sekali lagi karena Peran-Nya sehingga sesulit apapun saya hanya mencari Dia yang memelihara saya; menangis, meratap, dan mencari pertolongan di dalam Dia. Menyayangi orang tua dengan cara; tidak memerlihatkan beban dan tanggungan hidup yang mungkin sangat sulit untuk kita lewati. Hanya sekedar memberikan mereka ruang lega agar tidak ikut menanggung beban berat yang seharusnya menjadi tanggungan kita dan keluarga kecil kita sekarang ataupun nanti. Tanggungan beban kita pula dapat kita bawa ke dalam sharing dengan saudara seiman setelah meminta penyertaan Tuhan Yesus dalam hidup kita. God First!

Percayalah kepada-Nya setiap waktu, hai umat, curahkanlah isi hatimu di hadapan-Nya; Allah ialah tempat perlindungan kita. (Mazmur 62:8)
Tuhan Yesus memberkati
-----
Lily Zhang

Thursday, June 11, 2015

Deklarasi Kebanggaan

Ayat bacaan Kejadian 21:1-7
Lagi katanya: “Siapakah tadinya yang dapat mengatakan kepada Abraham: “Sara menyusui anak? Namun aku telah melahirkan seorang anak laki-laki baginya pada masa tuanya.” (Kejadian 21:7)
link

Kejadian 18:12 memerlihatkan bahwa betapa tidak percayainya Sara terhadap Firman Tuhan yang disampaikan kepada Abraham. Namun sebaliknya, pada ayat Kejadian 21:7 mencerminkan kebanggaan Sara akan pekerjaan Tuhan dalam hidupnya. Selama ini, Sara menyimpan kesedihan bahwa dia tidak akan bisa melahirkan anak bagi Abraham dan meneruskan keturunannya. Tidak ada lagi yang akan mempertanyakan bahwa “Sara menyusui anak?” karena janji Tuhan telah digenapi dengan kelahiran Ishak. Dapat dibaca betapa antusias kebangaan Sara ketika melahirkan Ishak pada masa tuanya.


Seringkah kita bergembira atas segala pekerjaan Tuhan baik yang berupa supranatural ataupun melalui “alat-Nya”?

Monday, June 1, 2015

Tujuh Kali Memohon



Ayat bacaan Kejadian 18:16-33

Abraham datang mendekat dan berkata: “Apakah Engkau akan melenyapkan orang benar bersama-sama dengan orang fasik? (Kejadian 18:23)
link

Suatu kali, sebuah perusahaan kehilangan stok yang bernilai ratusan juta rupiah. Ketika di wawancara satu per satu, pemimpin itu tidak dapat memisahkan mana karyawan yang bisa dipercaya ataupun karyawan yang mencurigakan. Dia bisa menuntut semua karyawannya bersalah atau membiarkan peristiwa ini berlalu dengan kerugian besar. Pemimpin yang cakap tidak akan bisa membiarkan hal seperti ini lewat begitu saja atau akan lebih banyak kerugian yang akan ditanggungnya. Namun, menuntut semua karyawannya bersalah, tentu saja hati nuraninya tidaklah tega. Secara pasti, masih tersisa karyawan jujur yang terkena imbas atas ketidakjujuran karyawan yang mencuri. Tetapi apakah seorang karyawan jujur pasti berani mengadukan temannya?

Tujuh kali Abraham dengan rendah hati, penuh harap, dan takut kepadaNya memohon untuk pengampunan terhadap dosa besar Sodom dan Gomora. Tuhan berFirman akan mengabulkan  setiap permohonan Abraham. Namun permohonan ke tujuh kemudian Tuhan pun pergi dari hadapan Abraham. Tuhan tahu apa yang ada di hati Abraham sekalipun tidak diucapkannya atau dimintanya secara langsung di depan Tuhan. Namun apa yang seharusnya terjadi sesuai kehendak-Nya pastilah terjadi.



Demikianlah pada waktu Allah memusnahkan kota-kota di lembah Yordan dan menunggangbalikkan kota-kota kediaman Lot, maka Allah ingat kepada Abraham, lalu dikeluarkan-Nyalah Lot dari tengah-tengah tempat yang ditunggangbalikkan itu. (Kejadian 19:29)


Ayat di atas menjelaskan bahwa permohonan Abraham yang tujuh kali itu tidak berlalu dengan sia-sia serta Tuhan tahu harapan yang disembunyikan Abraham dalam setiap permohonannya. Oleh karena kasih dan tanggung jawab Abraham yang besar terhadap saudaranya, dia menanggalkan semua rasa takutnya untuk memohon pengampunan Sodom dan Gomora yang sangat berdosa kepada Tuhan. Itu dilakukannya untuk menyelamatkan Lot. Hanya saja Tuhan tidak mengabulkan keinginan Abraham untuk keselamatan Sodom dan Gomora namun menggantinya dengan diluputkannya Lot dan keluarganya dari kota berdosa itu sesuai dengan cara-Nya. Tuhan mengasihani Lot karena permohonan Abraham. 


