Showing posts with label Mengandalkan Tuhan. Show all posts
Showing posts with label Mengandalkan Tuhan. Show all posts

Monday, March 27, 2017

Melepas Cincin Pernikahan


Ayat Bacaan Matius 19:1-12

Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia." (Matius 19:6)

27 Maret 2017

Kepada.
Setiap Suami/Istri
yang
Melepaskan Cincin Pernikahan


Jujur saja, saya tidak pernah berani bertanya langsung pada Anda yang telah memutuskan berpisah dengan pasangan Anda. Mengapa? Karena saya takut dituding tidak mengerti, tidak memahami, tidak berada di posisi Anda. Namun saya sebenarnya kepo sekali pengen tau apakah masalah Anda sehingga Anda ingin melepaskan cincin pernikahan sakral itu?

Ijinkan saya bercerita, saya dan suami mengalami kisah yang hampir tidak dapat dipercaya. Kami dekat tapi kami tidak langsung memutuskan untuk pacaran. Kami beribadah bersama tetapi masih dalam status sahabat. Ketika itu, saya dikasi feeling yang jelas sekali oleh Tuhan untuk berdoa puasa bagi dia selama 40 hari konsisten mendukung pergumulannya. Tidak ada seorang pun yang mengetahui untuk siapa saya melakukan hal tersebut. Rahasia itu antara saya dan Tuhan. Namun saat saya dan dia berdoa untuk hubungan kami apakah hubungan ini dikenan olehNya atau tidak, Tuhan menjawab dengan ajaibNya. Suami yang saat itu sahabat saya sering pengen tahu siapa yang saya doa puasakan, namun saya hanya berkata kepada Tuhan, "bila pun Engkau ingin dia mengetahuinya, baiklah bila Engkau Tuhan Yesus yang memberitahunya." sambil saya berdoa seperti itu, saya juga meminta konfirmasi apakah dia pasangan yang Tuhan sediakan dalam kehidupanku jika iya, maka Tuhan akan memberitahukannya dengan caraNya. Dan Tuhan lakukan seperti yang saya doakan. Dia berkata padanya dalam tidur bahwa saya berdoa puasa bagi dia dengan sangat jelas, singkat, dan padat. Saat itu, kami berdua merasakan bagaimana ajaibNya Tuhan diantara kami.

Semasa pacaran saya dan suami sangat banyak pergumulan yang jikalau diceritakan mungkin bisa jadi cerita bersambung yang seru banget. Namun bahkan ditengah pergumulan yang terasa sangat berat, Tuhan Yesus menyelamatkan hubungan kami berpuluh-puluh kali (saya gak hitung ding :p). Itu karena saya selalu membungkus setiap hubungan kami dengan doa setiap waktu, setiap saat teduh karena saya selalu diingatkan dan percaya dengan kekuatan doa. Apakah Anda sudah melakukannya dengan sungguh-sungguh? Menjerit dari hati? Lakukanlah... Tuhan bukan Allah yang menutup mataNya. baca Tujuh Kali Memohon.

Sampai pada detik-detik pernikahan, saya masih berdoa menyerahkan pernikahan dalam tangan Tuhan. Jika Dia berkenan, maka semuanya akan lancar namun akan terjadi sebaliknya jika Dia tidak berkenan. Suamipun mendapat hikmat dari Tuhan untuk benar-benar menguduskan hati dan hubungan sampai pada pernikahan meskipun ada saja hal-hal yang menghalangi namun jelas sekali dia mendapat hikmat bahwa pernikahan akan diberkati dan dikenan apabila kami melakukan seperti yang dikehendakiNya, dan semuanya menjadi luar biasa.

Saya masih ingat, ketika saya memasuki pintu gereja, saya merasa "disentuh" dan "dilawat" disepanjang iringan lagu pernikahan dan tarian, Hari itu, rasanya suasana gereja sangat berbeda, mirip sekali ibadah lawatan yang sering ada di gereja. Saya sungguh merasa sangat kagum dengan Tuhan Yesus atas karya dan janji indahNya. Saya sungguh merasa seluruh tubuh saya dipenuhi dengan hadiratNya yang luar biasa. Apalagi saat ayat pernikahan sakral yang selalu saya dengar di setiap pemberkatan pernikahan Matius 19:6 yang memberi pengharapan, ikatan, dan penghargaan kepada setiap manusia untuk menghargai, menghormati, dan mengusahakan selalu pernikahan sekali seumur hidup.

