Showing posts with label Akibat ketaatan. Show all posts
Showing posts with label Akibat ketaatan. Show all posts

Tuesday, August 4, 2015

Cinta dulu, baru Iman atau sebaliknya?


Ayat Bacaan Matius 6:25-34
Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. (Matius 6:33)


http://tanmelvyn.com/2013/12/20/god-first/
Suatu kali si taat bertanya kepada si plin plan, “hei, kamu kok lama ke Gereja, aktif banget tapi nggak mau dibaptis?”
“Lah, mesti?”
“Loh, seharusnya kan begitu.”
“Hmmm... sebenarnya, aku pengennya satu agama sama suami, kalau married sama yang satu agama baru dibaptis.”
“Emang kalau agama lain?”
“Ikutan suami dong daripada banyak masalah. Terus milih-milih agama ini lah itu lah!” kemudian si taat hanya menghela nafas dan tidak mampu menjawab apa-apa, dia tahu kalau sahabatnya itu si plin plan akan berubah pikiran lagi sewaktu-waktu.

Bagaimana menurutmu? Benarkah kita harus bertemu cinta dahulu atau taat dahulu? Seringkali ini menjadi pergumulan banyak wanita lajang yang belum menikah, tentunya wanita yang tidak terlahir sebagai Kristen. Tetapi apa kata Holy Father tentang hal ini? Pada Matius 6 ayat ke 33 bahwa kita seharusnya mencari dahulu kerajaan Allah, maka semuanya akan ditambahkan dalam hidup kita. Dalam perikop itu, kita tidak dianjurkan untuk membiarkan rasa cemas merajarela sehingga kita berjalan tidak sesuai dengan Firman Allah yang merupakan makanan utama kerohanian kita.


Pada kenyataannya, mendahulukan cinta daripada iman sepertinya menjadi kebiasaan tersendiri bagi sebagian orang. Mereka menyangkal iman di dalam hatinya hanya karena mendahulukan cintanya kepada seseorang. Meskipun, di dasar hati mereka, ada kerinduan kepada Kristus. Mereka mulai mencari celah untuk membela cinta. Mulai menggali kekurangan-kekurangan iman yang dimilikinya selama ini. Sebenarnya, hal itu salah satu bentuk dari kecemasan mereka dalam hal jodoh dan tentunya hal-hal pendukung lainnya.

Mereka mulai tidak memandang seiman atau tidaknya, taat atau tidaknya, bahkan mereka menyerahkan keputusan akhir kepada pasangan yang mungkin pada saat itu belum kelihatan atau tidak sesuai kehendak Allah. Seperti yang dilakukan oleh si plin plan. Hal ini, tidak hanya berbicara iman yang goyah tetapi ketiadaan prinsip pada diri orang tersebut, langkahnya mudah goyah karena dia lebih senang memandang wajah pasangannya daripada mencari wajah-Nya.

Kebiasaan mendahulukan cinta daripada iman ini tidak terjadi pada orang-orang yang sedang memilih pasangan hidup, tetapi bahkan orang yang hidup dengan pasangannya pun seringkali lebih takut kepada pasangannya daripada kepada Tuhan dengan konsekuensi iman yang mengering (karena kurangnya ketaatan).

Saat tulisan ini dibaca, saya yakin sekali akan banyak celaan dan hinaan dari “sebagian orang” yang memilih mendahulukan pencarian cinta seperti ilustrasi di atas, baik dia wanita ataupun pria. Yah, mungkin tulisan ini terlalu ekstrim namun mirisnya banyak sekali pengalaman-pengalam orang yang berdiskusi sampai resah mengenai hal tentang cinta dan iman mereka. Mereka tidak berani melepaskan karena terlanjur cinta bahkan justru mulai mencari alasan untuk jauh dari Tuhan dengan mencari celah-celah yang membenarkan tindakan mereka. Namun satu hal yang terlupakan bahwa, Kristus itu sempurna. Apabila seseorang benar-benar mencari celah dengan menekuni Firman Allah dengan sungguh-sungguh maka yang dia temukan itu pasti bukannya mendapat celah untuk “menyangkal” namun dia pasti mendapat celah untuk jatuh cinta dengan Allah. Nah loh! Satu lagi, orang yang mencari celah itu sebenarnya tidak yakin untuk meninggalkan imannya. Nah loh!