Ketika ia berlambat-lambat, maka tangannya, tangan isteri dan tangan kedua anaknya dipegang oleh kedua orang itu, sebab TUHAN hendak mengasihani dia; lalu kedua orang itu menuntunnya ke luar kota dan melepaskannya di sana. (Kejadian 19:16)

Dapat diambil kesimpulan dari peristiwa ini; 

Permohonan tidak pernah kembali dengan sia-sia. Mungkin hari ini, kita merasa permohonan kita yang sama dan berulang kali terasa kosong, hampa, dan tidak ada jawaban. Namun seperti kisah di atas bahwa Tuhan tidak pernah melupakan apa yang kita mohon atau minta kepada-Nya. Ada waktu dan cara-Nya yang tidak pernah melintas dalam pikiran kita. Hanya saja, kita perlu meneladani Abraham yang tidak jenuh meminta berulang kali, rendah hati akan harapan dalam setiap permohonannya. Di sini, kita juga dapat menyimpulkan bahwa Abraham yang berdoa syafaat untuk mereka adalah dengan hati yang sungguh-sungguh.

Sampaikan harapan yang tersembunyi dalam hati. Tanpa perlu kita mengucapkannya, Tuhan MahaMengetahui hati kita dan harapan kita. oleh karena itu, tidak perlu menyembunyikan harapan besar dalam hati kita terhadap Tuhan. Sebab, mau kita katakan atau tidak sebenarnya Tuhan sudah tahu dan mengabulkan sesuai dengan kehendak-Nya.

Menanggalkan semua rasa takut. Terkadang, kita merasa sungkan dan takut Tuhan tidak memenuhi harapan kita atau permintaan kita mustahil dan terlalu besar buat kita sendiri. Namun kita harus percaya bahwa Allah adalah Tuhan yang MahaPengasih, Dia selalu siap mendengarkan apapun yang kita pinta, Dia bahkan terlalu setia untuk manusia yang hidup dalam keterbatasan dan hati yang tidak pernah sempurna. Namun Tuhan mampu mewujudkan kehendak-Nya dalam hidup kita lebih dari ekspektasi bahkan pemenuhan-Nya lebih dari yang kita minta.

Sesuai cara-Nya. Kita tidak pernah mengerti bagaimana cara-Nya memenuhi permintaan kita yang terkadang mustahil dan bahkan terlalu besar. Namun Tuhan punya cara-Nya sendiri yang tidak terpikirkan untuk hidup kita. Manusia hanya perlu percaya dan bergantung kepada-Nya sehingga kehendak-Nya dinyatakan dalam hidup kita. 

Adalah sebuah pengalaman doa Rani, “Ya Tuhan, pulihkanlah tubuh Rina sahabatku.” Doa itu terus dipanjatkannya berulang kali dengan beragam cara, namun sepertinya semuanya terlihat sia-sia. Dia tahu kalau Rina itu sangat anti-Kristus, kemustahilan itu pun melemahkan hatinya. Namun kemudian di setiap sela-sela doanya, terkadang dia menyelipkan nama Rina walaupun tidak se-intens dahulu. Sampai beberapa kali, Rani didorong untuk berdoa bagi Rina, “Tuhan, kiranya Engkau menyentuh dan melembutkan hatinya, daripada-Mu ada jawaban dan aku percaya itu. Jika tidak melalui aku untuk meminta pemulihanmu, kiranya Engkau berkenan memakai ‘alat-Mu’ untuk memulihkan dia sesuai kehendak-Mu dan boleh merasakan betapa nikmat hadirat-Mu ini.” Detail cerita dan percakapan Rani dengan Tuhan mungkin tidak persis sama, hanya saja inti percakapannya semua terangkum dalam kalimat itu. Rani mengasihi Rina ketika dia mendoakan sahabatnya itu. Seperti Abraham yang menyembunyikan harapan dalam hatinya, seperti itu pula Rani menyembunyikan harapannya agar Rina dipulihkan tubuhnya namun Rani tidak gamblang memintanya kepada Tuhan. Apa yang Tuhan kerjakan membuat hati Rani girang ketika berselang lama dari doa-doanya yang berulang kali, Rina dibaptis dalam nama Allah Bapa, Putera, dan Roh kudus. Namun lebih daripada itu, Rani percaya kalau Rina telah dipilih Tuhan sebagai anak-Nya. (True story from someone)