Ketika pendeta atau sebutan kami Boksu tumpang tangan, seketika itu saya menangis karena saya percaya ada kuasa melalui tangan Boksu menyampaikan isi hati Tuhan Yesus, juga saya senang karena orang yang mengucap janji dengan saya adalah pilihanNya melalui berbagai pergumulan dan doa yang kami lalui. Ketika cincin pernikahan disematkan diantara jari-jari maka itu melambangkan keterikatan pasangan suami-istri, bahwa mereka sudah tidak lagi sendiri, terikat hingga maut memisahkan. Sehingga setiap orang yang melihatnya sadar bahwa orang yang memakai cincin sudah melalui suatu pernikahan yang sakral yang dihadiri oleh Tuhan sendiri, tentunya hubungan yang tidak dapat dengan mudah dipisahkan oleh manusia baik melalui kertas yang dimateraikan oleh pemerintah, maupun perpisahan yang melepaskan materai hatinya melalui melepas cincin pernikahan.

Hari ini, bila Anda melepaskan cincin dengan berbagai alasan mengartikan Anda dengan mudah melepaskan materai hati Anda atas pernikahan yang telah Tuhan materaikan. Anda berusaha menghapuskan kebahagiaan hari terbesar Anda dengan begitu mudah, Anda menolak ingat akan perasaan mula-mula Anda bersama pasangan Anda, rasa kasih dan sayang yang dahulu mempersatukan Anda karena mungkin keadaan sekarang yang menurut Anda tidak lagi sama. 

Jangan melepaskan cincin pernikahan saudara, Tuhan Yesus tidak berkenan, Dia tidak disenangkan. Jika Anda terlanjur melepaskannya dan telah resmi berpisah secara hukum, percayalah bagi Tuhan kalian masih sepasang suami-istri, pakailah cincin pernikahanmu meskipun pasanganmu tidak, berdoalah, berdoalah, dan berdoalah sampai sesuatu terjadi. Ampuni atas kesalahan Anda dan pasangan terlebih dahulu sebelum Anda berdoa untuk pasangan Anda, minta Tuhan campur tangan agar Anda dimampukan untuk mengampuni kesalahan sefatal apapun.

Jangan move on dari perpisahan, pakailah cincinmu dan tunjukkan imanmu, Tuhan Yesus akan menolong asal Anda tidak menyerah tetapi berserahlah karena kekuatanmu habis, biarkan Tuhan Yesus yang turun tangan menangani masalahmu. Setialah, berimanlah, berdoalah. Saya percaya akan banyak rumah tangga yang dipulihkan meski waktuNya tidak dapat saya mengerti. Saya rindu Tuhan pulihkan rumah tangga Anda.

Jika Tuhan Yesus bisa menyertai pernikahan kami yang penuh dengan pergumulan, maka Dia pun bisa mengabulkan keinginan hati Anda yang berdoa dan meminta dengan benar yakni pemulihan rumah tangga. Percayalah, Dia teramat baik. 

Saya bercerita bukan untuk bermegah atas pernikahan kami namun agar Anda kembali mengingat saat-saat indah pernikahan Anda yang tentu saja ada dalam memori Anda sehingga kasih mula-mula dan anggur yang baru boleh tercurah atas kehidupan pernikahan Anda. Sehingga Anda dan pasangan boleh menang atas perpisahan karena Anda adalah pemenang! yah, Anda pemenang selama Anda percaya, taat, dan tekun di dalamNya. 

Mari kita berdoa, Tuhan Yesus yang MahaBaik. Engkaulah Raja segala Raja, juga kehidupan kami ada dalam kedaulatanMu. Ya Tuhan, hari ini anak-anakMu memohon belas kasihanmu atas kehidupan rumah tangga mereka. Mereka rindu Tuhan seperti yang Engkau katakan bahwa Perceraian ataupun Perpisahan itu tidak pernah ada dalam rencanaMu, biarlah rumah tangga mereka Engkau pulihkan baik yang telah berpisah ataupun belum, tutup bungkus hubungan mereka dan menangkan hubungan mereka dalam bungkusan bilur-bilur darahMu yang ajaib, segala kemuliaan, hormat dan pujian hanya dalam nama Tuhan Yesus Kristus, amin.

