Showing posts with label Jaga hati. Show all posts
Showing posts with label Jaga hati. Show all posts

Saturday, July 4, 2015

Belum Cukup?


Ayat Bacaan Matius 6:5-15
Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya (Matius 6:11)
link

Bacaan ini merupakan nasehat Tuhan Yesus yang mengajarkan bagaimana kita untuk berdoa. Kristiani tidak mendikte bagaimana cara kita berdoa tetapi ajaran hal berdoa yang datang dari Tuhan Yesus perlu kita teladani. Namun hari ini, kita tidak mengangkat topik perikop ini tentang hal berdoa. Hanya mengingatkan bahwa tidaklah perlu kita berdoa memutar-mutar panjang agar Tuhan mengabulkan keinginan kita, sesungguhnya Dia telah mengetahui apa yang kita perlukan. Tuhan Yesus mengajarkan bahwa kecukupan doa dapat dibaca pada Matius 6:5-15.

Nah, bagaimana perihal ayat nas hari ini? Di sini, secukupnya ditebalkan, mengapa? Saya merasa akan sangat menarik bahwa kita membahas tentang kecukupan hidup kita. Makanan secukupnya menurut Tuhan bisa berarti ketika kecil, kita diberikan makan setengah piring nasi namun setelah besar, kita diberikan makan satu piring nasi.

Monday, April 27, 2015

Menanti Busur-Nya



Ayat bacaan Kejadian 9:1-17

Jika busur itu ada di awan, maka Aku akan melihatnya, sehingga Aku mengingat perjanjian-Ku yang kekal antara Allah dan segala makhluk yang hidup, segala makhluk yang ada di bumi.” (Kejadian 9:16)
http://dreamatico.com/rainbow.html

Pelangi. Banyak kali kita mendengar lagu yang memasukkan unsur langit itu sebagai sebuah “harapan” bahwa pada suatu hari yang Tuhan kehendaki, akan ada keindahan yang membuat kita terkagum. Hari ini, saat penulis membaca kejadian 9:1-17 tentang busur yang ditaruh Allah di awan (ay. 13) seketika saja penulis berpikir bukankah busur itu identik dengan pelangi, setuju? Bentuk pelangi yang melengkung dan persis sama dengan busur.

Thursday, April 23, 2015

Half Faith


Ayat bacaan Kejadian 4:1-16
Setelah beberapa waktu lamanya, maka Kain mempersembahkan sebagian dari hasil tanah itu kepada TUHAN sebagai korban persembahan; Habel juga mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya; maka TUHAN mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu. (Kejadian 4:3-4)
http://www.beliefnet.com/columnists/everydayinspiration/2014/09/messages-of-faith.html

Habel telah memberikan seluruh persembahan pertamanya tanpa ragu, dia membakar lemak seluruh anak sulung kambing dombanya sebagai persembahan kepada Tuhan. Sementara Kain tidak rela memberikan seluruh persembahan pertamanya, dia malah hanya memberikan sebagian hasil tanahnya dan Tuhan tidak berkenan.

Dari hal di atas kita bisa berbicara tentang pilihan. Habel memilih untuk mengembalikan seluruhnya, dan keserakahan Kain memilih hanya mempersembahkan sebagian dari hasil tanahnya. Buah sulung di masa kini sangat sulit untuk dikerjakan karena keterikatan manusia dengan kenikmatan dunia begitu mendarah-daging. Sebagian orang mungkin berpikir bahwa seluruh hasil pertama mereka lebih baik disimpan atau ditabung untuk masa depan keluarga, sebagian berpikir bahwa tempat ibadah sudah terlalu berlimpah, sebagian lain berpikir bahwa tidak perlu totally mengikuti tradisi kekristenan, bahkan tidak menyangkal sebagian akan berpikir lebih baik buah sulung dibelikan sesuatu yang berguna atau terburuknya bertindak selayaknya Kain.

Thursday, March 26, 2015

Meng-“HIDUP”-kan Kekuatan Tuhan



Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya: “Rabi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?” Jawab Yesus: “Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia. (Yohanes 9:2-3)

LINK
Membaca ayat ini membuat saya teringat dengan kalimat sahabat saya, “apakah kita terlahir ke dunia untuk menebus kesalahan kita kehidupan lampau kita? Saya tidak percaya dengan semua kepercayaan papa.”

1Saya pun tidak percaya. Apakah segitu-“nya” Tuhan sehingga Dia menginginkan kita menebus kesalahan kita? 

2“Sejak terlahir ke dunia, kita tidak memiliki waktu cukup untuk saling mencintai”- i hear your voice, K-drama.