Sebab Daud berkata tentang Dia: Aku senantiasa memandang kepada Tuhan, karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah. (Kisah Para Rasul 2:25)

Oleh karena itu, apapun yang kesulitan yang kita alami, God First, senantiasa pandanglah Tuhan selalu dalam setiap perkara kita. Berserulah kepadaNya, tetap tekun untuk taat dan setia dalam segala kehendakNya yang bisa kita ketahui dari Firman Allah, maka Tuhan berjanji akan memenuhi janjiNya (baca : Ibrani 10:36). Jadikanlah Tuhan Yesus prioritas utama kita dalam setiap musim hidup kita. Ketika dihadapkan pilihan untuk memilih Iman atau Cinta, apabila kita senantiasa memandang kepadaNya, saya yakin kita semua bisa memilih Dia terlebih dahulu tanpa ragu dan tidak goyah meskipun diguncang sekuat apapun. Yakinlah, Dia akan sediakan pasangan yang sepadan dengan kita, tidak lebih tinggi dan lebih rendah, namun seseorang yang bisa berjalan di samping kita.

Marilah kita berdoa agar kita termasuk orang-orang yang mengasihi Tuhan dan meminta hikmat-Nya ditambahkan dalam setiap keputusan kita untuk memilih pasangan hidup atau sedang menjalani hidup dengan seseorang yang kita kasihi. Sehingga kita hidup berjalan dengan berkenan di hadapan-Nya. Amin.

Tuhan Yesus memberkati
-----
Lily Zhang


Tuesday, July 21, 2015

Minta Konfirmasi!

Ayat Bacaan Kejadian 24:1-67
Kiranya terjadilah begini: anak gadis, kepada siapa aku berkata: Tolong miringkan buyungmu itu, supaya aku minum, dan yang menjawab: Minumlah, dan unta-untamu juga akan kuberi minum -- dialah kiranya yang Kautentukan bagi hamba-Mu, Ishak; maka dengan begitu akan kuketahui, bahwa Engkau telah menunjukkan kasih setia-Mu kepada tuanku itu." (Kejadian 24:14)
link
Pernahkah kita meminta petunjuk kepada Tuhan dengan cara seperti yang dilakukan oleh hamba Abraham itu?

Hamba Abraham menghadapi sebuah pergumulan akan kebingungannya sendiri untuk mengemban tanggung jawab dari Abraham apalagi dia diminta bersumpah. Di antara perempuan-perempuan itu, hamba Abraham tidak tahu bagaimana harus membawa pulang calon istri bagi Ishak. 

Dalam kebingungannya, hamba Abraham meminta petunjuk kepada Tuhan dengan menunjukkan sesuai dengan yang diperkatakannya. Pernahkah kita menyatakan petunjuk agar apabila Tuhan berkenan atas apa yang kita lakukan, Dia akan menggenapinya?

Monday, June 1, 2015

Tujuh Kali Memohon



Ayat bacaan Kejadian 18:16-33

Abraham datang mendekat dan berkata: “Apakah Engkau akan melenyapkan orang benar bersama-sama dengan orang fasik? (Kejadian 18:23)
link

Suatu kali, sebuah perusahaan kehilangan stok yang bernilai ratusan juta rupiah. Ketika di wawancara satu per satu, pemimpin itu tidak dapat memisahkan mana karyawan yang bisa dipercaya ataupun karyawan yang mencurigakan. Dia bisa menuntut semua karyawannya bersalah atau membiarkan peristiwa ini berlalu dengan kerugian besar. Pemimpin yang cakap tidak akan bisa membiarkan hal seperti ini lewat begitu saja atau akan lebih banyak kerugian yang akan ditanggungnya. Namun, menuntut semua karyawannya bersalah, tentu saja hati nuraninya tidaklah tega. Secara pasti, masih tersisa karyawan jujur yang terkena imbas atas ketidakjujuran karyawan yang mencuri. Tetapi apakah seorang karyawan jujur pasti berani mengadukan temannya?

Tujuh kali Abraham dengan rendah hati, penuh harap, dan takut kepadaNya memohon untuk pengampunan terhadap dosa besar Sodom dan Gomora. Tuhan berFirman akan mengabulkan  setiap permohonan Abraham. Namun permohonan ke tujuh kemudian Tuhan pun pergi dari hadapan Abraham. Tuhan tahu apa yang ada di hati Abraham sekalipun tidak diucapkannya atau dimintanya secara langsung di depan Tuhan. Namun apa yang seharusnya terjadi sesuai kehendak-Nya pastilah terjadi.



