Showing posts with label Persembahan. Show all posts
Showing posts with label Persembahan. Show all posts

Saturday, July 16, 2016

Fashionable ala Kristus



Ayat Bacaan 1 Timotius 2:8-15
Demikianlah juga hendaknya perempuan. Hendaklah ia berdandan dengan pantas, dengan sopan dan sederhana, rambutnya jangan berkepang-kepang, jangan memakai emas atau mutiara ataupun pakaian yang mahal-mahal. (1 Timotius 2:9)


Dahulu, kala saya belum mengenal Firman Tuhan, saya memandang tempat ibadah sebagai tempat suci dimana saya harus berpakaian pantas, rapi, dan sopan bahkan harus mandi dengan bersih untuk masuk ke tempat ibadah tertentu. Hal itu dilakukan sebagai rasa hormat terhadap Pencipta. Saya pribadi beranggapan Tuhan hanya ada di tempat ibadah, maksudnya kehadiranNya lebih nyata di tempat ibadah. Intinya seperti di luar tempat ibadah saya boleh melakukan apapun sedangkan di dalam tempat ibadah saya harus mengikuti tata cara, tutur bahasa, dan tingkah laku dengan takut akan Tuhan. Oke, saya menangkap satu hal bahwa ketika berada di tempat yang kita rasa Tuhan hadir, kita harus berpakaian pantas begitu pula dengan tutur bahasa dan tingkah laku dengan takut akan Tuhan. 1

Friday, August 14, 2015

Sembunyi-sembunyi

Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.” (Lukas 18:14)
http://www.gambargratis.com/wp-content/uploads/2012/03/
“Aku berpuasa seminggu tiga kali,” kata Silly membanggakan dirinya bisa lebih “rohani” dibandingkan sahabatnya Filly. Namun sahabatnya Filly pun tidak mau kalah, “puasa apa diet? Mendingan taat pujian penyembahan dan ikut kegiatan Gereja.”

“Buat apa ikut kegiatan kalau malas-malasan,” balas Silly yang sangat mengenal sahabatnya yang hanya ikut kegiatan Gereja karena formalitas.

“Mendingan daripada nggak sama sekali kayak kamu, diet ajah bilang puasa.”

Kemudian masing-masing dari mereka mulai naik pitam, saling mengejek, berujung pada amarah. Beruntung, Papa Silly mendengar dan menghampiri mereka untuk melerai. “Tidak satupun kalian yang benar, kalian hanyalah bermegah. Cerminlah adikmu, Silly. Ester melakukan segala pekerjaan Tuhan dengan taat namun dia tidak pernah bermegah. Setiap kali Papa tanya selalu dia bilang tidak melakukan apa-apa buat Tuhan, tidak cukup. Betapa dahaganya dia terhadap kebaikan Tuhan.”

Saturday, July 4, 2015

Belum Cukup?


Ayat Bacaan Matius 6:5-15
Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya (Matius 6:11)
link

Bacaan ini merupakan nasehat Tuhan Yesus yang mengajarkan bagaimana kita untuk berdoa. Kristiani tidak mendikte bagaimana cara kita berdoa tetapi ajaran hal berdoa yang datang dari Tuhan Yesus perlu kita teladani. Namun hari ini, kita tidak mengangkat topik perikop ini tentang hal berdoa. Hanya mengingatkan bahwa tidaklah perlu kita berdoa memutar-mutar panjang agar Tuhan mengabulkan keinginan kita, sesungguhnya Dia telah mengetahui apa yang kita perlukan. Tuhan Yesus mengajarkan bahwa kecukupan doa dapat dibaca pada Matius 6:5-15.

Nah, bagaimana perihal ayat nas hari ini? Di sini, secukupnya ditebalkan, mengapa? Saya merasa akan sangat menarik bahwa kita membahas tentang kecukupan hidup kita. Makanan secukupnya menurut Tuhan bisa berarti ketika kecil, kita diberikan makan setengah piring nasi namun setelah besar, kita diberikan makan satu piring nasi.