Tuesday, February 17, 2015

Mulai membaca


“Mengapa kamu berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan? (Lukas 6:46)
https://twitter.com/ayatdarialkitab

Apa bedanya antara orang yang mendirikan rumah dengan dasar yang tertancap dalam dengan orang yang tidak memiliki dasar? Jelas, ketika banjir datang yang satu akan selamat dan yang lain akan terhanyut dan roboh.

Begitu pula kehidupan rohani kita. Tidak hanya berteriak-teriak dan memuliakan Tuhan hanya dengan mulut sementara perbuatan masih sama dengan orang fasik. Seperti orang beriman yang masih sering berbohong, mencemooh, bahkan bermegah dalam harta duniawinya. 

Monday, February 16, 2015

Buah baik & buruk



“(43)Karena tidak ada pohon yang baik yang menghasilkan buah yang tidak baik, dan juga tidak ada pohon yang tidak baik yang menghasilkan buah yang baik. (44) Sebab setiap pohon dikenal pada buahnya. Karena dari semak duri orang tidak memetik buah ara dan dari duri-duri tidak memetik buah anggur. (45) Orang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaan hatinya yang jahat. Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya.” (Lukas 6:43-45)

link
Pohon adalah hati, buah adalah ucapan. Di sini Tuhan ingin menyampaikan bahwa tidak ada orang baik yang berucap atau berkata-kata yang tidak baik, demikian pula sebaliknya. Mengenal orang baik dan buruk dapat dilihat dari perbendaharaan katanya. Apabila dia banyak berkata-kata yang buruk, di dalam hatinya pun hanya tersisa hal-hal yang buruk saja. Terkadang banyak orang tidak menyadari bahwa perkataannya membuat orang lain mengerti sifat dan perilakunya.

Coba lihat, ada tidak perusahaan yang mencari karyawan tanpa perlu wawancara? Yah, dari perkataan saja, perusahaan bisa menebak orang seperti apa calon karyawannya. Sebagian besar sifatnya akan terlihat ketika dia mengeluarkan perkataannya.

Perkataan adalah cermin isi hati kita. Apabila kita sering berkata buruk, selidiki dahulu hati kita, akui dan perbaiki. Saya percaya pohon yang buruk tidak akan selamanya buruk apabila kita mengandalkan Tuhan untuk membentuk kembali hati kita.

Friday, January 9, 2015

Aibkah itu?



“Inilah suatu perbuatan Tuhan bagiku, dan sekarang Ia berkenan menghapuskan aibku di depan orang.” (Lukas 1:25)


Entah mengapa setelah membaca kisah Zakharia dengan istrinya Elisabet tentang aib yang mereka derita yakni Elisabet yang mandul. Aibkah itu seseorang yang mandul?
http://ciricara.com/2012/10/25/ciricara-ciri-ciri-wanita-mandul/

Dewasa ini, setiap wanita yang berada di posisi yang sama dengan Elisabet karena mandul menjadi bahan gunjingan. Padahal kemandulan seseorang bukanlah berasas pada salah sang wanita. Apakah ada seorang wanita yang ingin menjadi mandul?

Tuesday, December 23, 2014

Terlalu sibuk



Kamu mengharapkan banyak, tetapi hasilnya sedikit, dan ketika kamu membawanya ke rumah, Aku menghembuskannya. Oleh karena apa? Demikianlah firman TUHAN semesta alam. Oleh karena rumah-Ku yang tetap menjadi reruntuhan, sedang kamu masing-masing sibuk dengan urusan rumahnya sendiri. (Hagai 1:9)

Bait suci kediaman Tuhan, Allah kita tidak hanya berupa apa yang tampak, tetapi juga berupa yang tidak tampak. 
http://galaucerdas.com/galau/pacarku-cuek-karena-sibuk/


Tidak perlu jauh-jauh sampai Bait Suci di Yerusalem, janji iman untuk pembangunan Gereja saja tidak mudah diperoleh karena sebagian sifat ego manusia yang membatasinya menabur. Sementara sebagian orang mampu mendanai rumahnya untuk bermegah, masih ada tempat-tempat ibadah yang kurang layak di pelosok negeri. Sesungguhnya, benar apa yang difirmankan Tuhan bahwa orang berlimpah akan lebih sulit dari seekor unta masuk melalui lubang jarum. Sebab sebagian dari mereka lebih bermegah dalam keluarganya sendiri dibandingkan penaburan di luar “rumahnya”.