Tuhan Yesus memberkati
------
Lily Zhang

Friday, May 15, 2015

Sodom di balik Lembah Yordan



Ayat bacaan Kejadian 13:1-18

Lalu Lot melayangkan pandangnya dan dilihatnyalah, bahwa seluruh Lembah Yordan banyak airnya, seperti taman Tuhan, seperti tanah Mesir, sampai ke Zoar. (Kejadian 13:10)
link

Perselisihan antara gembala Abram dan Lot menyebabkan perpecahan di antara mereka. Abram membebaskan Lot untuk memilih terlebih dahulu tanah yang diinginkannya. Pada ayat ke sepuluh, Lot jelas memilih tanah yang terlihat subur dengan kekayaan alamnya. Namun apa yang terlihat tidak selamanya baik. Pada ayat ke duabelas dikatakan bahwa Lot malah berkemah di dekat Sodom yang sangat jahat dan berdosa (ayat 13). Ternyata dibalik semua keindahan Lembah Yordan berdekatan dengan Sodom yang keji. Yah Sodom berada di Lembah Yordan, tanah yang dipilih Lot.

Keseringan keserakahan memang akan berujung pada maut dalam banyak arti. Maut berarti kematian secara fisik, rohani, ataupun mental. Kisah Lot pun berulang pada manusia masa kini. Banyak sekali saya melihat seorang karyawan yang berhenti dari sebuah perusahaan X dan masuk ke perusahaan Y namun tidak seperti ekpektasinya. Sebuah perusahaan Y yang awalnya dilihatnya penuh kelimpahan dan mungkin karyawan tipe serakah ini hanya memikirkan kelimpahan tanpa berspekulasi dengan resiko dan tanggung jawab yang harus dipikulnya. Di perusahaan Y dia akan melihat Sodom yang sukar diatasinya. Bahkan dia mungkin akan kewalahan dengan kekejian Sodom di luar ekspektasinya. Dan kemudian mental yang hanya memandang kelimpahan itu akan segera menyerah.

Monday, April 27, 2015

Menanti Busur-Nya



Ayat bacaan Kejadian 9:1-17

Jika busur itu ada di awan, maka Aku akan melihatnya, sehingga Aku mengingat perjanjian-Ku yang kekal antara Allah dan segala makhluk yang hidup, segala makhluk yang ada di bumi.” (Kejadian 9:16)
http://dreamatico.com/rainbow.html

Pelangi. Banyak kali kita mendengar lagu yang memasukkan unsur langit itu sebagai sebuah “harapan” bahwa pada suatu hari yang Tuhan kehendaki, akan ada keindahan yang membuat kita terkagum. Hari ini, saat penulis membaca kejadian 9:1-17 tentang busur yang ditaruh Allah di awan (ay. 13) seketika saja penulis berpikir bukankah busur itu identik dengan pelangi, setuju? Bentuk pelangi yang melengkung dan persis sama dengan busur.

Thursday, March 26, 2015

Meng-“HIDUP”-kan Kekuatan Tuhan



Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya: “Rabi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?” Jawab Yesus: “Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia. (Yohanes 9:2-3)

LINK
Membaca ayat ini membuat saya teringat dengan kalimat sahabat saya, “apakah kita terlahir ke dunia untuk menebus kesalahan kita kehidupan lampau kita? Saya tidak percaya dengan semua kepercayaan papa.”

1Saya pun tidak percaya. Apakah segitu-“nya” Tuhan sehingga Dia menginginkan kita menebus kesalahan kita? 

2“Sejak terlahir ke dunia, kita tidak memiliki waktu cukup untuk saling mencintai”- i hear your voice, K-drama.

Tuesday, March 24, 2015

Jangan “bermain” hingga lupa waktu



Adapun hamba yang tahu akan kehendak tuannya, tetapi yang tidak mengadakan persiapan atau tidak melakukan apa yang dikehendaki tuannya, ia akan menerima banyak pukulan. Tetapi barangsiapa tidak tahu akan kehendak tuannya dan melakukan apa yang harus mendatangkan pukulan, ia akan menerima sedikit pukulan. (Lukas 12:47-48a)


link
Ilustrasi 1
Mama Rina menyuruh Rani membersihkan kamarnya. Tetapi Rani malah memilih bermain dengan temannya hingga tidak melakukan apa yang disuruh ibunya. Setelah pulang ke rumah, Mama Rina marah-marah dan memberi Rani hukuman untuk membersihkan kamar dan ruang tamu.

Ilustrasi 2
Rani tidak pernah memiliki inisiatif untuk membersihkan kamarnya, hari ini Mama Rina tidak menyuruhnya membersihkan kamar. Setelah Mama Rina melihat betapa berantakan kamar Rani, beliau memarahi Rani dan menyuruhnya membersihkan kamarnya.