Demikian juga kamu, hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, supaya jika ada diantara mereka yang tidak taat kepada Firman, mereka juha tanpa perkataan dimenangkan oleh kelakuan isterinya, (1 Petrus 3:1)

Demikian juga kamu, hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan isterimu, sebagai kaum yang lebih lemah! Hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan terhalang. (1 Petrus 3:7)

Salam Hormat dan Kasih,
Saya, yang belum mengerti apapun. 
Lily Zhang
Tuhan Yesus berkati


Saturday, July 4, 2015

Belum Cukup?


Ayat Bacaan Matius 6:5-15
Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya (Matius 6:11)
link

Bacaan ini merupakan nasehat Tuhan Yesus yang mengajarkan bagaimana kita untuk berdoa. Kristiani tidak mendikte bagaimana cara kita berdoa tetapi ajaran hal berdoa yang datang dari Tuhan Yesus perlu kita teladani. Namun hari ini, kita tidak mengangkat topik perikop ini tentang hal berdoa. Hanya mengingatkan bahwa tidaklah perlu kita berdoa memutar-mutar panjang agar Tuhan mengabulkan keinginan kita, sesungguhnya Dia telah mengetahui apa yang kita perlukan. Tuhan Yesus mengajarkan bahwa kecukupan doa dapat dibaca pada Matius 6:5-15.

Nah, bagaimana perihal ayat nas hari ini? Di sini, secukupnya ditebalkan, mengapa? Saya merasa akan sangat menarik bahwa kita membahas tentang kecukupan hidup kita. Makanan secukupnya menurut Tuhan bisa berarti ketika kecil, kita diberikan makan setengah piring nasi namun setelah besar, kita diberikan makan satu piring nasi.

Thursday, June 18, 2015

Curhat sama Tuhan Yesus


Ayat Bacaan Kejadian 23:1-20
Kemudian matilah Sara di Kiryat-Arba, yaitu Hebron, di tanah Kanaan, lalu Abraham datang meratapi dan menangisinya. Sesudah itu Abraham bangkit dan meninggalkan isterinya yang mati itu (Kejadian 23:2-3)
link

Pernah mendengar dalam lingkungan non-Kristen, “orang Kristen nggak sayang orang tua.” Perkataan ini sudah saya dengar jauh sebelum saya menjadi pengikut Kristus dengan alasan-alasan yang dibenarkan oleh sebagian tua-tua non-Kristen.

Dulu pada saat saya belum menerima Kristus, saya heran banget dengan semua teman-teman saya yang Kristiani ketika ada kerabat yang meninggal terlihat tidak menangis meraung-raung, hanya sisa sembab atau mata memerah. Padahal dalam tradisi cina setempat, anak-cucu dan kerabat yang ditinggalkan harus menangis untuk apa tepatnya saya tidak pernah tahu. Bahkan saya pernah mendengar dari orang tua saya bahwa jaman dulu orang-orang cina yang ditinggalkan itu rela membayar orang hanya untuk menangis siang-malam. Sampai sekarang saya tidak mengerti apa maksud dari tradisi tersebut karena saya tidak pernah mengalaminya sendiri. Walaupun saya berasal dari keluarga cina yang percaya dengan takhayul, saya sendiri terus meragukan hal tersebut. Kadang percaya, kadang tidak sewaktu saya belum menerima Kristus.


Sebab ada kekuatan-Nya dalam kelemahan saya. Ketika Mama saya berpulang seharusnya saya mengalami "raungan" tangisan yang tidak mampu saya tahan. Apalagi Mama sudah menjadi urat nadi kehidupan saya dimana semua kesedihan dan kegembiraan selalu ditumpahkan kepada Mama. Namun pada titik ketika saya mengalami kebaikan Tuhan Yesus dalam hidup, saya mampu berkata sambil tersenyum kecil, “ini semua karena ada Tuhan Yesus.” Tanpa memberikan penjelasan apapun, setiap orang Kristiani tentunya akan mengerti. Dan pertanyaan yang sering sekali ditanyakan adalah, “kok kamu bisa tegar banget?” atau “kamu baik-baik ajah yah kan?” bahkan banyak senyuman sahabat (yang terlihat lega dengan keadaan saya yang  porak-poranda) yang membuat saya mengucap syukur bahwa kekuatan Tuhan luar biasa, melebihi ekspektasi saya, apalagi saya terkenal sebagai orang yang mudah menangis bersinggungan dengan Mama yang saya sayangi. Yah, saya menangis dan meratap tanpa perlu saya tunjukkan kepada siapapun selain Tuhan Yesus pada saat itu. Itukah yang sering dihakimi bahwa orang Kristiani tidak menyayangi orang tua hanya karena mereka tidak memerlihatkan kesedihan yang berlebihan? Tidak ada seorang pun yang mengerti hati orang lain dengan begitu baik kecuali Tuhan Yesus.