Monday, December 15, 2014

[Short Fiction Story] Janji Sinterklas



“Mama!” jeritmu ketika langkah Mama semakin menjauh sementara tangan kokoh Papa memaksamu untuk tetap berada di sampingnya. Lonceng gereja maupun kidung natal tidak memeriahkan malammu. Kamu menangis tersedu-sedu meskipun bayangan Mamamu telah hilang ditelan kegelapan. Bahkan Papamu tidak peduli ketika kamu tidak juga ingin beranjak dari depan pagar.
 “Ma ... ma,” mulutmu tak berhenti bergumam dan matamu tak juga berhenti memandang di kegelapan malam. Malam sudah mulai membuatmu mengigil, namun tidak membuatmu enggan melangkah sedikit pun untuk menghangatkan diri di dalam rumah berdua bersama Papa.

Saturday, December 13, 2014

Datang dan kembali daripada-Nya



Maka janganlah kaukatakan dalam hatimu: Kekuasaanku dan kekuatan tangankulah yang membuat aku memperoleh kekayaan ini. (Ulangan 8:17)

Waktu-waktu sekarang, di mana orang-orang terus memeringatkan bahwa akhir zaman sudah begitu dekat. Muncul juga sifat-sifat egoisme yang membuat sebagian orang menganggap apa yang diperoleh saat ini merupakan kerja keras yang telah dia lakukan bertahun-tahun. Namun patut diingat, apabila semuanya tidak Tuhan ijinkan terjadi, maka sekeras apapun berusaha semuanya hanya akan sia-sia saja.
link di sini

Saya pernah bertemu dengan orang, “ndak perlu doa-doa buat jadi kaya, kalo nggak berusaha juga percuma” sambil mencibir bahwa doa seakan-akan usaha menjaring angin. Menurut saya itu SALAH BESAR. Memang doa tanpa usaha itu juga percuma karena Tuhan tidak pernah mengajarkan kita untuk berdiam diri dan hanya menunggu secara ajaib ‘hujan kelimpahan’ dalam hidup kita. Namun tentu saja tidak ada kelimpahan tanpa kesetiaan kita kepada Tuhan. Kalaupun orang-orang seperti itu hidup berkelimpahan dalam dunia, sesungguhnya dia hanya mendapat satu dari dua kelimpahan itu sendiri. Serta ada harga ‘mahal’ yang harus dia bayar. Semuanya bukan berasal dari kuasa Tuhan.

Thursday, December 11, 2014

Bagi saya SALIB itu...



“Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Dan hukum kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. (Matius 22:37,39)

Firman Tuhan hanya dua hukum utama dalam kitab taurat yang dapat dibaca dan direnungkan dalam Matius 22:34-40. Firman Tuhan yang sangat singkat tetapi mampu mencakup dua hal terpenting dan menjadi dasar kasih dan hukum taurat yang Tuhan Yesus ajarkan kepada kita.
http://pixabay.com/en/cross-religion-crucified-church-161021/

Saturday, December 6, 2014

Tutup mulut



Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat. (Matius 15:19)

Perumpamaan yang dikatakan oleh Tuhan Yesus mengenai apa yang keluar dari mulut lebih najis dibandingkan dengan apa yang masuk ke dalam mulut (ay. 11) karena setiap apa yang keluar dari mulut itu berasal dari hati (ay. 18).
http://rikery.blogspot.com/2013/06/silent_25.html


Bukan dari kepandaian memadukan pakaian, berdandan, bahkan makanan-makanan sehat yang mereka makan mengartikan mereka mampu menjaga apa yang keluar dari mulut mereka. Terkadang apa yang kelihatan baik belum tentu benar. Sebab mengapa? Terkadang ada orang-orang yang kelihatan begitu rohani, begitu terlihat berbuat banyak kebenaran, namun di beberapa waktu mereka melukai hati orang lain atas perkataan-perkataan yang keluar dari mulutnya.

Friday, November 21, 2014

Kenapa harus malu?



Hormatilah ayahmu dan ibumu, seperti yang diperintahkan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, supaya lanjut umurmu dan baik keadaanmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu. (Ulangan 5:16)

Seorang cowok tidak mau ngaku waktu ditanya teman ceweknya kalau Papanya berjualan kue. Kenapa? Karena dia malu dengan pekerjaan Papanya. Apalagi cowok itu berteman di lingkungan bonafit dengan Papa teman-temannya yang adalah pemilik perusahaan. Girls, sebenarnya mengapa kita harus malu dengan kehidupan nyata kita yang sebenarnya? 
Picture by http://www.law.harvard.edu/students/dean/parents.php