Thursday, April 23, 2015

Half Faith


Ayat bacaan Kejadian 4:1-16
Setelah beberapa waktu lamanya, maka Kain mempersembahkan sebagian dari hasil tanah itu kepada TUHAN sebagai korban persembahan; Habel juga mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya; maka TUHAN mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu. (Kejadian 4:3-4)
http://www.beliefnet.com/columnists/everydayinspiration/2014/09/messages-of-faith.html

Habel telah memberikan seluruh persembahan pertamanya tanpa ragu, dia membakar lemak seluruh anak sulung kambing dombanya sebagai persembahan kepada Tuhan. Sementara Kain tidak rela memberikan seluruh persembahan pertamanya, dia malah hanya memberikan sebagian hasil tanahnya dan Tuhan tidak berkenan.

Dari hal di atas kita bisa berbicara tentang pilihan. Habel memilih untuk mengembalikan seluruhnya, dan keserakahan Kain memilih hanya mempersembahkan sebagian dari hasil tanahnya. Buah sulung di masa kini sangat sulit untuk dikerjakan karena keterikatan manusia dengan kenikmatan dunia begitu mendarah-daging. Sebagian orang mungkin berpikir bahwa seluruh hasil pertama mereka lebih baik disimpan atau ditabung untuk masa depan keluarga, sebagian berpikir bahwa tempat ibadah sudah terlalu berlimpah, sebagian lain berpikir bahwa tidak perlu totally mengikuti tradisi kekristenan, bahkan tidak menyangkal sebagian akan berpikir lebih baik buah sulung dibelikan sesuatu yang berguna atau terburuknya bertindak selayaknya Kain.

Thursday, March 19, 2015

Mamon



Seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.” (Lukas 16:13)

Sebagai seorang yang bergerak di bidang perdagangan, saya cukup mengerti apa yang dimaksud dengan dua tuan. Contoh sederhana saja, apabila staf perusahaan di mana saya memimpin melakukan double job maka konsentrasi mereka akan terpecah menjadi dua. Pilihannya hanya dua; tetap mengerjakan dua pekerjaan secara bersamaan dan membuat keduanya berantakan; atau pada akhirnya mereka akan memilih salah satu prioritas yang bagi mereka lebih mudah dikerjakan dan mengesampingkan yang lain. Dari kedua pilihan itu, tidak ada yang memiliki akhir baik.

Monday, December 29, 2014

Menabur dalam kekurangan



Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya.” (Markus 12:44)

Banyak cara kita dalam memberi persembahan, entah persembahan dalam Gereja ataupun di luar sana. Namun seperti dalam kitab Markus 12 tentang persembahan janda miskin, dia bahkan rela memberi seluruh nafkahnya. Mengapa Tuhan mengatakan kalau itu menjadi yang terbesar?
http://intisari-online.com/read/pohon-baik-tak-berbuah-buruk

Orang-orang kaya dalam ukuran mereka yang berkelimpahan memang memberi dengan jumlah yang banyak, tetapi pastinya ketika dibandingkan dengan seberapa banyak yang mereka hasilnya, persembahan mereka hanyalah segelintir dari kelimpahannya. Sementara janda miskin yang hanya memiliki dua peser malah mempersembahkan semuanya meskipun apabila dibandingkan dengan persembahan orang lain, dialah yang paling sedikit. Namun dalam ukuran berkekurangannya, dia telah rela kehilangan makanannya saat itu.