Tentu, seperti Abraham setelah meratap dan menangis, dia bangkit kembali untuk mengurus jenazah Sara. Seperti itu pula baiknya pekerjaan Tuhan dalam hidup saya ketika saya dimampukan untuk mengurus semua itu dengan baik. Kekuatan yang tidak pernah terlintas dan kita mengerti, sampai ketika kita mengalaminya sendiri. Pastinya, itu bukan kekuatan saya. 

Kebanyakan orang berpendapat terhadap situasi saya dimana sebagian dari mereka mungkin akan menangis meraung-raung, kebingungan, atau apapun yang bisa melemahkan kekuatan, pikiran dan perasaan mereka. Tetapi Tuhan tidak memberikan roh lemah kepada anak-anakNya dan bersyukur bahwa kami (saya dan keluarga) diberikan Roh Kuat di dalam Dia sehingga setiap orang-orang dapat melihat, ini loh karya kekuatan-Nya Tuhan (tidak ada maksud memegahkan saya dan keluarga tetapi lebih memegahkan Tuhan Yesus yang luar biasa). Meskipun ada kendala-kendala namun semuanya selesai dengan sangat baik dan lancar.

Kita tidak dikehendaki untuk berlarut-larut dalam ratapan dan tangisan. Seperti Abraham, kita diharapkan untuk bangkit dan melanjutkan hidup. Mungkin ada misi-misi memuliakan-Nya yang dirindukan oleh kerabat, orang tua, atau sahabat kita yang berpulang duluan, jika kita tergerak untuk melanjutkan misi dan kita mampu melakukannya, lakukanlah dan jadikan motivasi yang baik dalam hidup kita serta minta tuntunan-Nya yang benar.

Yah, menjawab orang-orang yang mengatakan Kristiani tidak menyayangi orang tuanya itu sepenuhnya salah. Saya sendiri menyanyangi orang tua dengan meminta tuntunan Tuhan karena saya sendiri mengetahui bahwa saya tidak sempurna. Kalaupun hari-hari ini, saya terlihat tegar itu sekali lagi karena Peran-Nya sehingga sesulit apapun saya hanya mencari Dia yang memelihara saya; menangis, meratap, dan mencari pertolongan di dalam Dia. Menyayangi orang tua dengan cara; tidak memerlihatkan beban dan tanggungan hidup yang mungkin sangat sulit untuk kita lewati. Hanya sekedar memberikan mereka ruang lega agar tidak ikut menanggung beban berat yang seharusnya menjadi tanggungan kita dan keluarga kecil kita sekarang ataupun nanti. Tanggungan beban kita pula dapat kita bawa ke dalam sharing dengan saudara seiman setelah meminta penyertaan Tuhan Yesus dalam hidup kita. God First!

Percayalah kepada-Nya setiap waktu, hai umat, curahkanlah isi hatimu di hadapan-Nya; Allah ialah tempat perlindungan kita. (Mazmur 62:8)
Tuhan Yesus memberkati
-----
Lily Zhang

Monday, June 1, 2015

Tujuh Kali Memohon



Ayat bacaan Kejadian 18:16-33

Abraham datang mendekat dan berkata: “Apakah Engkau akan melenyapkan orang benar bersama-sama dengan orang fasik? (Kejadian 18:23)
link

Suatu kali, sebuah perusahaan kehilangan stok yang bernilai ratusan juta rupiah. Ketika di wawancara satu per satu, pemimpin itu tidak dapat memisahkan mana karyawan yang bisa dipercaya ataupun karyawan yang mencurigakan. Dia bisa menuntut semua karyawannya bersalah atau membiarkan peristiwa ini berlalu dengan kerugian besar. Pemimpin yang cakap tidak akan bisa membiarkan hal seperti ini lewat begitu saja atau akan lebih banyak kerugian yang akan ditanggungnya. Namun, menuntut semua karyawannya bersalah, tentu saja hati nuraninya tidaklah tega. Secara pasti, masih tersisa karyawan jujur yang terkena imbas atas ketidakjujuran karyawan yang mencuri. Tetapi apakah seorang karyawan jujur pasti berani mengadukan temannya?