Demikianlah pada waktu Allah memusnahkan kota-kota di lembah Yordan dan menunggangbalikkan kota-kota kediaman Lot, maka Allah ingat kepada Abraham, lalu dikeluarkan-Nyalah Lot dari tengah-tengah tempat yang ditunggangbalikkan itu. (Kejadian 19:29)


Ayat di atas menjelaskan bahwa permohonan Abraham yang tujuh kali itu tidak berlalu dengan sia-sia serta Tuhan tahu harapan yang disembunyikan Abraham dalam setiap permohonannya. Oleh karena kasih dan tanggung jawab Abraham yang besar terhadap saudaranya, dia menanggalkan semua rasa takutnya untuk memohon pengampunan Sodom dan Gomora yang sangat berdosa kepada Tuhan. Itu dilakukannya untuk menyelamatkan Lot. Hanya saja Tuhan tidak mengabulkan keinginan Abraham untuk keselamatan Sodom dan Gomora namun menggantinya dengan diluputkannya Lot dan keluarganya dari kota berdosa itu sesuai dengan cara-Nya. Tuhan mengasihani Lot karena permohonan Abraham. 


Ketika ia berlambat-lambat, maka tangannya, tangan isteri dan tangan kedua anaknya dipegang oleh kedua orang itu, sebab TUHAN hendak mengasihani dia; lalu kedua orang itu menuntunnya ke luar kota dan melepaskannya di sana. (Kejadian 19:16)

Dapat diambil kesimpulan dari peristiwa ini; 

Permohonan tidak pernah kembali dengan sia-sia. Mungkin hari ini, kita merasa permohonan kita yang sama dan berulang kali terasa kosong, hampa, dan tidak ada jawaban. Namun seperti kisah di atas bahwa Tuhan tidak pernah melupakan apa yang kita mohon atau minta kepada-Nya. Ada waktu dan cara-Nya yang tidak pernah melintas dalam pikiran kita. Hanya saja, kita perlu meneladani Abraham yang tidak jenuh meminta berulang kali, rendah hati akan harapan dalam setiap permohonannya. Di sini, kita juga dapat menyimpulkan bahwa Abraham yang berdoa syafaat untuk mereka adalah dengan hati yang sungguh-sungguh.

Sampaikan harapan yang tersembunyi dalam hati. Tanpa perlu kita mengucapkannya, Tuhan MahaMengetahui hati kita dan harapan kita. oleh karena itu, tidak perlu menyembunyikan harapan besar dalam hati kita terhadap Tuhan. Sebab, mau kita katakan atau tidak sebenarnya Tuhan sudah tahu dan mengabulkan sesuai dengan kehendak-Nya.

Menanggalkan semua rasa takut. Terkadang, kita merasa sungkan dan takut Tuhan tidak memenuhi harapan kita atau permintaan kita mustahil dan terlalu besar buat kita sendiri. Namun kita harus percaya bahwa Allah adalah Tuhan yang MahaPengasih, Dia selalu siap mendengarkan apapun yang kita pinta, Dia bahkan terlalu setia untuk manusia yang hidup dalam keterbatasan dan hati yang tidak pernah sempurna. Namun Tuhan mampu mewujudkan kehendak-Nya dalam hidup kita lebih dari ekspektasi bahkan pemenuhan-Nya lebih dari yang kita minta.

Sesuai cara-Nya. Kita tidak pernah mengerti bagaimana cara-Nya memenuhi permintaan kita yang terkadang mustahil dan bahkan terlalu besar. Namun Tuhan punya cara-Nya sendiri yang tidak terpikirkan untuk hidup kita. Manusia hanya perlu percaya dan bergantung kepada-Nya sehingga kehendak-Nya dinyatakan dalam hidup kita. 

Adalah sebuah pengalaman doa Rani, “Ya Tuhan, pulihkanlah tubuh Rina sahabatku.” Doa itu terus dipanjatkannya berulang kali dengan beragam cara, namun sepertinya semuanya terlihat sia-sia. Dia tahu kalau Rina itu sangat anti-Kristus, kemustahilan itu pun melemahkan hatinya. Namun kemudian di setiap sela-sela doanya, terkadang dia menyelipkan nama Rina walaupun tidak se-intens dahulu. Sampai beberapa kali, Rani didorong untuk berdoa bagi Rina, “Tuhan, kiranya Engkau menyentuh dan melembutkan hatinya, daripada-Mu ada jawaban dan aku percaya itu. Jika tidak melalui aku untuk meminta pemulihanmu, kiranya Engkau berkenan memakai ‘alat-Mu’ untuk memulihkan dia sesuai kehendak-Mu dan boleh merasakan betapa nikmat hadirat-Mu ini.” Detail cerita dan percakapan Rani dengan Tuhan mungkin tidak persis sama, hanya saja inti percakapannya semua terangkum dalam kalimat itu. Rani mengasihi Rina ketika dia mendoakan sahabatnya itu. Seperti Abraham yang menyembunyikan harapan dalam hatinya, seperti itu pula Rani menyembunyikan harapannya agar Rina dipulihkan tubuhnya namun Rani tidak gamblang memintanya kepada Tuhan. Apa yang Tuhan kerjakan membuat hati Rani girang ketika berselang lama dari doa-doanya yang berulang kali, Rina dibaptis dalam nama Allah Bapa, Putera, dan Roh kudus. Namun lebih daripada itu, Rani percaya kalau Rina telah dipilih Tuhan sebagai anak-Nya. (True story from someone)