Friday, February 20, 2015

Karena Iman

Tetapi Yesus berkata: “Ada seorang yang menjamah Aku, sebab Aku merasa ada kuasa yang keluar dari diri-Ku.” (Lukas 8:46)
http://www.dpcdsb.org/FCTIP/Our+Faith/September+-+Faith.htm
Perempuan yang selama dua belas tahun mengalami pendarahan berhasil menarik kuasa dari Kristus karena imannya. Dalam ayat ini, Tuhan tidak dengan sadar mengeluarkan kuasa penyembuhan kepada perempuan yang sakit itu, bahkan perkataan pun tidak. Namun Dia telah menyembuhkan perempuan itu dengan jumbai jubah-Nya. Di sini, kita bisa melihat betapa mulia Tuhan Yesus dan berkelimpahan keajaiban.

Thursday, February 19, 2015

Menghapus dosa yang besar



“Ada dua orang yang berhutang kepada seorang pelepas uang. Yang seorang berhutang lima ratus dinar, yang lain lima puluh. Karena mereka tidak sanggup membayar, maka ia menghapuskan hutang kedua orang itu. Siapakah di antara mereka yang akan terlebih mengasihi dia? (Lukas 7:41-42)
link

Banyak kesaksian yang sudah saya lihat tentang pertobatan pecandu narkoba, pekerja seks, bahkan dukun. Kadang kala, saya berpikir bagaimana mereka yang dahulu memiliki hidup seburuk itu kemudian berdiri menjadi seorang pengkhotbah, ada di antaranya menjadi pendeta? Mengapa mereka yang dipilih?

Namun semakin saya mendalami dengan membaca alkitab, berbagai jawaban muncul yakni pertama kasih karunia Allah kepada manusia, dan kedua adalah ayat-ayat yang selaras yaitu seseorang memberikan kasihnya besar karena Tuhan mengubahkan hidupnya, mendapat pengampunan besar dari Tuhan. Itu sama halnya seperti orang yang berhutang lima ratus dinar dan hutangnya dihapus. 

Monday, January 12, 2015

Menarik perhatian Tuhan



Karena mereka tidak dapat membawanya masuk berhubung dengan banyaknya orang di situ, naiklah mereka ke atap rumah, lalu membongkar atap itu, dan menurunkan orang itu dengan tempat tidurnya ke tengah-tengah orang banyak tepat di depan Yesus. (Lukas 5:19)

http://www.renunganharianonline.com
Sudahkah di antara kita yang memiliki sanak saudara yang sakit berbuat seperti yang mereka lakukan? Bukan perkara tentang membongkar atap atau apapun, tetapi tentang perkara bagaimana mereka mencari jalan dengan “ngotot” ingin mencari keselamatan dan kesembuhan kepada Tuhan Yesus.

Monday, December 15, 2014

[Short Fiction Story] Janji Sinterklas



“Mama!” jeritmu ketika langkah Mama semakin menjauh sementara tangan kokoh Papa memaksamu untuk tetap berada di sampingnya. Lonceng gereja maupun kidung natal tidak memeriahkan malammu. Kamu menangis tersedu-sedu meskipun bayangan Mamamu telah hilang ditelan kegelapan. Bahkan Papamu tidak peduli ketika kamu tidak juga ingin beranjak dari depan pagar.
 “Ma ... ma,” mulutmu tak berhenti bergumam dan matamu tak juga berhenti memandang di kegelapan malam. Malam sudah mulai membuatmu mengigil, namun tidak membuatmu enggan melangkah sedikit pun untuk menghangatkan diri di dalam rumah berdua bersama Papa.

Friday, November 28, 2014

Berpaling pada Tuhan



Ayat bacaan (Hakim-hakim 10:10-16)
Dan mereka menjauhkan para allah asing dari tengah-tengah mereka, lalu mereka beribadah kepada TUHAN, maka TUHAN tidak dapat lagi menahan hati-Nya melihat kesukaran mereka. (Hakim-hakim 10:16)
http://guamaria-kaliori.com/berita-tuhan-memanggilku.html

Bangsa Israel tidak percaya sepenuhnya kepada Tuhan Allah mereka yang memilih mereka dari sejak permulaan. Mereka malah berpaling daripada Tuhan kemudian menyembah dewa-dewa asing meskipun mereka telah diselamatkan dan melihat mujizat Tuhan berkali-kali.

Allah Bapa tidak pernah meninggalkan mereka sekali pun mereka tidak pernah setia. Penyembahan terhadap dewa asing dengan maksud memperoleh nikmat duniawi itu suatu kali membawa mereka pada kesukaran.