Tujuh kali Abraham dengan rendah hati, penuh harap, dan takut kepadaNya memohon untuk pengampunan terhadap dosa besar Sodom dan Gomora. Tuhan berFirman akan mengabulkan  setiap permohonan Abraham. Namun permohonan ke tujuh kemudian Tuhan pun pergi dari hadapan Abraham. Tuhan tahu apa yang ada di hati Abraham sekalipun tidak diucapkannya atau dimintanya secara langsung di depan Tuhan. Namun apa yang seharusnya terjadi sesuai kehendak-Nya pastilah terjadi.



Demikianlah pada waktu Allah memusnahkan kota-kota di lembah Yordan dan menunggangbalikkan kota-kota kediaman Lot, maka Allah ingat kepada Abraham, lalu dikeluarkan-Nyalah Lot dari tengah-tengah tempat yang ditunggangbalikkan itu. (Kejadian 19:29)


Ayat di atas menjelaskan bahwa permohonan Abraham yang tujuh kali itu tidak berlalu dengan sia-sia serta Tuhan tahu harapan yang disembunyikan Abraham dalam setiap permohonannya. Oleh karena kasih dan tanggung jawab Abraham yang besar terhadap saudaranya, dia menanggalkan semua rasa takutnya untuk memohon pengampunan Sodom dan Gomora yang sangat berdosa kepada Tuhan. Itu dilakukannya untuk menyelamatkan Lot. Hanya saja Tuhan tidak mengabulkan keinginan Abraham untuk keselamatan Sodom dan Gomora namun menggantinya dengan diluputkannya Lot dan keluarganya dari kota berdosa itu sesuai dengan cara-Nya. Tuhan mengasihani Lot karena permohonan Abraham. 


Ketika ia berlambat-lambat, maka tangannya, tangan isteri dan tangan kedua anaknya dipegang oleh kedua orang itu, sebab TUHAN hendak mengasihani dia; lalu kedua orang itu menuntunnya ke luar kota dan melepaskannya di sana. (Kejadian 19:16)

Dapat diambil kesimpulan dari peristiwa ini; 

Permohonan tidak pernah kembali dengan sia-sia. Mungkin hari ini, kita merasa permohonan kita yang sama dan berulang kali terasa kosong, hampa, dan tidak ada jawaban. Namun seperti kisah di atas bahwa Tuhan tidak pernah melupakan apa yang kita mohon atau minta kepada-Nya. Ada waktu dan cara-Nya yang tidak pernah melintas dalam pikiran kita. Hanya saja, kita perlu meneladani Abraham yang tidak jenuh meminta berulang kali, rendah hati akan harapan dalam setiap permohonannya. Di sini, kita juga dapat menyimpulkan bahwa Abraham yang berdoa syafaat untuk mereka adalah dengan hati yang sungguh-sungguh.

Sampaikan harapan yang tersembunyi dalam hati. Tanpa perlu kita mengucapkannya, Tuhan MahaMengetahui hati kita dan harapan kita. oleh karena itu, tidak perlu menyembunyikan harapan besar dalam hati kita terhadap Tuhan. Sebab, mau kita katakan atau tidak sebenarnya Tuhan sudah tahu dan mengabulkan sesuai dengan kehendak-Nya.

Menanggalkan semua rasa takut. Terkadang, kita merasa sungkan dan takut Tuhan tidak memenuhi harapan kita atau permintaan kita mustahil dan terlalu besar buat kita sendiri. Namun kita harus percaya bahwa Allah adalah Tuhan yang MahaPengasih, Dia selalu siap mendengarkan apapun yang kita pinta, Dia bahkan terlalu setia untuk manusia yang hidup dalam keterbatasan dan hati yang tidak pernah sempurna. Namun Tuhan mampu mewujudkan kehendak-Nya dalam hidup kita lebih dari ekspektasi bahkan pemenuhan-Nya lebih dari yang kita minta.