Tuhan Yesus memberkati
------
Lily Zhang

Saturday, May 9, 2015

Menelan bulat-bulat


Ayat bacaan Kejadian 12:1-9
Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu; (Kejadian 12:1)
http://raredistro.com/shop/13530

Saya punya seorang sahabat yang penurut banget. Kalau ibunya menyuruhnya jangan pulang malam, maka sebelum waktunya dia akan buru-buru pulang. Kalau saya menganjurkannya untuk makan ini atau itu, walaupun bukan makanan yang enak pun dia akan makan demi kesehatannya, malah dengan rajinnya. Semuanya dia lakukan karena dia percaya pada ibunya yang mencemaskan kebaikannya dan pada saya yang mengharapkan dia tetap sehat. Dan setelah merenung, saya tahu kalau dia percaya sepenuh hatinya. Karena apabila seseorang percaya setengah hati, dia tidak akan menelan bulat-bulat anjuran dan aturan yang dibuat orang lain. 

Friday, February 20, 2015

Karena Iman

Tetapi Yesus berkata: “Ada seorang yang menjamah Aku, sebab Aku merasa ada kuasa yang keluar dari diri-Ku.” (Lukas 8:46)
http://www.dpcdsb.org/FCTIP/Our+Faith/September+-+Faith.htm
Perempuan yang selama dua belas tahun mengalami pendarahan berhasil menarik kuasa dari Kristus karena imannya. Dalam ayat ini, Tuhan tidak dengan sadar mengeluarkan kuasa penyembuhan kepada perempuan yang sakit itu, bahkan perkataan pun tidak. Namun Dia telah menyembuhkan perempuan itu dengan jumbai jubah-Nya. Di sini, kita bisa melihat betapa mulia Tuhan Yesus dan berkelimpahan keajaiban.

Thursday, February 19, 2015

Menghapus dosa yang besar



“Ada dua orang yang berhutang kepada seorang pelepas uang. Yang seorang berhutang lima ratus dinar, yang lain lima puluh. Karena mereka tidak sanggup membayar, maka ia menghapuskan hutang kedua orang itu. Siapakah di antara mereka yang akan terlebih mengasihi dia? (Lukas 7:41-42)
link

Banyak kesaksian yang sudah saya lihat tentang pertobatan pecandu narkoba, pekerja seks, bahkan dukun. Kadang kala, saya berpikir bagaimana mereka yang dahulu memiliki hidup seburuk itu kemudian berdiri menjadi seorang pengkhotbah, ada di antaranya menjadi pendeta? Mengapa mereka yang dipilih?

Namun semakin saya mendalami dengan membaca alkitab, berbagai jawaban muncul yakni pertama kasih karunia Allah kepada manusia, dan kedua adalah ayat-ayat yang selaras yaitu seseorang memberikan kasihnya besar karena Tuhan mengubahkan hidupnya, mendapat pengampunan besar dari Tuhan. Itu sama halnya seperti orang yang berhutang lima ratus dinar dan hutangnya dihapus. 

Friday, January 9, 2015

Aibkah itu?



“Inilah suatu perbuatan Tuhan bagiku, dan sekarang Ia berkenan menghapuskan aibku di depan orang.” (Lukas 1:25)


Entah mengapa setelah membaca kisah Zakharia dengan istrinya Elisabet tentang aib yang mereka derita yakni Elisabet yang mandul. Aibkah itu seseorang yang mandul?
http://ciricara.com/2012/10/25/ciricara-ciri-ciri-wanita-mandul/

Dewasa ini, setiap wanita yang berada di posisi yang sama dengan Elisabet karena mandul menjadi bahan gunjingan. Padahal kemandulan seseorang bukanlah berasas pada salah sang wanita. Apakah ada seorang wanita yang ingin menjadi mandul?