Wednesday, December 3, 2014

Perut yang lapar



Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, Firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan. (Maleakhi 3:10)
http://www.bacadulu.net/2014/10/10-jenis-rasa-lapar-dan-cara.html


Pernah nggak muncul dalam benak kita, “ah, sayang sekali nyumbangin ke Gereja persenan pendapatan, lumayan gede.” Saya rasa, sebagian besar orang yang belum melakukan persepuluhan itu akan berpikiran begitu. Atau “Gereja udah kaya.” Yah, mari kita tidak sembunyi-menyembunyikan pikiran kita yang seperti itu. Padahal jelas-jelas Tuhan sudah berfirman seperti Maleakhi 3:10.

Rumah kediaman Tuhan itu seperti rumah untuk kita sebab setiap orang percaya yang dibaptis dalam nama Allah Bapa, Allah Putera, dan Allah Roh Kudus sudah merupakan anak-Nya. Memberikan persepuluhan seperti kita mengembalikan berkat yang telah diberikan oleh Tuhan. Kita hanya mengembalikan setiap berkat dan kebutuhan yang kita dapatkan dari Tuhan. Sebab, bagi setiap orang percaya setiap berkat yang datang merupakan kebutuhan yang dicukupkan Tuhan bagi kita semua.
Ilustrasi itu seperti seorang anak yang telah bekerja dan mampu menghasilkan uang, anak itu mengembalikan jasa-jasa orang tuanya dengan memenuhi kebutuhan rumah tangga. Dan oleh karena pemenuhan kebutuhan, sebagai seorang anak kita tidak hanya memberi makan satu mulut kita saja, tetapi bisa memberi makan banyak mulut seperti orang tua dan adik-kakak kita. Kita memberkati banyak perut yang lapar sehingga mendatangkan syukur yang lebih banyak lagi.

Kembali ke rumah Tuhan, persembahan persepuluhan itu untuk saudara-saudara kita yang membutuhkan pemenuhan ‘perut lapar’ mereka dan kemuliaan kerajaan Allah. Bukankah semua ini sudah jelas sejak permulaan?

Tuhan pun berjanji untuk diuji dengan persepuluhan yang dikembalikan ke dalam rumah-Nya. Tuhan melihat setiap kali perbuatan yang kita lakukan. Apabila kita melakukan firman-Nya dengan setia, dari sini pun Tuhan berjanji akan melimpahkan kepada kita yang setia, berkat yang berkelimpahan. Namun setiap hal yang kita lakukan haruslah dengan keikhlasan, karena semua dari kita tahu bahwa Tuhan dapat melihat ke dalam hati kita, bahkan Dia mengenal kita daripada kita sendiri. 

Sementara itu, kesekian kalinya saya sendiri melihat kelimpahan yang Tuhan tambahkan dalam kehidupan saya. Bukan kali pertama ketika saya mengembalikan apa yang menjadi milik kebutuhan rumah-Nya dan melihat berkat-Nya dicurahkan dalam hidup saya. Saat alm. Mama yang membutuhkan dana pengobatan yang besar, saat pertama kali mengembalikan, dan saat ini. Di mana bersama pimpinan Roh Kudus dalam iman dan mengembalikan berkat dengan jumlah yang lebih besar daripada seharusnya. Saya melakukannya bukan dalam waktu 1-2 bulan. Berbeda ketika dua kali terdahulu yang kelimpahan berkat-Nya dirasakan langsung, kali ini Tuhan membiarkan saya menunggu. Dan kali ini, Tuhan memenuhi berkat saya sama dengan persepuluhan yang saya kembalikan dalam rumah-Nya. Tuhan itu luar biasa, dia sama sekali tidak pernah kehilangan kepeduliannya kepada saya walaupun saya bukan termasuk orang yang memiliki rohani yang luar biasa hebatnya, atau memiliki karunia yang membanggakan. Tetapi saya hanya manusia biasa yang Tuhan selalu tolong dalam setiap kelemahan.  Tuhan MahaMengetahui harapan terdalam dalam hati saya, sehingga setelah menunggu Dia memenuhinya.

Bagaimana dengan kamu?

Tuhan Yesus memberkati
-----
Lily Zhang