Sesuai cara-Nya. Kita tidak pernah mengerti bagaimana cara-Nya memenuhi permintaan kita yang terkadang mustahil dan bahkan terlalu besar. Namun Tuhan punya cara-Nya sendiri yang tidak terpikirkan untuk hidup kita. Manusia hanya perlu percaya dan bergantung kepada-Nya sehingga kehendak-Nya dinyatakan dalam hidup kita. 

Adalah sebuah pengalaman doa Rani, “Ya Tuhan, pulihkanlah tubuh Rina sahabatku.” Doa itu terus dipanjatkannya berulang kali dengan beragam cara, namun sepertinya semuanya terlihat sia-sia. Dia tahu kalau Rina itu sangat anti-Kristus, kemustahilan itu pun melemahkan hatinya. Namun kemudian di setiap sela-sela doanya, terkadang dia menyelipkan nama Rina walaupun tidak se-intens dahulu. Sampai beberapa kali, Rani didorong untuk berdoa bagi Rina, “Tuhan, kiranya Engkau menyentuh dan melembutkan hatinya, daripada-Mu ada jawaban dan aku percaya itu. Jika tidak melalui aku untuk meminta pemulihanmu, kiranya Engkau berkenan memakai ‘alat-Mu’ untuk memulihkan dia sesuai kehendak-Mu dan boleh merasakan betapa nikmat hadirat-Mu ini.” Detail cerita dan percakapan Rani dengan Tuhan mungkin tidak persis sama, hanya saja inti percakapannya semua terangkum dalam kalimat itu. Rani mengasihi Rina ketika dia mendoakan sahabatnya itu. Seperti Abraham yang menyembunyikan harapan dalam hatinya, seperti itu pula Rani menyembunyikan harapannya agar Rina dipulihkan tubuhnya namun Rani tidak gamblang memintanya kepada Tuhan. Apa yang Tuhan kerjakan membuat hati Rani girang ketika berselang lama dari doa-doanya yang berulang kali, Rina dibaptis dalam nama Allah Bapa, Putera, dan Roh kudus. Namun lebih daripada itu, Rani percaya kalau Rina telah dipilih Tuhan sebagai anak-Nya. (True story from someone)

Tuhan Yesus memberkati
------
Lily Zhang

Saturday, May 9, 2015

Menelan bulat-bulat


Ayat bacaan Kejadian 12:1-9
Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu; (Kejadian 12:1)
http://raredistro.com/shop/13530

Saya punya seorang sahabat yang penurut banget. Kalau ibunya menyuruhnya jangan pulang malam, maka sebelum waktunya dia akan buru-buru pulang. Kalau saya menganjurkannya untuk makan ini atau itu, walaupun bukan makanan yang enak pun dia akan makan demi kesehatannya, malah dengan rajinnya. Semuanya dia lakukan karena dia percaya pada ibunya yang mencemaskan kebaikannya dan pada saya yang mengharapkan dia tetap sehat. Dan setelah merenung, saya tahu kalau dia percaya sepenuh hatinya. Karena apabila seseorang percaya setengah hati, dia tidak akan menelan bulat-bulat anjuran dan aturan yang dibuat orang lain. 

Tuesday, May 5, 2015

Keangkuhan dalam Ketakutan



Ayat bacaan Kejadian 11:1-9
Juga kata mereka: “Marilah kita dirikan bagi kita sebuah kota dengan sebuah menara yang puncaknya sampai ke langit, dan marilah kita cari nama, supaya kita jangan terserak ke seluruh bumi.” (Kejadian 11:4)
link

Saat bersekolah, buku pendidikan agama menggambarkan dengan sangat jelas ambisi manusia mendirikan menara yang mencapai langit dengan begitu antusias. Kemudian, ketika bahasa mereka dikacaukan, satu sama lainnya merasa gusar dan akhirnya mereka malah bertengkar.

Pada ayat keempat, pesan tersirat tentang manusia dengan semua kekuatan tangannya berusaha mencapai langit. Hal itu dilakukan agar mereka tidak dicerai-beraikan ke seluruh bumi. Mereka begitu yakin dengan mendirikan sebuah menara tertinggi, maka tidak ada yang bisa mencerai-beraikan mereka. Di sana tersirat bahwa mereka yakin dengan kekuatan tangan mereka yang melampaui mungkin kekuatan lain. Pada cerita menara Babel, tidak satu katapun menyebutkan bahwa mereka mengandalkan Tuhan atau bekerja sesuai kehendak Tuhan. Mereka bekerja karena keinginan mereka sendiri yang ingin mencapai apa yang mereka lihat tertinggi, tentu saja mereka juga merasa mampu mengerjakannya.

Monday, February 2, 2015

Tidak usah berdebat



Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka. (Markus 16:17)

Sebelum Tuhan Yesus terangkat ke Sorga, Dia banyak berpesan kepada murid-muridNya. Namun di sini, saya tidak membahas detil apa yang telah difirmankan, tetapi penekananan pada “bahasa-bahasa baru”.
http://www.andreasloanka.com/2012/05/01/karunia-bahasa-roh-1/


Baru-baru ini, saya sempat menyaksikan khotbah tentang bahasa roh dan kontroversialnya. Banyak doktrin-doktrin kristen yang mempercayainya dan banyak juga yang memisahkan diri atas kepercayaan terhadap bahasa roh. Tetapi secara jelas, kita dapat melihat bahkan Tuhan Yesus sendiri sudah berbicara tentang bahasa baru ini. Seperti pentakosta pertama di mana murid-muridNya bisa berbicara dalam bahasa asing. Menurut saya, bahasa baru dalam pimpinan roh itulah bahasa roh. Juga bahasa roh sesungguhnya tidak dimengerti manusia apabila tidak ada dikarunia penafsiran bahasa roh (1 Korintus 14:2).

Banyak sekali saya mendengar penyangkalan bahasa roh seperti 

Bahasa roh buat orang kurang percaya

Beruntung sekali, saya bisa menemukan firman Tuhan yang mengatakan bahasa baru seperti itu dikaruniakan justru kepada orang percaya. Ayat ini begitu jelas dan singkat telah menjelaskan berbagai alasan penyangkalan orang yang tidak percaya pada bahasa Roh. Mengalami bahasa Roh di masa kini, saya belum menemukan kesaksian orang kurang percaya yang memperoleh bahasa Roh. Justru sebaliknya, semakin dalam penyembahan dan sekutu manusia dengan Tuhan semakin beragam bahasa Roh yang diucapkannya.

Bahasa yang tidak dimengerti

Pada 1 Korintus 14:2 menjelaskan bahwa bahasa roh memang tidak diperuntukkan manusia, tetapi komunikasi super rahasia dengan Allah. Oleh karena itu bahasa Roh Kudus yang ada dalam diri kita yang membimbing kita berkomunikasi secara rahasia dengan Allah. Bahkan bisa mengucapkan berbagai perkara yang mungkin tidak terkatakan. Terkadang malah nurani mampu mengetahui apa yang tengah kita doakan melalui bahasa roh, bahkan Tuhan mampu menaruh hikmat dan kehendak-Nya dalam hati kita. (Sebagian orang percaya yang berbahasa roh malah diberi penglihatan dan pendengaran)

Ikut-ikutan

Bahasa roh merupakan karunia, tidak bisa seseorang ikut-ikutan, bahkan tidak bisa diajarkan. Namun ketika seseorang sungguh-sungguh meminta, Tuhan akan mendengarkan-Nya. Sebab Tuhan telah menjanjikan bahwa apapun yang engkau minta dengan sungguh-sungguh, Tuhan mendengar dan mengabulkan-Nya. Bahkan ketika seseorang beribadah dan mendengar dengan sungguh-sungguh, akan ada perbedaan antara bahasa roh yang ikut-ikutan dan bahasa roh dalam pimpinan Roh Kudus. Bahkan jikalau kita tidak bisa dan berusaha mengikuti bahasa roh, bisa dijamin lidah kita yang terpleset atau terplintir dan dengan sangat mudah kelelahan.

Karunia egois yang membangun diri sendiri

Memang seperti yang ditulis di Korintus bahwa karunia bahasa roh itu membangun diri sendiri. Namun apakah kita yakin bahwa itu sesuatu yang egois? Jika sempat saja seseorang mengalami, kita akan mengerti bahwa itu karunia yang luar biasa di mana dari sana kita bisa berbuat banyak. Kita bisa membagi energi positif di mana ketika beribadah dan berdoa bersama dengan orang-orang lainnya. Mereka bisa saling membagi. Bahkan ada kisah di mana seseorang yang tidak bisa berbahasa roh ikut dalam doa dengan mereka yang bisa berbahasa roh, tebak apa yang terjadi? Semula orang tersebut yang menyimpan berbagai kepahitan, dengan kuasa nama Tuhan Yesus dan karunia yang Tuhan titipkan, orang tersebut dipulihkan. Semua kepahitan yang mengganjal itu menghilang begitu saja. Dia terlepas dari kesedihannya. Nah, apakah hadirat-Nya tidak bisa ditransfer lewat bahasa roh?

Menjaga tingkah langkah sendiri, dengan berbahasa roh, api kerinduan kita terhadap Tuhan akan tetap berkobar. Bejana kita akan terus terisi berulang kali, sehingga rasa kemarahan, benci, dan dendam tentu akan jauh daripada orang percaya yang bergantung penuh kepada Tuhan. Seseorang itu akan menjaga tingkah langkah agar tidak melukai Tuhan Yesus yang selalu dirindukannya.

Bahkan kita bisa berdoa dengan bahasa roh. Bisa berdoa untuk kesulitan sendiri ataupun orang lain. Namun ketika dalam pimpinan roh, kita yang bisa berbahasa roh akan lebih fokus dalam syafaat dibandingkan diri sendiri. Kita semua tahu bahwa berdoa itu sangat besar efeknya, bahkan dengan doa saja kita bisa mengubahkan hati seseorang. Sebab dari doa pula, kita akan melangkah lebih dekat dengan Tuhan kita.

See? Sebenarnya apabila kita tahu bagaimana bahasa itu, karunia ini tidak lagi perlu perdebatan karena setiap manusia bisa memandang secara berbeda. Tidak perlu berlogika dan menyelidiki hal-hal keTuhanan yang pasti tidak kita pahami, sebab pengertian akan Tuhan itu tidak akan pernah dapat kita selami. Namun selama Tuhan memberi apa yang harus kita terima, maka terima saja.
Ada beberapa cerita yang saya dengar, setelah karunia bahasa roh menyusul karunia-karunia lain seperti salah satunya bernubuat atau berkata-kata dalam hikmat. Seperti yang kita tahu, sebelum bisa berbuat banyak kepada orang lain (apalagi membangun jemaat) kita harus terlebih dahulu membangun diri sendiri. 

Namun di luar daripada itu, jangan menjadikan karunia ini seperti keharusan dalam segala hal tentang Tuhan. Sebab karunia terbesar dalam hidup kita adalah KASIH KARUNIA di mana setiap orang telah menerimanya dalam hidup. Bisa atau tidak itu tidak menjadi keharusan. Namun apabila kita menginginkannya, mintalah terus kepada Tuhan, atau kita bisa mencoba merenungkan karunia seperti apa yang telah Tuhan berikan dalam hidup kita seperti karunia bernubuat, berkata hikmat, melayani, mengajar, menasehati, dan lain sebagainya. 

Guys, setiap orang memiliki karunia yang berbeda dan bisa lebih jika Tuhan berkehendak.

Tuhan Yesus memberkati
-----
Lily Zhang

Friday, January 9, 2015

Aibkah itu?



“Inilah suatu perbuatan Tuhan bagiku, dan sekarang Ia berkenan menghapuskan aibku di depan orang.” (Lukas 1:25)


Entah mengapa setelah membaca kisah Zakharia dengan istrinya Elisabet tentang aib yang mereka derita yakni Elisabet yang mandul. Aibkah itu seseorang yang mandul?
http://ciricara.com/2012/10/25/ciricara-ciri-ciri-wanita-mandul/

Dewasa ini, setiap wanita yang berada di posisi yang sama dengan Elisabet karena mandul menjadi bahan gunjingan. Padahal kemandulan seseorang bukanlah berasas pada salah sang wanita. Apakah ada seorang wanita yang ingin menjadi mandul?